19

3.3K 257 10
                                        

Summer membawa mangkuk bubur dan segelas air mineral untuk Luke. Dia memasuki kamar Luke dan meletakkan mangkuk dan gelas di meja kecil disebelah Luke. Summer melihat Luke yang masih tertidur lelap.

"Lukey, wake up" ucap Summer menggoyangkan tubuh Luke pelan. Tidak ada respond dari Luke.

"Lukeey, wake up. You need some breakfast" ucap Summer lagi masih menggoyangkan tubuh Luke. Luke menggeliat pelan dan matanya kini terbuka.

"I'm dizzy" ucap Luke pelan sambil memegang kepalanya. Summer mengambil makuk dimeja dan mulai mengaduk bubur itu.

"Kau makan dulu ya, nanti minum obat dan tidur lagi" ucap Summer. Luke pun merubah posisinya menjadi duduk dan menyenderkan tubuhnya menggunakan bantal. Summer menyuapi Luke makan.

"Pahit" keluh Luke pelan.

"Sabar ya, satu suap lagi okay?" bujuk Summer sambil menyodorkan sendok berisi bubur. Luke hanya mengangguk dan memakan suapan terakhirnya itu.

Summer tersenyum. "Good boy" ucapnya dan kini tawa kecil keluar dari mulutnya.

"Hey! i'm not 5 years old okay?" keluh Luke lagi. Tawa Summer meledak, melihat Luke yang protes. "Not funny Ms.Wang"

"Hahaha okay sorry haha"

"Summer!"

"haha okay okay i'll stop"

"You still laughing Summer. I'll give you the pu... ugh my heart" Luke mengerang kesakitan sambil mencekram dadanya. Kini Summer benar-benar berhenti tertawa.

"Ya tuhan Lukey! are you okay?" tanya Summer mengusap punggung Luke. Luke masih mengerang kesakitan, jantungnya berdetak tidak karuan dan jantungnya merasa tertekan mengenai tulang rusuknya.

"O...obat...hhh...Su...mmer...Obat.."

Summer segera mengambil obat dan menyiapkan 4 butir obat untuk Luke. Summer sangat panik melihat Luke yang terlihat sangat kesakitan. Rasanya dia ingin membawa penderitaan itu pergi. Tetapi ia tidak bisa. Summer segera memberikan ke-empat butir obat itu pada Luke. Dengan cepat Luke meminum ke-empatnya lalu Summer memberikan satu gelas air mineral dan Luke segera meminumnya.

"Better?" tanya Summer. Luke hanya mengangguk pelan. Tubuhnya juga berkeringat banyak. Summer sangat sedih melihat lelaki didepannya ini menderita. I wish i can take your pain away Luke Hemmings

"keringatmu banyak sekali." ucap Summer mengambil handuk kecil dan mengelap keringat Luke.

"Summer"

"hmm?"

"Kalau aku mati apa kau akan datang ke pemakamanku?" tanya Luke pelan. Summer terkejut mendengar ucapan Luke yang tiba-tiba dan secara tidak langsung membuat Summer semakin takut dan tidak ingin kehilangan lelaki dihadapannya itu.

"Apa maksudmu Luke? Jangan berbicara yang aneh-aneh" ucap Summer mencoba tidak memperdulikan apa yang Luke ucapkan tadi.

"Aku seri-"

"Stop it Luke. Jangan buat aku semakin takut untuk kehilangan kau" ucap Summer memotong perkataan Luke. Dia tidak ingin kehilangan Luke, sumpah dia akan melakukan apapun demi Luke sembuh.

Luke mendudukan badannya dan menggenggam tangan Summer. "Look at me Summer" Summer tetap menunduk mencoba menyembunyikan air mata yang sudah mengalir.

"Summer" panggil Luke lembut. Summer tetap menunduk. Luke mengangkat dagu Summer sehingga kini mata coklat milik Summer bertemu dengan mata biru milik Luke.

"Hey why you crying? Dont cry please" ucap Luke lembut dengan gentle dia menghapus air mata dengan ibu jarinya. "Apakah perkataanku membuatmu tersinggung?"

"Sangat." ucap Summer dingin. Luke menghela napas.

"You know, actually i...." Luke menarik napas. "i had a crush on you" lanjut Luke. Summer membulatkan matanya. Luke menggenggam tangan Summer lembut. "Aku tau ini terlalu cepat"

"Luke, are you...really had a crush...on me?" tanya Summer pelan. Luke mengangguk. Kini sebuah senyuman terukir di wajah Summer.

"I Love you more Luke" ucap Summer menangkup pipi Luke. Luke tersenyum kecil.

"Tapi, aku tidak ingin kau terluka Summer. Lebih baik kau menghapus perasaanmu padaku. Ashton.... lebih baik untukmu" ucap Luke sambil melepas tangan Summer dari pipinya.

"Wh...what? Why?"

"I....I just cant Summer." Ucap Luke pelan. Summer menggeleng cepat.

"No Luke you cant. We can through this together" ucap Summer pelan. Luke terdiam memikirkan perkataan Summer tadi.

"I dont know Summer i'm confused"

                                                       **************

Waktu menunjukkan pukul 3 sore, Summer dan Ashton sedang pergi ke supermarket.

"Terigu sudah, telur sudah, daging sudah, roti sudah. Apalagi ya Ash?" tanya Summer sambil mengecheck belanjaannya.

"Kita masak Sushi besok bagaimana?" usul Ashton sambil memutar-mutar sumpit ditangannya.

"Boleh.. Hey darimana kau dapatkan sumpit itu?" tanya Summer menaikkan alisnya.

"Oh, entahlah aku lupa mungkin saat kita melewati tempat sendok dan piring"

"Kau aneh"

"Kau lebih aneh. Sudahlah ayo kita beli bahan untuk membuat Sushi" ajak Ashton mendorong troll yang berisi belanjaan milik mereka. Summer mengambil bahan-bahan yang dia butuhkan dan meletakkanya di troll.

"Summer, kau suka Luke yaa?" tanya Ashton.

"Yeah aku menyukainya. Bahkan rasa suka itu berubah menjadi rasa sayang. Memangnya kenapa?"

"Oh tidak, hanya bertanya. Bagaimana dengan Luke?"

"Dia bilang dia mencintaiku tetapi dia ingin aku menghapus perasaanku padanya" ucap Summer menghela napas dan mendorong troll itu.

"Dia tidak ingin saat dia pergi kau akan sangat kehilangannya" ucap Ashton.

"Aku tau. Tapi aku percaya dia akan sembuh Ash. Aku akan membantunya sebisaku." ucap Summer pelan.

"Aku akan membantumu Summer. Aku yakin dia juga tidak tahan untuk memendam perasaannya itu. Cepat atau lambat kalian pasti akan menjadi sebuah pasangan" ucap Ashton sambil sedikit menggoda Summer. Sebenarnya dalam hatinya dia sangat hancur. Tapi dia tidak akan menunjukannya pada Summer.

"Thanks Ash, You're like my brother." ucap Summer tersenyum dan memeluk Ashton. Ashton tersenyum kecil.

Seandainya kau tau bagaimana perasaanku saat ini Summer. Tapi demi kau dan juga demi sepupuku Luke. Aku harus bisa move on dari kau.




A/N : Hola! x
Sorry this part is kinda suck oh btw
thanks for 2.7k read and 200+ vote
i'm so happy omg. Thankyou so much
love you all muach :*

Amnesia [Luke Hemmings] [5SOS]Stories to obsess over. Discover now