CH20 - Apa kau akan terus keras kepala seperti ini?

802 95 26
                                        

“Eomma, let’s buy this.” Ella mendekatkan jari telunjuknya pada snack yang dibungkus dengan gambar Pikachu.

“As your wish.” Jennie mengambil beberapa bungkus Pikachu churros dan meletakkannya ke dalam keranjang belanja.

Selesai berburu beberapa snack ibu dan anak itu berjalan menuju section bahan makanan segar. Ibunya sibuk memilih kue beras sementara anaknya mengekor. Mata anak kecil itu tak beralih dari sosis yang ada di hadapannya. Setelah memasukkan beberapa bungkus tteok, Jennie mengambil beberapa bungkus sosis melihat anaknya terus memelototi bungkus sosis.

Jennie kembali berjalan, sesekali ia memperlihatkan beberapa bahan makanan pada putrinya. Ella akan tertawa melihat beberapa  kepiting yang masih bergerak. Kini ibu satu anak itu tengah menimbang cumi-cumi yang telah dipilihnya.

Tiba-tiba seorang menepuk punggung Jennie “Ige nuguya?” wanita itu mencoba menyapa sebelum menimbang bahan makanan yang ia beli.

Jennie tampak terkejut, namun tetap mencoba mempertahankan ekspresi wajahnya “Ah nde annyeonghaseyo~” sapanya kemudian membungkuk.

“Omo, aku tak menyangka bisa bertemu di tempat seperti ini.”

“Ah ye, mwo…”

“Geundae nuguya?” wanita itu menunjuk anak kecil yang berdiri di belakang tubuh Jennie dan sedikit mengintip.

“Ah, ini putriku Ella.” Jennie membawa tubuh putrinya sedikit maju, anak itu tau apa yang harus ia lakukan dan segera membungkuk.

“Ah, tahun telah berubah kau bahkan sudah punya putri. Annyeong Ella-ya!” wanita itu melambaikan tangannya ke arah Ella.

“Ah jeogi, maaf Ella tak begitu paham bahasa Korea karena dia lahir di Auckland.” Jennie mencoba menjelaskan karena putrinya hanya terdiam.

“Ah jinjjayo? Kalau begitu aku akan menyapanya dengan bahasa Inggris.” Wanita itu berjongkok “Hallo Ella, this is Dara. Just call me grandma.”

Ella menatap wanita yang berjongkok di hadapannya “Grandma~”

“Aigoo~ kiyeowo.” wanita itu kembali berdiri setelah mencubit kedua pipi Ella “Tak kusangka aku akan menua secepat ini. Aku bahkan sudah memasuki umur seorang nenek hahaha…”

“Ah geugeo, Ella masih bisa memanggil Anda imo.” Jennie hanya tersenyum.

“Apa kau hanya berbelanja dengan anakmu? Dimana suamimu?”

“Iya kami hanya tinggal berdua.”

Seorang petugas telah selesai menimbang cumi-cumi yang Jennie beli dan menyerahkannya “Kalau begitu kami duluan. Annyeonghigiseyo~” Jennie membungkuk dan kembali mendorong keranjang belanjanya.

Takut seseorang akan datang Jennie segera mengambil beberapa sayuran. Dalam sekejap ia telah berada di kasir dan bersiap untuk membayar. Ella tetap mengekor di belakangnya takut tertinggal dan hilang seperti saat liburan kemarin.

***

Gemerlap lampu warna-warni menghiasi salah satu bar yang terletak di tengah kota. Hiruk pikuk setiap orang yang lewat malam itu terasa begitu asing. Setelah sekian lama ia pulang, baru kali ini langkah kaki wanita yang masih berusia duapuluhan itu menuntunnya ke arah yang lain dari rutinitasnya. Ia menghirup napas panjang sebelum memasuki pintu.

“Aigoo kenapa aku datang ke sini.”

Wanita itu duduk dan memesan sebotol minuman beralkohol. Seorang bartender memberikan pesanannya. Ia menerima minuman yang telah ia pesan dan membawanya menuju meja lain yang tersedia. Setelah menuangkan minuman ke dalam gelas, ia mulai menegaknya.

MOON LOVERSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang