“Eonni.” Jennie memasuki kedai dan memanggil Seulgi yang masih mencuci piring.
Seulgi segera membereskan pekerjaannya “Kenapa kau datang sendiri? Mana Ella?”
“Eiy eonni jangan bercanda, tadi pagi aku sudah berpesan kalau kau yang akan menjemput Ella. Mana dia? Apa sedang main sama Hasol di atas?” dengan santainya ia duduk meminum air putih yang ada di meja makan.
“Jadi kau tidak menjemputnya?”
“Ah eonni jangan bercanda.”
Jennie berjalan menaiki tangga dan segera mencari-cari sosok putrinya. Ia melihat Hasol tertidur pulas di kamar, tak ada sosok anak lain di sana. Langkahnya semakin cepat menyadari anak perempuannya memang tidak berada disana.
Tangannya gemetar mencari ponselnya, ia menelepon guru tk yang menangani kelas putrinya. Guru itu mengatakan jika Ella telah pulang bersama seorang pria yang mengaku sebagai pamannya. Saking paniknya kini ia beralih menelepon adik laki-lakinya dan tak mendapat jawaban yang ia inginkan. Kakinya benar-benar lemas, hanya satu kata yang terlintas dikepalanya. Ia benar-benar berpikir jika anaknya telah diculik. Jennie terlihat putus asa, dan baru mengingat satu hal.
#Flashback
-Seminggu sebelum kejadian-
Malam itu bel pintu rumah Jennie berbunyi. Ia berlari, mengira tamu yang datang adalah Seulgi hingga tak mengecek video doorphone yang terpasang. Tanpa ragu ia membukakan pintu dan melihat sosok pria berdiri disana.
“Mau apa kau kesini?” Jennie menekuk kedua tangannya.
“Apa salahku datang kesini menemuimu. Kau sengaja tidak datang ke reuni untuk menghindariku kan?”
“Bukan urusanmu, pergilah!” Jennie berusaha menutup pintu dan mengabaikan kehadiran pria itu.
Pria itu menahan pintu, ia justru menarik tangan Jennie hingga keluar dari rumahnya sendiri “Apa kau akan terus menyembunyikan fakta jika anak yang bersamamu itu adalah anakku?”
Telinga Jennie memanas mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Taeyong. “Plakk!” sebuah tamparan mendarat di pipi Taeyong. “Fakta apapun itu, aku tak akan pernah mengatakannya pada siapapun.” Jennie segera masuk dan menutup pintu.
#End of Flashback
Jennie meremas tangannya “Ini pasti ulahnya.”
Wanita itu berdiri, ia tau tempat mana yang harus dituju untuk menemukan anaknya. Ia bergegas berjalan menuruni anak tangga tergesa-gesa. Bahkan tanpa berpamitan ia menyalakan mobilnya dan menekan pedal gas. Tidak sabar ia menaikkan kecepatan mobilnya.
Kini Nissan Juke hitam berhenti di sebuah rumah yang cukup besar. Setelah mendapat ijin dari petugas yang berjaga mobilnya masuk dan langsung terparkir di halaman rumah. Jennie turun, ia tergesa-gesa menekan bel rumah. Pintu terbuka dan sosok Taeyog berdiri disana.
“Dimana Ella?” tanpa aba-aba Jennie langsung masuk mencari anaknya, membuka setiap kamar ruangan.
Taeyong mengekor di belakang “Ella sudah tidur, besok saja kau menjemputnya!”
Tanpa menggubris kata-kata pemilik rumah Jennie terus berjalan. Ia membuka pintu dan menemukan Ella tertidur di ruangan terakhir yang ia buka. Tanpa mendapat persetujuan pemilik rumah Jennie membopong tubuh mungil Ella.
“Biar aku yang melakukannya.” Taeyong mencoba membopong gadis kecil itu, tapi ibunya benar-benar dalam keadaan sangat marah hingga tak mengijinkan siapapun menyentuh putrinya.
Jennie merebahkan putrinya di kursi penumpang “Berani kau melakukannya lagi, akan kulaporkan tindakan penculikanmu pada polisi.” Jennie bergegas memasuki mobil dan menyalakan mesin.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOON LOVERS
Fiksi Sejarah>> Season 1 Seorang gadis terbangun di masa Joseon dengan tubuh gemetar setelah mengetahui takdir pasangannya yang telah tercatat dalam sejarah. Dalam perjalanan untuk mengubah takdirnya, ia bertemu dengan seorang pemuda Goryeo yang terdampar di te...
