Cerita ini sudah tamat dan dalam proses revisi sambil repost pelan-pelan jadi kalau ada part yang tiba2 hilang mohon bersabar ya,kesalahan bukan pada layar anda
No Body Perfect
Bagaimana jika kou dijodohkan dengan seseorang yang menyebabkan trauma d...
Beramalah walau hanya dengan selalu klik bintang ,kasih vote and koment karena nyenengin penulis itu juga sebagian dari ibadah hehehe
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seperti gerimis yang salah musim dan turun di bulan April,seperti itu pula gerimis di hati Kanaya,seharusnya ini adalah masa2 terindahnya karena bagi semua gadis, proses lamaran dan kemudian menjadi seorang pengantin adalah saat2 yang paling ditunggu dengan tidak sabar,sesuatu yang dinantikan dengan hati berdebaran dan moment yang akan dilalui dengan penuh kebahagian,kenyataannya semua yang terjadi seperti sebuah kesalahan,yang dari awal penuh drama penolakan diiringi tangis yang memilukan.
Affan hanya bisa menunggu setelah semua usaha yang dilakukan tak membuat cewek itu bergeming,Naya menolak menemuinya saat di rumah dan menghindar saat dicarinya di tempat kerja,kedua orang tuanya juga sudah lelah membujuknya.
Gadis itu tak mengucapkan kata apapun,hanya diam dan terus diam sampai suatu hari...
"tok..tok..tok.."Naya bangun saat pintu kamarnya di ketuk.
"Ini aku Nay.." suara Affan benar2 membuatnya kaget.
"Aku akan masuk.."terlihat handel pintunya terputar membuat Naya spontan meloncat dari tempat tidur megangi pintu kamarnya.
"Apa yang kamu lakuin?"teriak Naya.
"Apalagi yang bisa kulakukan selain ini?"suara khas Affan terdengar olehnya.
"Aku tidak punya pilihan lain kan?jadi tolong biarkan aku masuk atau kou yang ikut aku keluar sebentar,kita harus bicara"lanjutnya membuat Naya memegangi dadanya yang belakangan ini semakin terasa sesak,semakin marah pada ayah yang mengijinkan cowok itu menge tuk kamarnya.
"Karena kou lebih paham soal agama daripada aku,seharusnya kou tahukan,setelah akad nikah itu aku tidak perlu ijin siapapun untuk masuk kamarmu,tapi aku menghargai keinginanmu, jadi tolong,kuharap kou juga bisa sedikit menghargaiku" suara itu lembut tapi begitu menusuk,Naya mengepalkan tangannya kuat2 dengan mata terpejam.
"Nay.."
"Aku yang akan keluar.."potong Naya sedikit berteriak membuat Affan melepaskan handel pintu itu.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,jadi aku akan menunggu di luar"katanya sebelum kemudian kembali ke ruang tamu dan bicara sebentar dengan ayah mertuanya meminta ijin mengajak Naya keluar,hampir 30 menit kemudian Naya keluar dengan mata sedikit sembab,namun tetap cantik dengan setelan pink keunguan.
Affan melajukan mobilnya pelan membawa Naya ke sebuah danau buatan yang dikelilingi pepohonan hijau,menepikan mobilnya di salah satu pinggirannya,Affan membuka kaca jendela membiarkan angin berhembus masuk memberikan sedikit kesegaran di tengah suasana hati mereka yang cukup pelik itu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.