"Kenapa kalian semua menyembunyikan ini dariku?" Taeyong terlihat marah setelah acara reuni selesai.
"Pertama-tama kita pulang dulu hyeong. Aku akan jelaskan semuanya." Ten mencoba meredam amarah Taeyong dan mengajaknya pulang sementara ia meminta Lisa untuk mengantar Nayeon pulang.
Taeyong benar-benar terdiam selama perjalanan pulang ke rumahnya. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya semenjak melihat video tak terduga itu. Ten yang mengemudi juga tak ingin membuka mulutnya. Ia takut kata-kata yang ia keluarkan justru akan membuat Taeyong semakin marah.
"Hyeong, jadi sejak ingatanmu kembali kau lupa semua hal yang kau lakukan saat kau kehilangan ingatanmu?"
"Ten, jika aku mengingatnya aku tak akan menanyaimu."
"Hyeong, aku tak tau harus memulainya dari mana. Tapi dia tak ada disini terakhir aku mendapat info dia pergi ke luar negeri, sudahlah lupakan apa yang pernah terjadi dan fokuslah pada apa yang ada di depanmu."
"Dia ada di sini Ten! Aku melihatnya beberapa hari yang lalu. Dia membawa seorang anak Ten, seorang anak!" Taeyong tak bisa menyembunyikan matanya yang telah berkaca-kaca.
Ten terdiam, ia tak pernah menyangka jika Taeyong telah bertemu dengan Jennie terlebih dahulu sebelum mereka membicarakannya. Ia tau Jennie mengandung saat itu. Yang ia tau, wanita itu tak pernah dekat dengan pria lain selain pria yang tengah menatapnya.
"Kenapa kau diam? Apa kau juga mau menyembunyikan keadaannya saat ia pergi dulu?"
"Hyeong, aku tak bermaksud melakukannya. Aku sempat mencegahnya menggugurkan kandungannya, tapi aku juga tak yakin apakah dia telah menikah atau belum saat itu hyeong. Tenangkan dirimu."
"Dalam tiga hari berikan aku alamat rumahnya saat ini Ten. Kau harus mencarinya!"
"Baiklah aku akan mencarinya hyeong, tapi tolong jangan membuat keributan saat kau telah mendapatkan semua jawaban yang kau inginkan."
***
Libur telah berlalu, kini Jennie memulai aktivitasnya kembali dengan kegiatan yang sedikit berbeda dari biasanya. Pagi ini ia membawa Ella menghadiri kelasnya untuk pertama kali. Ia tau Ella akan kesulitan berkomunikasi dengan teman-teman seumurannya dan telah membicarakan kendala bahasa putrinya pada guru TK Ella. Jennie keluar dari mobil dengan setelan jas hitam, celana panjang hitam dan heels berwarna hitam. Sementara Ella telah ia dandani dengan seragam sekolah dan rambut yang dikucir kuda.
"Annyeonghaseyo~" beberapa guru telah menyambut kedatangan mereka.
"Ah nde anyyeonghaseyo,~" Jennie membungkuk dan meminta Ella melakukan hal serupa.
Ella membungkuk seraya mengatakan salam "Annyeonghaseyo."
"Aigoo pintarnya." Beberapa guru memuji .
"Ella, mom will pick you up after the class. Okay?"
"Okay mom."
Jennie berpamitan dengan ibu guru dan melanjutkan perjalanannya menuju kantor. Ia sengaja memiih sekolah yang tak jauh dari kedai supaya jika ia sedang kerepotan dengan pekerjaan, Seulgi yang akan menjemput putrinya. Pikirannya bukan berdasar intuisi, ia telah memikirkannya matang-matang. Karena tidak mungkin mencari sekolah di kawasan kantornya. Tak akan ada tempat untuk putrinya di kantor walaupun ia bisa menjemputnya.
***
Seorang pria mengunjungi dokter psikologi. Ia mengeluh sering berhalusinasi dan tak tau apakah halusinasinya benar-benar terjadi sebelumnya. Walaupun telah mencoba mendiamkannya, tapi tetap saja hal itu mengganggunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOON LOVERS
Ficción histórica>> Season 1 Seorang gadis terbangun di masa Joseon dengan tubuh gemetar setelah mengetahui takdir pasangannya yang telah tercatat dalam sejarah. Dalam perjalanan untuk mengubah takdirnya, ia bertemu dengan seorang pemuda Goryeo yang terdampar di te...
