CH17 - NOONA!

801 90 6
                                        

“Chagiya, apa sudah ketemu?” seorang wanita muncul membenahi pakaiannya setelah keluar dari toilet.

“Jennie?” wanita itu memastikan pengelihatannya.

“Ah jeoseohamnida, maaf sudah merepotkan.” Jennie sedikit membungkuk meninggalkan pasangan yang telah menemukan putrinya.

Melihat wanita yang kerepotan menggendong anak dan membawa beberapa barang belanjaan Taeyong mencoba menahannya “Jennie-ya, kau bisa melakukannya? Sepertinya sulit membawanya sekaligus.”

Jennie menjawab singkat pertanyaan Taeyong dan berlalu “Ya, aku bisa melakukannya.”

Sementara itu Nayeon masih membeku “Heol, daebak! Sejak kapan dia menikah dan mempunyai anak?” ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja muncul di kedua matanya “Pantas saja, tadi kupikir wajah mereka benar-benar sama.”

Jennie berjalan tergesa-gesa menuju lift, ia tak pernah memikirkannya jika akan bertemu dengan dua orang itu disana. Ia terus memeluk Ella erat, seakan takut akan kehilangan putri semata wayangnya.

“Mom, why did you cry?”

“Nope baby.”

***

Nissan Juke hitam berhenti tepat di sebuah area parkir restoran makanan cepat saji. Seorang wanita turun membukakan satu sisi pintu lainnya, anak perempuan keluar dari sana. Mereka bergandengan tangan, berjalan bersisian menuju pintu masuk. Setelah memesan beberapa menu wanita itu mengecek ponselnya. Tidak ada notifikasi apapun, ia mengajak gadis kecil itu kembali berbicara.

“Mom, you will keep your promise for tomorrow right?”

“Of course, let’s go to Everland.”

Seorang pelayan menyiapkan seluruh pesanan dan memberikan total biaya yang harus dibayar. Wanita itu membayar menu pilihannya dan segera mencari tempat duduk. Ia tersenyum melihat putrinya makan dengan lahap.

“Noona!” sebuah suara mengagetkannya.

Terlihat sosok remaja pria dengan seragam sekolah menghampirinya. Awalnya sedikit kebingungan tapi setelah mendekat nampak jelas siapa identitas remaja yang menghampirianya. “Hyunsukie?”

“Noona, kapan kau kembali? Kudengar dari Seulgi noona jika kau pergi ke Auckland.” Pria itu mengambil tempat duduk di meja Jennie.

“Kurasa sudah lebih dari sebulan aku kembali. Apa sekolahmu di dekat sini?”

“Aa~ satu bulan, kenapa tidak pulang ke rumah? Nde, mwo.” Pria itu mengiyakan letak sekolahnya yang memang berada di kawasan tersebut.

“Aku punya rumah sendiri kenapa aku harus pulang.” Jennie meminum colafloatnya dengan bantuan sedotan.

“Mom, who is he?” Ella terlihat kebingungan melihat ibunya berbicara sangat akrab.

“Ah, aku lupa. Ella, he’s your uncle.” Jennie mengalihkan pandangannya kearah adiknya “Insahae. Ella, nae ttal.”

“Annyeong, nan Hyunsuk samcheon.” Pria itu mendekatkan tangannya seraya mengajak high five.

Ella hanya berkedip-kedip tidak tau apa yang paman itu katakan. Jennie melihat kecanggungan ini dan langsung mentranslate apa yang adik laki-lakinya ucapkan. Ella mengangguk mengerti dan menyambut tangan pamannya yang masih mengajak melakukan high five.

“Anakku hanya mengerti bahasa Inggris, gunakan otakmu saat berbicara dengannya haha…” Jennie tertawa kecil.

“Eiyy noona~ aku cukup pandai menggunakannya.” Hyunsuk pun ikut tertawa.

MOON LOVERSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang