Ketika Shani kembali masuk ke dalam kamar rawat Gracia, gadis alay itu tengah menjalankan aksi ngambeknya pada Okta yang melarangnya memainkan handphone.
"Tuh tuh ci Shani dateng.' tunjuk Okta dengan dagunya sambil menarik paksa hp yang membuat Gracia ngambek sejak tadi.
"Ada apa sih ? kenapa sama kalian ??.' tanya Shani saat sampai di sebelah Okta berdiri sekarang dan melihat dua orang didepannya sama" terlihat kesal.
"Cici ~~masa aku ngak dibolehin main game lagi sih, Okta jahat deh cubit aja tuh dia.' rengek Gracia yang menarik paksa tangan Shani untuk lebih dekat dengannya lalu memeluk perut Shani.
"Apaan sih, kamu kan belum boleh main hp Shania Gracia yang terhormat. Lagian ini mau puncak ah jadi harus ngulang kan' ucap Okta cemberut lalu duduk kembali ke sofa sambil memainkan hp milik Gracia itu.
"Udah Gre, biar Kita yang main dulu' ucap Shani lembut.
"Tapi aku juga mau main game ci, mau push rank lagi"
Kekeh Gracia.
"Kan bisa nanti kalau sudah sembuh'
"Tapi aku maunya sekarang gimana ?"
"Kalau kamu mau pulang dari rumah sakit minggu depan sih silahkan aja Gre.' ucap Shani santai.
"Ish kalian nyebelin ...terus tadi kamu dari mana ? kok waktu aku bangun kamu nggak ada ?.' jutek Gracia.
"Kamu ?"
"Iih ....ci Shani maksudnya aku. Cici dari mana sih ?.' tanya ulang Gracia disertai cemberut.
"Oh ...habis temui papa tadi'
"Papa cici ? Oh, om Dev udah siuman ya ci ?.'
"Iya, papa mau ketemu kamu tadi tapi kamu kan bobonya nyenyak, ngak jadi deh akhirnya.'
"Yah kok gitu. Kalau sekarang aja gimana ? aku mau nengokin papa kamu juga ci, boleh ya ?.' pinta Gracia dengan muka imutnya.
"Ngak bisa Gre, papa musti istirahat jadi papa lagi bobo sekarang'
"Yah ...ngak bisa dong, terus aku ngapain deh sekarang ?.'
Tanya Gracia binggung pada dirinya sendiri.
"Lah kok tanya mau ngapain sih, kamu maunya ngapain ?.' kata Shani yang sudah duduk didepan Gracia yang masih selonjoran di bangsalnya.
"Mau jalan" ci, ke depan yuk bosen keles di dalem mulu, ayok lah jalan' bujuk Gracia sambari menarik narik lengan Shani.
"Kamu yakin mau jalan" ? kan baru sembuh ntar kumat lagi kalau jalan" keluar kan repot mana aku ngak kuat gedong kamu lagi.' cerocos Shani. Gracia di buat speechless dengan perkataan Shani.
"Males deh ci, apaan deh. Males ahh!.' dengan kesal Gracia membanting badannya tidur membelakangi Shani.
"Cie ngambek'
Shani melirik sekilas ke arah Okta yang sibuk ngedumel soal gamenya.
"Otut, Gre ngambek nieh enaknya diapain dia ?.' Shani iseng mengucapkan itu. Shani tahu Okta tengah serius dengan game saat Okta mengucapkan,
"Pukul aja, di pukul, pukul ahh !!!.' teriak Okta.
Shani cekikikan sendiri melihat badan Gracia tegang.
Mampus. ucap Gracia dalam hati.
"Kamu bilang di pukul ya, ta ? pasti ngak mempan pasti masih ngambek dianya kalau yang lain ?.' tanya Shani lagi, padahal mah bukan ditunjukan ke Okta pertanyaan itu.
"Nah itu pakai kan tajem tuh !! ambil bego !!.' teriak Okta.
"Oh suntikan maksud kamu ta, pinter deh.' Shani hanya cekikikan.
