Penawaran. (6)

384 33 2
                                        

BAB 6

Nenek menyuruh ku duduk tepat di sampingnya,membuat ku merasa kan ada aliran listrik yang mengalir ke telapak kaki ku hingga ke ubun-ubun ku. membuat pikiran ku melayang entah kemana-mana.
" Maya...? " panggil nenek kepada ku .
" Iya nek?." gue spontan mengangkat wajah gue sehingga sekarang gue dan nenek saling bertatapan .

"Bagaimana sekolah mu nak? ".
"Alhamdullilah,lancar nek." jawab gue masih menatap wajah nenek yang mulai keriput.
Nenek berhenti bicara sebelum melanjutkan bicaranya.
" Begini may... nenek sebenarnya bisa membiayai kuliah mu, tetapi uang perbulan mu saat disana , nenek tidak bisa membiayainya.kamu tau sendirikan uang pensiun nenek tidak lah cukup untuk biaya kamu disana" .

Firasat gue benar. nenek pasti membahas tentang kuliah gue. gue gak masalah kalau uang saku ,gue yang nanggung tapii.... dimana gue dapat tuh uang . apalagi biaya perbulan di inggris berbeda seperti di jakarta. gue gak mungkin membebani nenek gue atau pun bokap gue.

" Maya bisa kok tanggung uang saku maya sendiri. " jawab gue tegas tanpa keraguan . tapi gue mulai bingung sendiri, dimana gue mendapatkan uang sebanyak itu? "Aahhhh...." gue mulai bingung sendiri.

" Dari mana kamu mendapatkan uang untuk biaya kamu disana may? " sahut ayah,yang mulai bersuara. mulai tadi ayah masih memilih diam di tempatnya, tetapi karena gue berkata seperti itu, ayah pun mulai bersuara.

" Ayah tau kan... kalau maya punya celengan ayam yang besar, nilai nya sih gak seberapa tapi maya semalam mendapat kabar kalau maya dapat beasiswa. " jelas gue kepada ayah dan nenek.

" Beasiswa ?? ayah kok tidak tau ya? " tanya ayah lagi.
"Maya memang baru kabar nya tadi yah."

" Owh ya sudah. kamu belajar yang benar saja, nantik kalau masalah kuliah nantik kita bicarakan lagi. " tambah ayah.

~~~~~~

Gue berniat untuk memejam kan mata , tetapi suara iphone gue membuyarkan itu semua.
dengan sigap gue langsung menarik iphone gue ke depan wajah gue . ada pesan yang masuk . Dari siapa ya?

Adam : " Bagaimana keputusan lo? lo terima gak tawaran gue tadi? kalau uang yang gue tawarin tadi kurang, lo bisa bilang langsung berapa nominal uang yang loh mau. "

Gue berniat untuk tidak menghirau kan pesan dari adam, tetapi kata-kata itu bergema di telinga gue. gue mengingat ulang kata-kata itu di dalam otak gue.

"Bagaimana keputusan lo? lo terima gak tawaran gue tadi? kalau uang yang gue tawarin tadi kurang, lo bisa bilang langsung berapa nominal uang yang loh mau. "

~~~~~~

Gue bangun agak cepat hari ini, padahal sekolah sekarang di liburkan.
gue berniat untuk menuju ke kamar mandi , tetapi suara iphone gue menggaget kan gue.

Gue segera melihat iphone gue.
" Dia lagi-dia lagi" . gumam gue dalam hati .
sudah 5 hari adam mengirim pesan kepada nya. adam mempertanyakan tentang penawaran yang adam tawarkan pada gue beberapa hari lalu, tapi gue masih saja mengabaikan pesan nya. bukan nya membaca pesan yang adam kirim, gue malah men-delete nya.

"Palingan isi nya itu-itu terus, kayak gak punya kata-kata lain aja. gue yakin pasti adam mencopy paste kata-kata itu dari google atau dari kata-kata mutiara yang ada di instagram ."

Gue berniat untuk mendelete pesan dari adam, tetapi adam sudah mengirim pesan lagi.
pesan itu tidak sengaja gue pencet sehingga terlihat lah pesan adam.

Adam : " Lo kemana aja sih? udah lo pikirin belom? cepat dong pikirnya, keburu kawin tuh sepupu gue. gue gk mau tau pokok nya lo harus jadi pasangan gue pas di pernikahan sepupu gue. TITIK....."

Gue membanting iphone gue ke lantai keramik kamar gue. tetapi gue segera memungut nya lagi. gue tau diri bahwa harga iphone 5s itu tidak lah murah. butuh bertahun-tahun untuk membeli nya, tetapi kalau saat merusak nya gue selalu memilih-milih untuk membanting nya atau tidak.
tetapi amarah gue maluap mendengar pesan dari adam tadi. "gue gak habis pikir dengan tuh anak, enak aja dia memaksa anak orang untuk jadi pasangan nya !muke gile dah !"

~~~~~

Gue sekarang berada di kantin sekolah. gue sengaja ke kantin sendirian karena gue masih mau memikirkan tawaran adam . dia tidak cepak-capek nya mengirim pesan ke gue tiap hari. gue jadi prihatin melihat tuh anak, "tiap pagi dia mengetik ? bisa putus tuh urat-urat jarinya.Ahhh ... buat apa gue membela nya, lagian dia pasti sering mengirim pesan ke cewek-cewek lain nya. lumayan kan untuk olahraga pergelangan jari-jari tuh cowok" .

"DOR...." seseorang mengagetkan gue.
" Ahh... lo sof ngagetin gue aja . " gue memasang muka ngambek gue.
" Ahh.... maaf dong may, gue sengaja nih habisnya lo akhir-akhir ini sering menyendiri tauk. "

Gue ingin membicarakan semuanya kepada sofie tapi... tidak mungkin, gue takut sofie pasti memiliki pemikiran yang berbeda dari gue. gue takut itu akan memperparah keadaan ini.

Gue memilih tuk memendam beban ini sendirian, dari saat pelajaran pertama hingga pelajaran berakhir. tidak ada satu pun pelajaran yang masuk ke otak gue, gue gak punya pilihan lain selain ........

~~~~~~~

Hy gusy... bagaimana ceritanya ? seru gk? mohon vote and coment nya ya gusy 🙏

Karma Cinta TAMATTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang