Chapter 6 : Saudara Perempuan dan Surat
At Home
06:00 PM
Bella telah sampai di Rumahnya beberapa menit yang lalu dan kini ia sudah mengganti seragamnya dengan pakaian santai.
Bella meletakkan sup jagung dan sayur yang baru ia masak ke atas meja makan. Tak lama dari itu ia mendengar ketukan pintu. Secepat kilat ia berjalan ke depan dan membuka pintu.
“Kakak, selamat datang!” Bella langsung memeluk wanita itu. Dia adalah saudara perempuan yang lebih tua empat tahun dari Bella. Diara Flora.
“Ah, lepaskan. Aku lelah Bel,” keluh Diara sembari meletakkan koper-koper bawaannya.
“Kakak tidak kangen? Sudahlah aku kecewa.” Bella langsung pergi. Diara langsung terkekeh.
“Aku baru pergi tiga hari. Jangan berlebihan.”
Diara berjalan masuk ke dalam dan tampak terkejut saat beberapa makanan sudah tersaji di atas meja makan.
“Wah, Bella memang adikku yang terbaik. Bagaimana kamu bisa tahu kalau kakak sangat lapar?” ucap Diara langsung mengambil nasi dan beberapa lauk. Bella duduk di sebrang dan menatap kakaknya.
“Memangnya perushaan tempat Kakak bekerja tidak memberi Kakak makan?”
“Jaga bicara mu! BJ Company adalah perusahaan yang besar. Bisa diterima dan mendapatkan posisi yang cukup tinggi bagi Kakak itu adalah sebuah kehormatan.”
“Yah terserah itu.” desah Bella sambil menyiapkan piring untuknya.
“Oh iya Bella. Kakak membelikan oleh-oleh untuk mu. Lihatlah di koper.”
Mendengar itu Bella langsung bergegeas ke depan.
“Kakak benar-benar yang terbaik.” ucap Bella. Ia membuka koper dan melihat kotak cokelat dan diikat pita merah. Tanpa menunggu lebih lama lagi Bella langsung membuka kotak itu dan tepat disana sebuah long dress berwarna abu-abu terlipat dengan cantik.
“Kakak terimakasih. Ini sangat cantik.” Teriak Bella.
“TING TONG!”
Bella tersentak kaget saat tiba-tiba bel pintu berbunyi. Bella langsung membuka pintu dengan perasaan bingung. Siapa yang akan datang malam-malam begini?
“Selamat malam.” sapa orang yang menekan bel. Bella melihat seorang pria berprawakan tinggi dengan pakaian seba hitam di depannya.
“Se-selamat malam. Ada apa ya?” tanya Bella.
Tanpa menjawab Pria itu langsung mengeluarkan sebuah map kertas dan menyerahkannya kepada Bella.
“Ini apa?”
“Silahkan dibuka dan tanda tangani bagian ini.” ucap Pria itu. Bella langsung membaca sebuah surat di dalam map kertas itu.
“Surat perjanjian menjadi budak dalam sebulan? Em.. ini maksudnya apa ya?” Bella semakin bingung setalah membaca surat tadi.
“Ini adalah surat perjanjian dengan Tuan Argahi Zian Aileen dan dia yang menyuruh saya mengirim surat itu kepada Nona.”
Mendengar nama Zian. Bella semakin bingung. Lalu tiba-tiba smarthphonenya berbunyi yang menandakan ada pesan masuk.
From : xxx06041997
Cepat tanda tangan dan jangan membuang waktuku!
Bella kesal setalah membaca pesan singkat itu. Jelas sekali ia tahu siapa yang mengirim pesan itu.
“Bella siapa yang datang?” teriak Diara dari dalam. Bella kelabakkan. Ia takut Kakaknya tahu masalah ini, tapi di sisi lain ia harus memikirkan masalah surat perjanjian itu.
Bella melihat Diara yang mulai berjalan mendekat. Bella menutup matanya sejenak sembari menarik napas panjang.
“Berikan pena itu!” dengan gerakan cepat Bella menandatangi surat itu dan langsung menutup pintu setelah menyerahkan surat itu kembali. Biarlah tidak sopan. Ia akan meminta maaf kepada Pria itu nanti.
“Bella? Siapa yang datang?”
“Oh i-itu, ah teman. Iya teman kelas!” Bella menatap ke arah lain, tak berani menatap mata Diara.
“Lalu kenapa tidak disuruh masuk?” tanya Diara lagi.
Bella terdiam. Ia jelas sekali akan ketahuan berbohong. Alasan apalagi yang akan ia katakan.
Diara mendengus napas. “Ya sudah, ayo kita kembali makan.”
“Kak Diara!” panggil Bella tiba-tiba. Diara kembali menoleh dengan tatapan seolah berkata. Apalagi?
“Apa aku boleh membeli handphone baru?”
***
Sementara itu di dalam sebuah mobil tampak seorang pria duduk di sana. Dia adalah Zian yang dari tadi hanya menonton. Tak lama dari itu datang Pria yang lain masuk ke dalam mobil yang sama.
“Dia menandatanganinya.” ucap Pria itu. Zian hanya menoleh sekilas sambil tersenyum tipis.
“Tapi Tuan, apa ini tidak berlebihan. Sepertinya dia sangat kesal dan terganggu.”
Mendnegar itu lantas Zian langsung menoleh sepenuhnya.
“Jangan ikut campur Simon. Kamu tidak mau aku menghajar mu di sini kan? Jadi cepat jalankan mobil!” ucap Zian dingin.
“Ma-maafkan saya Tuan.” ucap Simon lalu dengan cepat menyalakan mesin mobil dan menjauhi kediaman Bella.
***
Halo semuanya. kita bertemu lagi setelah satu minggu lebih. saya telat update untuk chap ini. karena Nana tu lagi sakit dan sekarang pun masih sakit. ditambah lagi kuota habis. huhuhuhu
oh iya seperti biasa jangan lupa klik vote comment dan follow.
Nana juga bikin ff lho. ayo mana yg chanyeol shiper. Judulnya adalah Winter with the Red Thread! Hoohohohoho Exo exo yah, liat aja di akun aku ya dan jangan lupa vote koment.
sampai jumpa di chap berikutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
TIME BLITZ
Teen Fiction[TAMAT] Bella baru saja menjadi salah satu siswa di sekolah ternama di Jakarta. SMA Bakti Jaya yang banyak mendapat sorotan karena banyaknya prestasi. Namun di hari pertamanya pun, ia sudah mendapatkan masalah dan terlibat dengan Blitz. Salah satu...
