Luke sudah pulang setelah natal. Summer lega melihat kondisi Luke lebih baik dari sebelumnya. Tak terasa sekarang sudah tanggal 31 December. Mereka akan merayakan malam tahun baru di rumah Luke sendiri. Kini semuanya sedang menyiapkan keperluan keperluan untuk tahun baru.
"Aku sudah tidak sabar woohoo!" Teriak Ashton excited. Yang lain tertawa melihat Ashton. Seperti biasa dialah yang paling bersemangat dari yang lain.
"Ashton! Kau menduduki ponselku!" Pekik Michael yang sedang mendorong Ashton.
"Tenanglah kalian" ucap Luke tertawa lalu ikut bergabung memeriahkan keanehan itu.Summer melihat Luke yang sedang tertawa riang itu. Rasa sedih kembali muncul. Apakah dia dapat seperti ini terus dengan Luke? Apakah dia masih dapat merasakan luke? Apakah dia masih dapat memeluknya?
"Summer! Ayo kemari!" Ajak Luke yang masih tertawa girang. Summer terkekeh dan menggeleng.
"Tidak mau, kalian itu raksasa. Nanti kalau aku menciut bagaimana?" Ejek Summer sambil memeletkan lidahnya.
"Hey! Kami bukan raksasa." Ucap Michael yang kini berdiri dan mendekati Summer. "Kami....titan...pemakan manusia..." Bisik Michael. Kalau begini sudah dipastikan permainan dimulai. Summer segera berlari sambil berteriak kalau dia diserang titan.
Lalu tiba-tiba calum dengan kostum pahlawannya datang.
"Aku cal-pal! Sepertinya ada yang meminta bantuan." Ucap Calum membenarkan kacamata bulatnya. Summer segera bersembunyi di belakang Calum.
"Oh cal-pal Bantu aku Dari titan itu, dia ingin memakanku." Ucap Summer dengan Nada yang dibuat ketakutan.
"Tenang nona manis, cal-pal datang menyelamatkan." Ucap calum percaya diri lalu dia dan Michael mulai adegan serang menyerang. Summer tidak dapat berhenti tertawa karena yang mereka lakukan adalah bermain suit.
"Kau kalah Cal-pal! Haha! Gadis itu milikku." Ucap Michael tertawa penuh kemenangan. Calum dengan adegan pura-pura terluka dan kesakitan.
"K...kau...t..titan..sialan...temanku akan datang mengalahkanmu!" Ucap Calum. Drama mereka cukup keren. Lalu Luke datang dengan kostumnya juga.
"Calpal! Kau tidak apa-apa?!" Tanya Luke yang sudah berada didepan Calum yang pura-pura sekarat.
"D..Dr.fluke..a..akhirnya kau...da..datang...se..selamatkan gadis itu.." Ucap Calum menunjuk Summer. Luke melihat ke arah Summer yang tengah menahan tawa.
"Baiklah, aku akan menyelamatkannya." Ucap Luke lalu berdiri. "Bersiaplah untuk mati titan!"
"Kau yang akan mati Dr.fluke tidak ada yang dapat mengalahkanku HAHAHA!" Ucap Michael. Summer tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan mereka. Lalu permainan suitpun dimulai. Kini Ashton yang sebagai juri.
"Kau akan kalah titan!" Ucap Luke tersenyum sinis.
"Tidak akan pernah" ucap Michael. Dan akhirnya semua itu dimenangkan oleh Luke.
"Tidak!" Pekik Michael memegang dadanya. "Ba..bagaimana...bisa?" Lalu dia pun jatuh ketanah.
"Nona, semuanya sudah aman." Ucap Luke mendekati Summer. Summer tertawa kecil dan memeluk Luke.
"Terimakasih Dr.Fluke! Kau sudah menyelamatkan nyawaku." Jawab summer tersenyum manis. Seketika wajah Luke memerah. Summer tertawa kecil dan memeluk Luke. Luke tersenyum dan membalas pelukan Summer. "Kau memang pahlawanku Luke Hemmings."
************************************
Setelah kegilaan dari 5 seconds of summer. Waktu menunjukkan pukul 10.30 malam. Mereka memutuskan untuk memasak barbeque, sosis panggang dan beberapa makanan lainnya.
Summer dan Luke yang dibagian memanggang. Calum, Michael dan Ashton dibagian memberi mentega dan menyiapkan makanan. Mum Liz sedang memotret mereka. Tak lupa keluarga Jack ikut membantu sedangkan Ben dan Ayahnya bagian platting. Benar-benar suasana yang menyenangkan.
Makanan sudah siap dan waktu menunjukkan pukul 11.30 malam. Makanan sudah tersajikan dimeja makan, lampu malam menyinari halaman belakang kediaman hemmings. Semuanya sudah duduk ditempatnya. Berbincang-bincang sambil menyantap hidangannya. Tidak ada kesedihan yang mereka tunjukkan.
"Summer..." bisik Luke. Summer melihat Luke dengan tatapan bertanya. "Ke danau itu yuk." Bisiknya.
"Hee? Tapi Lu-"
"Kumohon..." ucap Luke memelas. Summer menghela napas dan mengangguk. Luke tersenyum lebar.
"Mum, Dad, aku dan Summer mau pergi keluar." Izin Luke.
"Hati-hati dijalan. Jangan lupa pakai jaket kalian." Ucap Liz. Heh? Mendapat izin dengan mudah? Pikir Summer. Luke hanya menjawab dengan anggukan. Mencium pipi Liz dan menarik Summer keluar.
"Luke, auntie liz bilang kau harus pake jaket!" Keluh Summer melihat pakaian Luke. Kaos hitam polos dab celana 3/4 dan topi diarahkan kebelakang.
"Tidak apa-apa, aku ini kuat. Justru aku mengkhawatirkanmu. Walaupun kau pake sweater tapi celanamu pendek Summer Wang." Ucap Luke menggelengkan kepala lalu merangkul Summer.
"Tapi aku tidak apa-apa Luke Hemmings." Ucap Summer. Luke mendecak lidah lalu melihat Summer.
"Kau ini keras kepala ya." Jawabnya sambil mengusap rambut Summer yang terurai. Summer hanya tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Luke.
Perjalanan mereka ke danau pertama kali mereka bertemu hanya memakan waktu 15 menit.
"Sepi seperti biasa." Ucap Luke tersenyum lebar. Summer hanya mengangguk dan menarik Luke ke danau itu.
Mereka pun duduk ditempat awal mereka bertemu. Memandang indahnya pantulan cahaya bulan dari danau sehingga terlihat berkilauan.
"5 menit lagi tahun baru." Ucap Luke merangkul Summer. Summer mengangguk dan menyandarkan kepalanya di dada Luke. Hening untuk beberapa saat. Keduanya menikmati indahnya pemandangan di depan mereka.
"Luke...a-"
"Terimakasih." Ucap Luke pelan. Summer menatap Luke bingung. "Terima kasih kau sudah menerimaku apa adanya, terima kasih kau mau menjadi penyemangatku, terima kasih karena membuat hidupku lebih bermakna, terima kasih untuk segalanya. Terimakasih Summer Wang." Lanjutnya lembut walau suaranya sedikit tercekat. Summer terdiam dan memeluk Luke erat.
"Jangan berterimakasih Lukey, aku sayang kau. Rasa cinta ini yang membuatku bertahan. Aku memang mencintaimu dan aku benar-benar menerimamu apa adanya."
"Aku ingin kau bertahan, aku ingin kau dapat melewati ini semua. Jujur aku takut kehilanganmu. Tapi aku harus memberi semangat padamu. Jadi semangat lah dan terus bertahan agar kita dapat bersama selamanya." Ucap Summer yang kini sudah menitikkan air mata. Dengan sigap Luke mengusap air mata yang jatuh ke pipi Summer.
"Aku akan berjuang. Terima kasih. Aku mencintaimu." Ucap Luke tersenyum dan mendekatkan wajahnya.
"Aku juga mencintaimu, berjuanglah." Jawab Summer memeluk leher Luke. Jarak wajah mereka hanya beberapa centimeter saja. Dahi mereka bertemu, lalu hidung mereka dan akhirnya bibir mereka yang bertautan satu sama lain. Tidak ada hawa napsu diantara mereka, yang ada hanya kelembutan dan kasih sayang yang disalurkan satu sama lain. Suara kembang api yang meledak mulai berbunyi. Keduanya melepas pagutan bibir mereka dan melihat ke arah langit.
"Happy New Years and Happy Anniversary Summer Hemmings" bisik Luke lembut tepat ditelinga Summer. Summer tersenyum dan memeluk Luke.
"Happy New years and Happy Anniversary too Luke Hemmings."
Ba ha ha chapter ini akhirnya posted juga. Senangnya :'v
Terimakasih sudah membudayakan vote dan comment. Aku senang karyaku dihargai ^^
YOU ARE READING
Amnesia [Luke Hemmings] [5SOS]
FanfictionLuke Hemmings, seorang remaja berumur 17 tahun yang memiliki penyakit gagal jantung. Semenjak dia mengetahui bahwa dia memiliki penyakit yang mematikan itu, dia berubah menjadi pendiam dan tidak banyak bicara. Terkadang dia berpikir lebih baik dia m...
![Amnesia [Luke Hemmings] [5SOS]](https://img.wattpad.com/cover/14191905-64-k760696.jpg)