"Aduh, bagaimana ini?" Gumam lelaki manis itu, "Tunggu! Apa mungkin... Haesoo..."
Tok! Tok! Tok!
"Iya masuk!"
Baekhyun memijat tengkuk Haesoo lembut, "Soo, sudah ya? Kau sudah lelah," Baekhyun mengelus pundak sempit gadis itu mencoba menenangkannya.
Tak lama Lay pun masuk, tapi ia tak melihat siapapun dikamar ini hingga ia mendengar suara-suara dari kamar mandi. Ia bergegas untuk melihat ke dalam sana, dan betapa terkejutnya ia saat melihat seseorang wanita membungkuk di depan toilet untuk memuntahkan seluruh isi perutnya.
Lay melihat pemuda Byun yang tengah sibuk menenangkannya, "Baek, ada apa ini?" Tanya pemuda China itu heran.
"Aku tak tau, dia muntah-muntah terus sedari tadi." Jelas Baekhyun dengan napas terengah-engah.
"Apa kau sudah memberi obat?"
"Sudah, tapi percuma. Dia memuntahkan semuanya. Ya Tuhan! Apa yang terjadi?"
Lay memeriksa keadaan Haesoo yang masih lemas, tangannya dingin, tatapannya kosong, dan wajahnya pucat. Lay sempat terkesima melihat wajah cantik Haesoo, tapi untuk saat seperti ini, ia mencoba menyisingkan nafsunya dan menolong gadis itu.
"Baek, bantu aku membawanya ke atas kasur!" Baekhyun pun mengangguk dan membantu Lay membawa Haesoo ke atas ranjang besarnya. Gadis itu pingsan dan tak sadarkan diri.
Lay memeriksa kembali keadaan gadis itu yang nampaknya sangat lemas. "Sejak kapan dia muntah-muntah seperti ini?"
"Sejak penembakan di taman belakang tadi,"
Lay terdiam. Pasti dia-
"Lay? Apa dia hamil?"
Pemuda China itu menoleh ke arah Baekhyun dengan mata membulat.
*
Lama menunggu dengan perasaan harap-harap cemasnya, akhirnya Lay kembali menghadap Phoenix yang masih berbaring lemas di atas bangkernya. Wajahnya memucat dan panik. Chanyeol yang melihat kedatangan anak buahnya pun bangkit untuk duduk saat melihat ekspresi tak biasa seorang Zhang Yixing. Seketika ia pun turut merasa panik.
"Apa yang terjadi? Dia baik?" Tanya Phoenix khawatir.
Lay terdiam, ia tak tahu bagaimana mengatakannya. "Di-dia... Dia... Gadis itu..." Jawabnya dengan gugup dan takut-takut.
"Lay bicara yang jelas!" Sentak Chanyeol yang membuat Yixing terlonjak kaget.
"Di-dia sepertinya trauma dan ketakutan dengan kejadian penembakan itu, jadi sepertinya CVS¹-nya kambuh. Dia mual-mual dan terus muntah hingga pingsan tanpa alasan. Tapi, aku sudah melakukan penanganan yang terbaik. Aku belum tahu kapan dia menderita sindrom itu, tapi sepertinya bukan karena hal ini." Jelas Yixing.
Chanyeol hanya bisa menghela napas, dipijatnya kedua pangkal hidungnya pelan. Pasti Haesoo terlalu terkejut tadi, jadi sakitnya kambuh. Ia takut semua menjadi buruk nantinya.
"Lay, apa kau bisa menyembuhkannya?" Tanya Chanyeol penuh harap. Salah satu tangan hangatnya di letakan diatas tangan Lay yang ia tumpukan di depan pahanya. "Tolong sembuhkan dia." Lanjutnya dengan tatapan memohon.
Lay tergegun, tak mampu berucap ataupun berkata lainnya. Benarkah ini Phoenix yang selama ini ia kenal? Benarkah dia si hati batu? Benarkah dia yang setiap harinya membuat tumpukan dosa? Benarkah ia yang tak kenal kata ampun? Benarkah dia?

KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESSIVE I : Mine [COMPLETED]
Fanfiction[Series Phix-Lõv : I] ___________________ "Karena keposesifanmu itu membunuhku" Cast: -Park Chanyeol -Haesoo Kim (OC) -Byun Baekhyun -Oh Sehun -Kris Wu -Kim Jong In -others cast . . . Di cerita yang satu ini kalian akan merasakan perjuangan Chanyeo...