Summer masih memandang ponsel milik Ashton yang berisikan obrolannya dengan Luke. Apa benar Luke memiliki pemyakit Jantung?
"Summer, maaf ya lama aku ha... Apa yang kau lakukan dengan ponselku?" tanya Ashton yang ternyata sudah berada di dalam mobil. Summer terkejut dan dengan cepat dia mengembalikan ponsel Ashton ke bupet.
"Ah....uhm......No....nothing" jawab Summer gugup. Ashton mengerutkan keningnya.
"Ah okay then" ucap Ashton yang tidak terlalu mempermasalahkannya. Lalu dia pun menjalankan mobilnya kembali ke rumah.
"Ashton" panggil Summer
"hmm?"
"Tadi kau beli apa di apotik?" seketika Ashton terkejut dan menjadi gugup mendengar pertanyaan Summer. Tetapi dia pun kembali seperti biasa.
"Hanya vitamin. Memangnya kenapa?" tanya Ashton. Summer menggeleng.
"Tidak apa, hanya bertanya." jawab Summer lalu melihat keluar melalui kaca mobil. Mobil Ashton pun kini memasuki kawasan komplek rumahnya dan hanya beberapa block saja mereka sudah sampai di rumah. Summer segera turun dan masuk kedalam rumah, disusul Ashton yang membawa plastik kecil.
"I'm Home!" teriak Ashton. Summer segera duduk diruang tamu.
"Kenapa terasa sangat sepi ya?" tanya Summer pada Ashton. Ashton mengangkat bahu menandakan dia juga tidak tau.
"Aku akan mencarinya" ucap Summer lalu dia pun naik ke lantai atas. Mencoba mencari Luke di dalam kamarnya. Summer berjalan mendekati pintu bercat coklat dengan gambar pinguin di depan pintu itu. Pintu terbuka sedang, Summer segera bersembunyi di balik tembok dan mengintip ke dalam. Terlihat sesosok lelaki tampan yang sedang terduduk santai sambil memetik gitar sehingga mengeluarkan sebuah alunan lagu. Summer menatap lelaki dihadapannya itu dengan takjub. Dia sangat berbakat pikir Summer. Lelaki itu berhenti bermain dan melihat ke arah Summer. Summer terkejut dan dia bersembunyi di belakang tembok.
"Summer? Is that you?" panggil lelaki itu. Summer menelan ludahnya, matilah dia ketauan. Summer pun masuk kedalam kamar itu sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Haha ternyata benar. Kau sudah pulang?" tanya lelaki itu. Summer hanya mengangguk. Jujur dia ingin lari dari ruangan itu sekarang juga.
"Ayo sini duduk, kau ini kenapa?" tanya lelaki itu sambil tertawa. Summer pun duduk disebelah lelaki itu.
"I'm fine Luke" ucap Summer tersenyum. Luke mengangguk dan membalas senyuman Summer.
"Oya, kau bisa main gitar?" tanya Summer sambil menunjuk gitar yang berada di belakang Luke. Luke mengambil gitar itu dan mengangguk.
"Keren!" ucap Summer antusias. "Kau harus mengajariku" Luke tertawa kecil melihat Summer yang sangat antusias.
"Aku akan ajarkan kau nanti. Nah sekarang aku ingin bertanya. Bagaimana tadi acaramu dengan Ashton?" tanya Luke.
"Menyenangkan! Ashton membawaku ke sebuah taman bunga. Aku tidak pernah tau kalau di Sydney ada juga sebuah taman seperti itu." jawab Summer antusias. Luke tersenyum kecil.
"Syukurlah kalau kau senang." ucap Luke pelan, tangannya kini kembali bermain di senar-senar gitar. Menciptakan sebuah alunan lagu yang indah.
"Nyanyikan lagu untukku ya?"
"Okay, tapi suaraku tidak terlalu bagus. Kau ingin lagu apa?"
"terserah kau saja Lukey"
"uhm okay"
Luke mulai memetik gitarnya dan diapun mulai menyanyikan lagu untuk Summer.
Life's a tangled web
YOU ARE READING
Amnesia [Luke Hemmings] [5SOS]
FanfictionLuke Hemmings, seorang remaja berumur 17 tahun yang memiliki penyakit gagal jantung. Semenjak dia mengetahui bahwa dia memiliki penyakit yang mematikan itu, dia berubah menjadi pendiam dan tidak banyak bicara. Terkadang dia berpikir lebih baik dia m...
![Amnesia [Luke Hemmings] [5SOS]](https://img.wattpad.com/cover/14191905-64-k760696.jpg)