CH5 - BAGAIMANA AKU BISA MENGENALMU?

1.1K 125 7
                                        

"Bagaimana aku bisa mengenalmu Jennie-ya?" Seorang namja yang terduduk di sofa menanyai yeoja yang berdiri menjauhinya.

"Jangan merasa akrab denganku dan memanggilku Jennie-ya Jennieya! Geez!" Jennie merasa kesal akan tugasnya saat ini, ditambah dengan subjek yang harus terus terhubung dengannya.

"Jadi kau benar-benar tak ingat? Couple favorite, kau juga tidak mengingatnya?" Jennie masih tak mempercayai apa yang menimpa Lee Taeyong dan ingin memastikannya.

"Koup... apa yang kau katakan tadi?" sedangkan subjek yang dipertanyai benar-benar tak mengetahui apapun.

"Aa kerokuna~ jadi aku benar-benar menghilangkan ingatanmu. Mianhae, jeongmal mianhae. Aku benar-benar tak sengaja melemparnya sekeras itu. Jolttaero!" Jennie mengangkat tangannya sejajar dengan bahunya seraya membentuk V sign.

"Aku tak mengerti apa yang kau katakan. Cepat beritahu aku bagaimana bisa mengenalmu." Taeyong kembali menagih jawaban dari pertanyaan yang ia lontarkan.

Jennie sedikit berpikir, ia benar-benar tak ingin mengembalikan memori masa lalunya. Ketakutannya untuk tak mengembalikan memori itu jauh lebih besar dari ketakutannya jika harus membohongi dirinya sendiri. Merenung sejenak, kini ia telah memutuskan untuk mengubur ingatan mengerikan itu. Ia tak ingin menceritakannya kembali dan membuat keadaan berubah.

"Aku takut kau mengetahui fakta yang terjadi dan membuatku menjadi wanita jalang. Aku benar-benar membencinya. Maafkan aku untuk menyembunyikan yang sesungguhnya terjadi Taeyong ssi." Sekelibat ingatan menakutkan menyelimutinya, ia membatin permintaan maafnya dan menghela napas bersiap menata kalimat penjelasannya.

"Hah..." Jennie menghela napas.

"Kita saling mengenal saat aku melemparkan bola basket dan mengenai kepalamu. Yah... hanya itu saja. Jadi mulai sekarang kau harus berdiri dengan jarak paling tidak satu meter, denganku. Jangan pernah bertanya yang macam-macam, atau aku akan mematahkan tulang kakimu!"

"Wae?"

"Jangan banyak tanya, lakukan saja."

***

"Jennie-ya! Gwaenchana?" seorang wanita dengan clemek mendatangi sebuah bangku yang berada di pojok ruangan.

"Eung... gwaenchana eonni. Aku hanya sedikit lelah." tak ingin membuat khawatir, Jennie hanya menjawab sekenanya seraya meletakkan kepalanya diatas tekukan tangannya.

"Wae? Jangan menyembunyikan sesuatu pada kami." seorang namja dengan warna clemek senada mendatangi dua orang yang sedang berbincang itu.

"Aniya~ aku hanya sedikit lelah, biarkan aku bermalam disini eung!" Jennie mulai merengek.

"Ya!! Oppa dan eonnimu ini mengkhawatirkanmu yang jarang tertawa saat ini."

"Terserah kalian saja, aku benar-benar dalam keadaan yang sangat baik. Jadi berhentilah menanyakan apakah aku baik-baik saja atau tidak."

Perdebatan ketiga orang itu selesai setelah Seulgi mengalah membiarkan Jennie tertidur disana. Sebenarnya jika bukan karena harus tidur di rumah besar Taeyong ia tak akan merepotkan Seulgi dan Taeil dengan merengek meminta tidur di ruangan cafe. Sedikit banyak, kebenciannya pada Lee Taeyong membuatnya terus berjaga jarak pada namja itu. Ia tak habis pikir, namja pintar seperti itu juga bisa melakukan suatu hal yang sangat memalukan.

Pagi ini kelas Professor Jang berjalan dengan lancar. Jennie segera bergegas menuju perpustakaan untuk mencari referensi tugas yang harus dikumpulkannya minggu depan. Menelusuri tiap rak yang berjejer kini Jennie berhasil menemukan buku yang ia cari. Ia mengambil buku itu tepat saat seorang dari arah berlawanan juga menarik buku yang sama.
Mereka saling menarik buku yang sama, selama beberapa detik dan Jennie melepaskannya. Orang dari arah berlawanan itu menarik dengan keras hingga jatuh ketika Jennie melepaskan buku itu begitu saja.

"Ya!"

"Puahaha.... Mianhae Doyoung-ah." Bukannya membantu berdiri Jennie hanya mentertawakan namja yang baru saja terjatuh itu.

Dua orang bermarga Kim itu terduduk di kursi cafetaria. Dua gelas minuman telah terhidang di atas meja mereka. Jennie menyalahkan Doyoung yang menyelinap memasuki perpustakaan Universitas Hanyang. Namun tentu saja subjek yang disalahkan memiliki argumen tersendiri karena memiliki kartu anggota perpustakaan.

Jisoo, Lisa dan Chaeyoung menghampiri temannya yang terlihat sedang berbincang di bangku cafetaria. Mereka saling memperkenalkan diri karena ini merupakan kali pertama mereka bertemu dengan orang asing yang bukan berasal dari Universitas yang sama. Tak memerlukan waktu yang lama bagi mereka untuk saling mengakrabi karena Doyoung yang sangat mudah bergaul dengan siapapun.

Pembicaraan mereka terpotong ketika pria berpiercing yang kerap disapa Ten mendatangi mereka "Jennie, Taeyong hyeong memanggilmu."

Jennie hampir melupakan tugasnya, tanpa banyak protes ia mengikuti namja berpiercing yang memanggilnya. "Wae? Apa lagi?"

"Ani, aku hanya ingin kau menemaniku berjalan-jalan."

"Jadi kau meminta temanmu itu menyeretku hanya untuk berjalan-jalan?" Jennie semakin mengeraskan suaranya begitu tau hal tidak penting yang harus ia lakukan.

"Kau ini raja atau apa, seenaknya menggangguku hanya untuk jalan-jalan!" Jennie berkacak pinggang merampungkan keluhannya.

Tanpa memerlukan persetujuan, Taeyong menyeret tangan Jennie. Memaksa yeoja itu menuruti keinginannya. "Jangan banyak bertanya, ikut saja!"

+000+

MOON LOVERSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang