"Putri Mahkota~ Anda tidak seharusnya pergi berkeliaran seorang diri tanpa membawa seorang pengawal. Ini merupakan hal yang sangat membahayakan." seorang dayang menegur tindakan majikan yang mereka panggil Putri Mahkota.
Gadis itu mencopot sanggul dan beberapa aksesoris yang menempel di kepalanya "Maafkan aku dayang Oh. Aku hanya ingin mencari udara segar."
Semua penghuni istana, mulai dari dayang yang bertugas di dapur sampai dayang yang bertugas di istana raja terus membicarakan tanggal penting yang akan mereka sambut. Tanggal tidur Putra Mahkota telah disiapkan berdasarkan kalender dan perhitungan astronomi lainnya. Tak banyak yang mendukungnya namun juga tak sedikit yang mengkhawatirkan keadaan Putri Mahkota yang masih belum memulihkan ingatannya. Namun ibu suri sekaligus nenek dari Putra Mahkota menginginkan agar prosesi hari tidur Putra Mahkota tetap dilaksanakan mengingat ibu suri yang telah mendambakan untuk segera menimang cucu dari raja.
"Mama~ Anda harus mempersiapkan diri untuk prosesi tidur Putra Mahkota." seorang dayang membimbing gadis yang tak tau apa-apa itu untuk masuk ke area pemandian untuk membersihkan diri.
Merasa risih karena harus dimandikan oleh dayang-dayang yang melayaninya gadis itu memberontak "Aku bisa melakukannya seorang diri, jadi pergilah!"
Peralatan mandi yang digunakan memang tak seperti peralatan modern yang banyak ia temui sebelumnya. Tidak ada sabun, tidak ada shower, yang ada hanyalah kolam mandi berisi air dengan bunga-bunga sebagai wewangian dan garam mandi yang saat ini fungsinya seperti sabun. Walaupun tak tau apa yang harus ia lakukan dengan semua peralatan kuno itu, ia tetap belajar menggunakannya.
Semuanya telah siap, senja telah berganti malam hingga dayang istana bersiap mengantarkan Putri Mahkota menuju tempat yang memang telah dipersiapkan. Mereka berjalan menuju istana kediaman Putra Mahkota. Kini sang Putri Mahkota memasuki tempat tidur, sementara dayang-dayang lainnya menunggu di luar.
Tak berapa lama seorang dengan pakaian kebesaran berwarna ungu dan mahkota yang tersemat dikepalanya tiba "Yang Mulia telah tiba~" kata salah seorang Kasim yang datang bersamanya.
Seluruh dayang mempersilahkan Yang Mulia mereka memasuki tempat peristirahatannya. Putra Mahkota masuk dengan pintu yang dibukakan para dayang, ia terus melangkah maju dan menemukan Putri Mahkotanya yang sedang sibuk membolak-balik sebuah buku.
"Putri~ kenapa kau membaca buku sambil berdiri seperti ini?"
Mendengar seseorang memanggilnya, Putri Mahkota menoleh ke sumber suara. Ia telah menemukan Putra Mahkota berdiri dihadapannya, seketika buku yang sedari tadi dibolak-balik oleh sang Putri terjatuh. Tak hanya terkejut dengan pengelihatannya, sekujur tubuhnya gemetaran. Mulutnya menganga dan ia terus berjalan mundur.
"Putri~ ada apa denganmu?" namja itu melihat istrinya ketakutan.
Putri Mahkota menghentikan langkahnya menyadari tembok telah menghadangnya dari arah belakang "Jangan mendekat!!" ia berteriak meminta namja itu menjauh.
Keterkejutannya saat itu bukan tanpa alasan, ia menyadari siapa namja yang di masa lalu telah memperistrinya "Orang ini... kenapa mempunyai wajah yang sama denganmu? Kenapa aku harus menjadi istrinya di masa lalu? Kenapa?" ia membatin.
Hati Putri Mahkota terus bergejolak mendapati wajah yang tak asing dengan kenyataan yang ia terima saat ini.
"Putri~ ada apa denganmu? Aku tau kau belum memulihkan ingatanmu, tapi bukankah ini keterlaluan jika kau takut melihatku?"
Putra Mahkota berusaha mendekati istrinya, namun Putri Mahkota justru malah menghunus binyeo yang ia kenakan "Pergi!! Kubilang pergi!!"
"Putri!!" Putra Mahkota tetap bersikeras mendekati istrinya, namun gadis itu semakin memperjelas tangisannya dan meringkuk lemah tak berdaya.
"Yang Mulia, kumohon ceraikan aku. Kenyataan ini begitu menyakitkan bagiku." putri mahkota tetap tak bisa menyembunyikan ketakutannya, ia jatuh ke lantai dengan gemetarnya.
+000+
KAMU SEDANG MEMBACA
MOON LOVERS
Ficción histórica>> Season 1 Seorang gadis terbangun di masa Joseon dengan tubuh gemetar setelah mengetahui takdir pasangannya yang telah tercatat dalam sejarah. Dalam perjalanan untuk mengubah takdirnya, ia bertemu dengan seorang pemuda Goryeo yang terdampar di te...
