28|°

205 23 4
                                        

Selama perjalanan Kiky lebih banyak diam. Motor bewarna hitam milik Lingga telah berhenti tepat didepan rumahnya.

Perempuan itu pun segera turun.
"Makasih ya, aku masuk dulu". Tanpa menunggu jawaban dari sang lawan dirinya langsung melangkah cepat memasuki rumahnya.

Baru tangannya hendak menyentuh handle pintu tapi suara band favoritnya melantun indah. Kiky mengambil ponselnya tertera nama tidak dikenal disana tapi ia tetap mengangkatnya siapa tahu penting.

"H...

"Gue cinta sama lu". Suara Lingga disebrang sana membuat dirinya terpaku.

Kiky memutar badanya yang kaku. Dirinya menatap pria yang juga menempel ponselnya ditelinga dengan pandangan lurus kearahnya.

Pria itu mulai berjalan membuat dirinya menurunkan ponselnya. Kini laki-laki tampan itu sudah ada dihadapannya.

"Kalo gue bilang cinta sama lu apa lu percaya? ". Kiky menggeleng.

"Kenapa? "

"Karena gak mungkin kamu bisa suka sama aku"

"Trus ? Gue yang bisa pake blezer marun dan nyandang jadi ketua Osis itu buat siapa Ky? Buat lu". Kiky hanya bisa diam menatap Lingga. Dirinya pun tertawa berusaha meredakan rasa sakitnya.

"Gak mungkin". Ucap Kiky dengan menggeleng-gelengkan kepala. "Kamu pasti bercandakan ?"

"Cara gue emang gak se-gantle Alam ataupun Karesh tapi apa yang gue lakuin selama ini biar lu selalu ada disisi gue. Masih inget jumlah suara pas pemilihan ketua Osis? "

"..."

"Suara lu paling rendah Ky". Seketika wajahnya pias mendengar itu. "Tapi gue minta sama Kak Andre buat jadiin lu sekretaris. Biar apa?. Biar gue bisa deket sama lu"

"..."

"Gue yang gak bisa ungkapin apa yang gue rasain gue cuman bisa lakuin apa yang harus gue lakuin. Tapi gue sadar... Tindakan gue terlalu abu-abu dan itu gak pernah buat lu paham setiap perhatian gue"

"..."

"Saat gue tahu sahabat gue juga tertarik sama lu ada rasa takut. Takut kalo lu lebih milih salah satu diantara mereka.. ". Ucap pria itu rendah memandang dengan letih perempuan yang menunduk didepannya.

"Gue takut kejadian gue sama Alea keulang lagi". Kiky mendongak menatap pria yang tampak lemah dimatanya. "Dulu...Dia lebih milih orang lain dengan alesan paling klise".

"Tapi itu dulu".

"Bahkan setelah dia bangun? Kamu masih yakin dengan perasaan kamu ?"

Lingga hanya diam membiarkan Kiky mencari sendiri jawabannya pada kedua matanya.

Kiky menatap Lingga. Apa dia harus percaya?.

"Lu maukan jadi pacar gue? Gue butuh lu Ky".

Deg.

Kiky hanya diam termangu. Mulutnya yang kelu ingin berkata iya. Tapi terlintas wajah orang-orang yang ia kenal dibenaknya membuat dirinya kembali mengatupkan mulutnya.

Dirinya menarik nafas lalu menghembuskannya matanya menatap mantap pria didepannya.
"Aku gak bisa"

"Kenapa? "

"Jujur. Aku.. Juga memiliki perasaan yang sama tapi..

"Tapi apa? "

Kiky mengela nafas. "Kalo aku bilang iya maka banyak hati yang terluka karena ini"

Pilih Aku [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang