Halaman 22 (Mature)

3.9K 189 2
                                        

Andrew menatap Ruth yang terlihat menggoda dengan mantel mandi dan rambut yang basah. Andrew menahan tangan Ruth di atas piano menggunakan kedua tanggannya.

"Aku siap jika kau segera memulainya dengan cepat."

Andrew tidak tahu harus berkomentar apa. Lekuk tubuh sempurna Ruth membuat setiap anggota tubuhnya diam tak berkutik. Wanita itu melumpuhkannya dengan mudah. Ia ingin membuat pengalaman pertama semenyenangkan mungkin untuk dirinya maupun Ruth yang masih berada di bawahnya.

Rambut cokelat Ruth terlihat berwarna kemerahan seperti api yang memancarkan panas ketika bertabrakan dengan redup lampu yang gelap. Tempat ini terlihat remang-remang dengan satu sumber pencahayaan yang hanya berasal dari perapian dan lilin beraroma terapi, yang di nyalakan di beberapa tempat. Ia tidak bisa mengalihkan matanya dari Ruth saat Andrew sendiri, mencoba untuk menutup jarak di antara mereka. Ruth adalah wanita paling cantik, sempurna, seksi, dan.. begitu menggoda yang pernah dilihatnya. Tubuh Ruth tinggi tapi tidak melewati tubuhnya. Berlekuk dengan indah, di balik pakaian dengan model apapun yang dikenakannya. Helaian mantel mandi yang terbelah, memperlihatkan paha telanjang yang tampak seperti sutra gading yang lembut dan berwarna kecoklatan tapi tidak hitam. Pinggang yang begitu ramping, perut yang rata, dan dada berisi yang sangat indah. Bisa dibayangkan, Ruth adalah mimpi setiap pria.

Ruth melepaskan tangan yang di genggam oleh Andrew. Wanita itu menyentuhnya, lagi-lagi memberinya kesan yang mengejutkan. "Aku akan sangat berterima kasih jika kau segera melakukannya, Andrew. Atau aku yang akan memuaskanmu dengan cara apa pun yang kau inginkan, tapi untuk malam ini aku berharap kau segera menyelesaikan apa yang belum kita mulai, Andrew."

Andrew lebih suka cara yang lebih halus dan santai untuk bercinta dengan seorang wanita. Tapi bersama Ruth, ia melakukan segalanya. Dari permainan tergesa-gesa, kasar dan tidak tahu aturan. Andrew melepaskan kemeja kerja yang masih dikenakannya. Membuangnya ke lantai sebelum membuka pengikat mantel yang masih menutupi tubuh Ruth. Tidak peduli apa pun yang terjadi, ia dan Ruth harus menyelesaikan pegalaman ini. Andrew merasakan sensasi aneh di dadanya, ketika mencium bibir Ruth. Cantik, berani dan begitu menggoda.

Andrew menyentuh rambut indah milik Ruth. Ia menundukkan kepalanya dan mencium Ruth dengan sapuan bibir yang lembut dan pertukaran nafas yang sangat cepat dan tidak teratur. Ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya, sampai hanya ada mantel Ruth yang masih melekat di tubuh wanita itu. Ia dapat merasakan Ruth menegang di bawahnya tapi kemudian ketegangan itu menguap, saat tangannya menyentuh tubuh Ruth dari dada hingga turun ke perut Ruth, membawa wajah wanita itu menekan ke lehernya. Andrew dapat merasakan Ruth yang tersenyum di antara kulitnya. "Ini lebih dari baik seperti yang ku bayangkan."

Andrew hampir membalas apa yang diucapkan oleh Ruth, tapi wanita itu terlebih dahulu membungkam mulutnya. Tekanan miliknya di antara selangka Ruth semakin membuatnya tersiksa. Ia ingin segera melepaskan segalanya, membayar segala hal yang masih di tahannya sampai saat ini. Andrew dapat mendengar Ruth mendesis ketika tanpa sengaja senjatanya yang masih berbalut kain, mengenai bagian inti wanita itu. Andrew menjilati tubuhRuth sambil berusaha melelaskan mantel mandi dari tubuh wanita itu. Ia menghirup dalam ketika hidungnya berada beberapa centi dari inti milik Ruth. Bau jeruk manis yang mengkuar dari tubuh Ruth, benar-benar membuatnya melayang. Lebih memabukkan dari bir, lebih membahayakan dari kokain dan lebih menenangkan dari pada batang nikotin.

Andrew meletakkan sebelah tangannya di punggung Ruth, menyusuri lekukan halus di sepanjang tulang punggung wanita itu  dengan jari telunjuknya. Andrew akan membuat catatan di otaknya,  untuk mengunjungu lagi zona erotis itu.

Andrew menangkupkan tangannya ke bagian belakang kepala Ruth, memberikan tekanan lembut pada bibir mereka dan menuntun wanita itu pada posisi yang lebih menyenangkan. Ia dapat mendengar Ruth yang mendesah saat Andrew memperdalam ciuman mereka, menjilati langit-langit mulut Ruth, dan merasakan betapa manis dan seksinya wanita itu di mulutnya. Andrew membiarkan tubuh mereka meleleh bersama, saling terbuai dengan saling membalas ciuman tanpa jeda.

Ruth seperti hipnotis. Andrew berusaha mencari itu dengan wanita lain, tapi tidak pernah menemukan sesuatu yang begitu menyihir dan menghipnotis seperti Ruth. Ketika Ruth mengerang di mulutnya, Andrew melepaskan seluruh pakaiannya. Mmebiarkan nafsu binatangnya mengambil alih, dan bercinta dengan Ruth dengan cara yang diinginkan wanita itu.

***

Ruth tidak bisa berpikir dengan jernih, dan sensasi yang diberikan Andrew di dalam dirinya terasa begitu intens dan menakjubkan---membuatnya benar-benar kehilangan akal. Ketika pria itu mencium miliknya, Ruth nyaris tidak dapat bernafas dengan baik. Tangan Andrew begitu besar di tubuhnya, terasa lembut tapi dengan keahlian  yang membuatnya merasakan gelombang kenikmatan. Pengalaman bercinta di atas piano, tidak lebih baik dari bercinta di atas ranjang. Saat mulut Andrew melumat miliknya, ia berteriak sambil melengkungkan tubuhnya hingga lidah Andrew semakin masuk dalam dirinya. Ia berteriak oleh ledakan dan sensasi kenikmatan yang menyebar di setiap inci tubuhnya. Ketegangan aneh meningkat dalam dirinya di saat Andrew semakin menciumi miliknya sambil mengendusnya pelan. Dan dengan itu, kebutuhan yang kuat agar Andrew berada di dalam tubuhnya semakin meningkat. Lidah Andrew yang lihai membelai kebutuhan itu hingga terasa memabukkan. Ia mengangkat pinggulnya, membiarkan lidah Andrew semakin menekan klitorisnya. Ruth mendesah dan menjerit jetika pria itu memasukinya. Setiap sarah kesadarannya menguap hilang entah kemana dan hanya berpusat pada titik yang disentuh oleh Andrew. Ia dapat mendengar dirinya sendiri dan Andrew mendesah dan terengah, memejamkan mata sambil menikmati permainan.

Andrew dengan sigap memposisikan miliknya berada dalam milik Ruth. Pria itu menekannya, mendorongnya dengan kuat. Tangan Andrew bermain di dadanya dengan bibir yang terpaut saling mengecup. Andrew semakin mendesak masuk, dan ia sudah licin dan siap untuk pria itu. Andrew kembali mendorong, menyentaknya sehingga membuat otot Ruth menengang. Andrew memegangi pinggulnya, bergerak di atasnya dan menorong lagi ke depan.

"Ini... menyenangkan," kata Ruth kepada Andrew.

Andrew tidak membiarkannya untuk mengambil alih peemainan saat ia berusaha menggapai sesuatu untuk dicakar. Tapi saat Andrew menarik diri dan kemudian menghujam masuk lagi, ledakan kenikmatan terjadi dalam dirinya. Tubuh penuh keringat yang dibayangi dengan cahaya lilin keemasan, membuat Andrew terlihat berkilauan seperti berlian. Ruth dapat merasakan tubuh pria itu yang menegang,  dan hujaman Andrew semakin keras dan dalam dengan kekuatan yang cukup untuk mendorong Ruth pada kenikmatan dunia.

Pandangan Ruth menggelap sampai ia tidak bisa melihat titik terang di perapian. Ia mulai ikut bergerak, mendorong pria itu dengan pinggulnya, menyambut setiap hujaman yang diberikan Andrew terhadapnya. Otot tubuhnya mulai menyentak,  dan menegang saat ledakan kenikmatan menyambar dari ujung kaki hingga ke seluruh tubuhnya. Mereka mencapai puncak kenikmatan bersama, keduanya berteriak puas, dan kemudian jatuh lemas dalam pelukan satu-sama lain. Kulit mereka terasa lembab, nafas keduanya terengah, dengan jantung yang berdetak dengan ritme cepat. Andrew memeluknya lebih erat, menghujaminya dengan ciuman di seluruh wajah dan membisikkan kata-kata yang tak dapat ditangkap dengan jelas oleh pendengarannya.

"Tetaplah bersamaku, Ruth."

Pretty Woman (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang