25

2.7K 239 4
                                        

"i had a crush on you and you already know that. And right now. I wanna ask you something. Will you be mine Summer Wang? Being my girl? being the reason why i need to stay alive? being my heart?"

Summer terkejut mendengar ucapan Luke tadi. Dia senang karena akhirnya Luke Hemmings benar-benar membuka hatinya. Summer memainkan jari-jari Luke. Berpura-pura untuk berpikir. Luke terlihat sangat gugup dihadapannya, membuat Summer mencoba menahan tawanya.

"Jadi.... Bagaimana?" tanya Luke lagi. Summer memandang Luke dengan tatapan sedih. "Aku mengerti, Tidak apa-apa" lanjutnya tersenyum tipis.

"Apa maksudmu?" tanya Summer.

"Kau menolakku kan?"

"Tidak, I wanna say yes Lukey" ucap Summer tertawa.

"Wait...what?! Really?!" tanya Luke antusias. Summer tersenyum dan mengangguk. Senyuman lebarpun kini tercetak diwajah tampan Luke. Luke memeluk Summer dengan perasaan yang sangat bahagia.

"Aku beruntung memilikimu Lukey" ucap Summer membalas pelukan hangat dari Luke.

"Seharusnya aku yang berbicara seperti itu Ms.Wang" jawab Luke mengacak rambut Summer.

"Hey jangan mengacak rambutku" keluh Summer merapihkan rambut panjangnya. Luke tertawa melihat tingkah Summer. Bianglala itu kembali bergerak dan berhenti tepat saat gerbong mereka berada dibawah. Mereka berdua turun dari bianglala itu. Mereka juga mulai saling bergandengan.

"Lukey, lihat! ada boneka panda" ucap Summer menunjuk sebuah stand yang terdapat boneka Panda yang besar.

"Kau mau?" tanya Luke menatap Summer. Summer mengangguk

"Tapi nanti saja, tidak usah re-" ucap Summer terpotong karena Luke sudah menarik tangannya mendekati Stand itu.

"Selamat datang di Stand kami. Silahkan menembak botol itu untuk mendapatkan hadiah boneka disana" ucap si penjaga stand itu sambil menunjuk lemari berisi boneka yang sangat banyak.

"Apa termasuk boneka panda itu?" tanya Luke sambil menunjuk boneka panda dekat lemari itu.

"Oh maaf, tapi boneka panda itu tidak kami berikan" ucap si penjaga itu.

"Bagaimama kalau saya beli? Berapa harganya?" tanya Luke mengeluarkan dompetnya.

"Maaf tapi Boneka Panda itu tidak kami jual, jadi maaf tidak bisa" ucap penjaga itu tersenyum simpul.

"Ayolah sir, saya akan bayar berapapun untuk boneka panda itu"

"Maaf tetap tidak bisa"

"Ayolah sir, berapapun untuk boneka itu" ucap Luke.

"Lukey, its okay. Kau tidak perlu memaksakannya. Kita bisa beli di toko boneka" ucap Summer mencoba untuk membuat Luke berhenti.

"Huh baiklah. Ayo kita pergi" ucap Luke pasrah. Summer tersenyum dan menarik Luke menjauh dari stand itu.

"Jadi kita kemana setelah ini?" tanya Summer.

"Aku harus ketoilet, kau tunggu disini ya." ucap Luke lalu berlari menjauhi Summer. Summer tertawa kecil lalu dia duduk dibangku tidak jauh dari tempat dia berdiri.

30 menit berlalu, Luke tidak juga kembali membuat Summer sangat khawatir. Bagaimana kalau Luke diculik? Bagaimana kalau penyakit Luke kambuh lagi? Bagaimana kalau dia pingsan? pertanyaan-pertanyaan itu terus terngiang diotaknya. Ya tuhan kemana Luke pergi. Summer segera berdiri dan berlari mencoba mencari Luke. Tetapi dia menabrak seseora

"Oh my god, i'm so sorry. I'm so pa-" ucap Summer terhenti karena dia melihat boneka panda yang sangat ia inginkan tadi berada dihadapannya. Summer melihat si pemilik boneka itu dan dia terkejut ternyata yang memegang boneka itu adalah Luke.

"Tadaa look what i got" ucap Luke tersenyum. Mata Summer mulai berkaca-kaca dan dia pun memukul Luke.

"Kau kemana hah?! Aku khawatir hiks aku sangat khawatir! Aku... Aku takut kau kenapa-napa. Aku menunggu selama 30 menit dan kau belum kembali! Aku takut terjadi sesuatu yang buruk padamu Lukey hiks" teriak Summer masih memukul Luke.

Luke segera mendekap Summer erat. "Maafkan aku karena aku membuatmu khawatir Summer, tapi lihat! Aku berhasil mendapatkan boneka panda ini untukmu" ucap Luke mencoba menenangkan Summer.

"Kau menyebalkan Lukey! Kau tidak tau seberapa khawatirnya aku!" ucap Summer, air matanya tidak berhenti keluar dari matanya. Luke menghapus air mata Summer dengan ibu jarinya.

"Please dont cry babe. I'm sorry okay? now smile please for me?" ucap Luke menenangkan Summer. "Look, this big panda want a hug from you" lanjut Luke mencoba menghibur Summer. Summer tertawa dan mengambil boneka panda yang besar itu.

"Thanks Lukey. Dan kau jangan seperti tadi lagi okay?"

"Promise ma'am" ucap Luke sambil memberikan hormat pada Summer. Summer tertawa melihat tingkah Luke.

"Kita pulang yuk, udah sore" ajak Summer menggandeng tangan Luke. Luke tersenyum dan mereka meninggalkan carnaval itu.

************

"Lukey.. Aku lapar" ucap Summer memeluk boneka pandanya erat. Mereka kini dalam perjalanan pulang.

"Kita makan diluar ya? kebetulan Ashton juga lagi sama Calum, Michael, Harry dan Niall di McD" ucap Luke.

"eh jangan ada mereka. Aku malu Lukey"

"Kau malu atau kau ingin berdua saja denganku hah?" tanya Luke menggoda. Summer menenggelamkan wajahnya menutup pipinya yang kini seperti kepiting rebus.

"Du...dua-duanya sih" ucap Summer jujur. Luke tertawa mendengar Summer yang jujur. Gadis disebelahnya ini sangat polos dan menggemaskan.

"Hahaha okay then. Mau makan dimana?" tanya Luke.

"Italian restaurant ya?"

"Okay. Lets go there!" ucap Luke menjalankan mobilnya ke tempat restoran italia langganan keluarganya.

-

-

-

-

-

-

-

Hay chapter 26 posted. sorry its kinda short

Amnesia [Luke Hemmings] [5SOS]Stories to obsess over. Discover now