>> Season 1
Seorang gadis terbangun di masa Joseon dengan tubuh gemetar setelah mengetahui takdir pasangannya yang telah tercatat dalam sejarah. Dalam perjalanan untuk mengubah takdirnya, ia bertemu dengan seorang pemuda Goryeo yang terdampar di te...
"Ratuku, aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat." Raja mengunjungi paviliun Ratu untuk menjemputnya.
"Yang Mulia, anda ingin mengajak hamba pergi kemana hingga repot mengunjungi hamba."
Yang Mulia Raja membawa Permaisurinya berjalan melewati halaman paviliun. Ia mengajak isterinya berjalan menuju sebuah danau yang terletak di tepi istana. Tentu dengan diiringi dayang dan kasim yang selalu setia melayani mereka. Lee San mengajak isterinya menaiki sebuah perahu.
"Yeonhui-ya jangan terlalu formal dihadapanku. Ini membuatku merasa tidak nyaman."
"Ah ye jeonha~"
Jennie kembali menunduk, sepertinya ia tidak bisa menatap Yang Mulia Raja sejak apa yang ia lakukan hari itu. Raja mencoba mengusili isterinya yang terlihat malu.
"Yeonhui-ya kita sudah sampai." Lee San menghentikan mendayung perahu kecilnya.
"Ye?" Jennie mendongak, ia bingung dengan perkataan suaminya. Mereka masih berada di tengah danau, sementara Yang Mulia Raja mengatakan jika mereka telah sampai.
Lee San mengulungkan tangannya pada isterinya, mengajaknya bangun dari duduknya. Jennie menerima uluran tangan suaminya. Ia berdiri dan hendak menanyakan maksud perkataan suaminya.
Yang Mulia Raja mencondongkan tubuhnya agar keseimbangan perahu terganggu. Ia terus-terus mundur hingga Permaisurinya bingung untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Jennie terpojok, jika ia berjalan maju mendekati Yang Mulia Raja perahu akan oleng. Namun, jika ia berjalan mundur itu juga tidak akan mengembalikan keseimbangan perahu.
"Jeonha~"
Yang Mulia Ratu hampir terjatuh namun dengan sigap Raja berhasil menyelamatkan permaisurinya dari dalamnya air danau. Keduanya terjatuh dalam perahu.Mereka saling berpandangan untuk sementara.
"Yeonhui-ya~"
"Jeonha~ mianhamnida."
Jennie segera berdiri, namun Lee San mencegahnya "Sstt! Biarkan para dayang dan kasim menikmati pemandangan ini lebih lama lagi."
-000-
"Yang Mulia, kenapa kau memilihku? Bukankah kau menikahiku karena memang sudah diputuskan keluarga kerajaan?" Jennie menyandarkan kepalanya pada bahu Raja.
"Geunyang... meoji? Kau adalah wanita pertama yang mendengarkan keluh kesahku dalam hidupku selain ibuku. Banyak permasalahan yang kualami sejak ayahku harus dieksekusi oleh kakekku sendiri. Mereka semua menentangku, tapi ibuku memberikan hadiah terbaik untukku. Ia memberikan teman hidup yang telah melalui semua kesulitan bersamaku dan aku ingin memberikan kebahagiaan bersamanya di sepanjang sisa umur hidupku." Raja memenggal kalimatnya dan menatap dalam manik mata permaisurinya.
"Orang yang kumaksudkan adalah dirimu Ratuku." Yang Mulia Raja berhasil menyelesaikan kalimatnya, ia memberi sebuah kecupan manis pada dahi permaisurinya.
"Lalu kenapa kau begitu membenciku saat itu, Ratuku?" Ia begitu penasaran alasan isterinya sangat menjaga jarak padanya setelah sembilan tahun pernikahannya hanya karena kehilangan ingatannya.
"Aa~ geugae... saat itu aku terbangun tanpa mengingat satu hal pun dan para dayang mengatakan untuk menemui suamiku. Aku merasa bingung dan kaget Yang Mulia." Jennie sedikit kikuk menanggapi pertanyaan itu.
"Jeongmal?"
"Ye jeonha~ Walaupun aku tidak akan pernah mengingat apa yang terjadi sebelumnya, aku tidak akan pernah menyesali apa yang telah terjadi diantara kita. Yang Mulia~"
Raja memeluk erat permaisurinya. Siluet mereka terlihat jelas dari luar paviliun. Membuat para dayang dan kasim tersenyum dan saling berbisik satu sama lain.
"Junjeong mama~ aku sangat mencintaimu!" Lee San sengaja berteriak mendengar gelagat para dayang dan kasim yang melayaninya.
"Jeonha~ saranghaeyong~"Jennie kelepasan menggunakan dialek masa modern dengan sedikit aegyo.
Mendengar dialek yang begitu asing Lee San terlihat kebingungan "Saranghaeyong? Tadi kau bilang apa Ratuku?"
"Ah pabo!!" Jennie memukul kepalanya sendiri.
"Anieyo Jeonha~ aku mencintaimu." Jennie kini menyilangkan ibu jari dengan jari telunjuknya membuat love sign dan mengacungkannnya pada Lee San.
"Apa lagi itu Ratuku?"
"Ani imnida. Yang Mulia tidak perlu berpikir keras untuk memikirkannya. Hihi~" Jennie tertawa kecil melihat Lee San yang tak memahami apa yang ia lakukan.
Raja menarik tangan Permaisurinya. Merebahkan permaisurinya seraya berbisik "Aku ingin membuat pertunjukan untuk menghibur dayang dan kasim yang sedang berbisik di luar sana."
Raja Jeongjo bersiap mendaratkan bibirnya pada permaisurinya. Namun ia beranjak meniup lilin yang menjadi satu-satunya penerangan disana. Kembali mendekati permaisurinya seraya berbisik kemudian "Tenang saja Yeonhui-ya, aku tidak ingin membuat pertunjukan dewasa untuk menghibur mereka."
"Jeonha~" Jennie memukul kecil lengan Lee San dan tertidur disana.
+TBC+
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Berpelukan~~ ♡
Tinggal menunggu waktu moon lovers ini akan berakhir ㅠ.ㅠ Tapi tenang bukan minggu depan kok 😅 Selamat menantikan next chapter 🙌