"Hey Summer" sapa seorang lelaki dengan bandana di kepalanya sambil membawa payung besar berwarna hitam. Summer melihat kearah orang itu. Senyumannya pun terukir.
"Ashton, thanks god you're here. Help me!" ucap Summer cepat. Ashton meletakkan payung hitamnya.
"Bagaimana keadaan Luke?" tanya Ashton sambil memegang dahi Luke.
"Suhu tubuhnya sangat panas. Tadi dia juga sesak napas" ucap Summer sambil mengusap rambut blonde milik Luke.
"I'm...fi..ne" ucap Luke pelan. Ashton menggelengkan kepalanya cepat.
"No mate you're sick. Cmon, let me help you" ucap Ashton mencoba membantu Luke jalan. Tetapi Luke menepis tangan Ashton sedikit kasar.
"I told..you..that...i'm...fine" ucap Luke menekan kata-katanya.
"Luke, kita pulang ya." ucap Summer cepat. Dia tidak mengerti ada apa dengan Luke dan Ashton. Luke mengangguk pelan. "Aku pinjam dulu ya payungnya nanti aku yang jem-"
"Biar aku saja Summer. Kau yang tunggu disini. Cmon bro" ucap Ashton merangkul Luke sambil memegang payungnya lalu membantu Luke jalan ke dalam mobil. Summer terdiam melihat kedua saudara itu. Mereka sebenarnya terlihat seperti anak kembar.
"Aku sudah bilang kalau aku baik-baik saja" ucap Luke dengan napas yang tidak beraturan.
"Kau masih bilang kalau kau baik-baik saja? Pikirkan kesehatanmu bro. Sekarang kau masuk kedalam mobil dan istirahat." ucap Ashton membantu Luke masuk kedalam mobil. Luke kini duduk di dalam mobil melihat Ashton yang menjauh darinya dan mendekat pada Summer. Entah apa yang mereka bicarakan lalu Summer dan Ashton kini berjalan mendekati mobil milik Ashton.
"Thanks Ashton" ucap Summer lalu masuk kedalam mobil. Summer mengambil jok belakang sama dengan Luke.
"Bagaimana keadaanmu? Lebih baik?" tanya Summer menatap Luke dengan cemas. Luke hanya mengangguk sambil menghisap inhaler miliknya.
"Guys aku membawa selimut. Pakailah, aku tau kalian berdua kedinginan" ucap Ashton yang baru masuk ke kursi kemudi. Summer mengambil dua buah selimut di jok paling belakang.
"Kamu pake ini ya? I dont want you getting more ill" ucap Summer sambil memberikan sebuah selimut pada Luke. Luke menerima selimut pemberian Summer dan memakainya. "Lebih baik kau tiduran disini." lanjut Summer sambil menepuk pahanya.
Luke menatap Summer dengan tatapan bingung. Kenapa dia sangat.. Peduli? pikir Luke. "Ayolah Luke. Kau harus banyak istirahat" ucap Summer.
"Tidak perlu" ucap Luke datar.
"Ayolah Luke, aku ingin kau banyak tiduran." ucap Summer pelan.
"aku baik-baik saja"
"Berhentilah berbicara kalau kau baik-baik saja. Faktanya kau Tidak Baik-Baik Saja Lukey" jawab Summer jengkel.
"Summer kau tidak mengerti" ucap Luke sambil melihat keluar jendela mobil.
"Hey berhentilah bertengkar, Summer berhentilah memaksa dan Luke berhentilah berpura-pura kalau kau sehat. Kau itu sedang demam." ucap Ashton yang akhirnya angkat bicara. Luke mendelik pada Ashton. Apa salahnya dengan Demam?
"Lukey, please..." ucap Summer dengan nada memohon. Luke akhirnya menyerah dan dia menaruh kepalanya di paha Summer. Summer tersenyum senang lalu mengusap rambut Luke lembut.
"Kau tidur ya? Nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkan kau" ucap Summer lembut. Luke hanya mengangguk dan memejamkan mata memulai memasuki alam mimpi.
YOU ARE READING
Amnesia [Luke Hemmings] [5SOS]
FanfictionLuke Hemmings, seorang remaja berumur 17 tahun yang memiliki penyakit gagal jantung. Semenjak dia mengetahui bahwa dia memiliki penyakit yang mematikan itu, dia berubah menjadi pendiam dan tidak banyak bicara. Terkadang dia berpikir lebih baik dia m...
![Amnesia [Luke Hemmings] [5SOS]](https://img.wattpad.com/cover/14191905-64-k760696.jpg)