Pintu istana Changgyeong terbuka, seorang dayang mengatakan selir Wonbin telah tiba. Jennie yang kini berada dalam posisi Ratu menerima kedatangan selir itu.
“Jungjeon mama~ maaf atas keterlambatanku untuk memberi salam.” Selir Won memberi salam pada Yang Mulia Ratu.
“Ah tidak apa-apa. Aku senang kau mau berkunjung ke sini.”
Jennie memperhatikan wajah selir istana yang menemuinya “Sepertinya wajah ini begitu familiar. Eumm… nuguji?” ia masih memperhatikan wajah selir itu dengan seksama.
Jennie bertanya-tanya pada dirinya sendiri dan terus mencari jawabannya “Nayeon ssi? Heol daebak!! Kenapa takdir selalu mempertemukanku denganmu huh? Di masa depan kau menjadi kekasih Lee Taeyong dan aku hampir menjadi selingkuhannya. Di masa lalu, lihatlah dirimu. Kau hanya selir Raja, dia lebih memilihku di masa lalu Nayeon ssi!!” kini Jennie tersenyum begitu mengetahui jawabannya.
“Kalau begitu saya permisi dulu Jungjeon mama~”
Selir Won kembali ke kediamannya. Ia terus-terusan menggerutu di dalam istananya.
“Hah, perempuan itu membuatku muak. Lihat saja wajahnya. Bagaimana bisa dia menjadi Ratu negeri ini.”
“Wonbin Mama~ mohon jaga perkataan anda di dalam istana.” Seorang Dayang terlihat memperingatkan Selir yang dilayaninya.
-000-
Raja sengaja mengunjungi permaisurinya setelah lelah membaca banyak gulungan kertas yang membuat pikirannya lelah. Ratu Hyoeui kebetulah telah menyelesaikan buku yang ia baca. Dayang-dayang menyiapkan beberapa kudapan mendapati kunjungan Raja yang begitu tiba-tiba.
“Yang Mulia~ Sudah selarut ini, seharusnya anda tidak membuang waktu istirahat anda untuk mengunjungi tempat ini.” Jennie kini tak lagi kikuk untuk melakukan dialog formal era Joseon seperti yang biasa dilihatnya dalam serial televisi.
“Anindae~ Aku datang ke istana Changgyeong ini untuk melepaskan penatku seharian membaca laporan para Menteri. Melihatmu saja akan membuatku melupakan seluruh keletihanku.”
“Yang Mulia terlalu berlebihan.” Jennie menuangkan teh untuk Lee San.
“Jungjeon mama~ ijinkan aku membawamu berjalan-jalan untuk menghirup udara segar.”
Dua pasangan Raja dan Ratu itu berjalan bersama mengelilingi istana dibawah sinar rembulan. Diikuti rombongan kasim dan dayang yang melayani mereka.
“Junjeong mama~, maukah kau bermalam di istanaku untuk menyembuhkan lelahku ini?” Lee San berhenti di atas jembatan diikuti yang lainnya.
“Yang Mulia~”
“Aku tidak akan memaksamu melakukannya. Aku akan meminta ijinmu Yeonhui-ya.”
Menyadari kesalahannya, Jennie membungkuk “Hamba pantas mati jika menolak keinginan Yang Mulia.”
“Yeonhui-ya, sejak kapan kau takut padaku, hahaha… Akan lebih menyenangkan jika melihatmu seperti dulu.” Lee San menggengam tangan isterinya.
“Yang Mulia, hamba tidak bermaksud seperti itu.”
Rombongan mereka mengakhiri jalan-jalan malam mereka. Benar saja, Lee San membawa isterinya untuk bermalam di paviliun kediamannya. Dayang menyiapkan alas tidur yang akan Raja dan Ratu gunakan. Dua pasangan kerajaan itu tidur dengan satu alas tidur, Lee San kembali mengalah dengan tidur di lantai tanpa alas tidur seperti saat ia mengunjungi isterinya di pengasingan. Mereka saling memandang untuk sementara waktu, dan terlelap kemudian.
-000-
Ibu Suri Agung semakin geram dengan cucunya sendiri. Ia sengaja mengatur pertemuan Raja dengan Selir Won di paviliun bintang. Semua usaha Ibu Suri Agung lakukan agar ia segera menimang cicit dari Selir kesayangannya itu. Namun begitu tau itu ulah neneknya, Raja memilh untuk pergi tanpa berbicara dengan istri keduanya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOON LOVERS
Ficción histórica>> Season 1 Seorang gadis terbangun di masa Joseon dengan tubuh gemetar setelah mengetahui takdir pasangannya yang telah tercatat dalam sejarah. Dalam perjalanan untuk mengubah takdirnya, ia bertemu dengan seorang pemuda Goryeo yang terdampar di te...
