Warning!!
Ada content 21+
Harap pembaca bijak dalam membaca.
Tp aku tau kelen penasaran trs baca jg kan?hm... aku jg sering begitu :)))
Malam dimana akhirnya semua terbongkar dihadapannya, akhirnya ia memutuskan untuk kabur dari tempat itu. Tak perduli akan apapun yang terjadi, ia lebih memilih kabur dan lari dari sini, tak perduli tatapan aneh dari orang lain.
Selama ini ia hidup diantara orang yang saling membunuh satu sama lain. Ia hidup dengan orang-orang yang tidak takut hukum. Orang-orang yang di incar oleh aparat penegak hukum.
Mereka juga yang merenggut keluarganya.
Mereka...
Airmatanya mengalir deras di sudut matanya. Isakkannya terdengar jelas di lorong panjang menuju pintu keluar dibagian belakang. Disana ada Luhan yang menunggunya, tapi ia akan berusaha untuk tidak bertemu dengan lelaki itu. Ia harus bersembunyi.
Ia berlari mengikuti arahan yang Luhan berikan untuknya--untuk melewati jalan-jalan sepi yang telah diamankan. Anehnya, ia juga tidak melihat orang yang mengawalnya ke toilet tadi. Tapi ia tidak perduli, ini adalah kesempatan emasnya, jangan disia-siakan lagi. Kebebasan menantinya.
"Akh!" Lenguhnya. Tidak disengaja ia terjatuh saat berlari hingga kakinya keseleo. "Akh! Shhh... Aduh..." Erangnya penuh kesakitan.
Dengan langkah yang terpincang-pincang, ia kembali mencoba berlari--walaupun sakit ia rasa. Kaki yang terkilir itu mulai menampakkan memar keunguan dan sedikit membengkak.
Sedikit lagi, pintu keluar itu sudah nampak dimatanya.
Berulang kali ia menyemangati diri, "Sedikit lagi! Hanya sedikit..."
Namun, ternyata rencananya gagal.
Luhan telah menemukannya. Jarak mereka hanya beberapa langkah, Luhan dapat menangkapnya hanya dengan berjalan kecil. Namun ia memilih diam, memperhatikan wajah ketakutan dan terkejutnya Haesoo. Mata bulatnya juga meneliti penampilan Haesoo yang sangat berantakan.
Haesoo menghentikan langkahnya dan melangkah mundur.
"Soo?" Panggil Luhan dengan wajah yang kebingungan.
"L-Lu?"
"Kau... kenapa?" Luhan berjalan mendekat, Haesoo terlihat sangat mengkhawatirkan dengan dandanan yang berantakan dan kaki yang memar dan membengkak
"Ja-jangan..."
"Soo--AKGH!" Saat berjalan mendekat, tiba-tiba saja ia berintih kesakitan. "S-Soo..."
Brugh!
"LUHAAAN!" Pekiknya.
Tubuh kurus Luhan tiba-tiba saja terjatuh hingga menabrak lantai dengan kerasnya. Dan badan pria manis tak lagi bergerak, Haesoo tidak tahu apakah ia mati atau hanya pingsan.
Saat gadis itu melihat lurus ke depan, pandangannya bersitatap dengan manik kecoklatan yang sama persis dengan miliknya. Sosok tinggk bertopeng dengan tangan terkepal yang menatapnya tajam.
Tubuh mungil Haesoo mengigil ketakutan, saat pria tersebut berjalan mendekatinya dengan langkah yang besar namun perlahan. "Ja-jangan..." Lirihnya.
Saat ia mencoba berjalan mundur, kakinya yang terkilir tak mampu menahan bebannya lagi hingga ia terjatuh duduk di atas lantai. Liquid beningnya lolos membasahi muka beningnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESSIVE I : Mine [COMPLETED]
Fanfiction[Series Phix-Lõv : I] ___________________ "Karena keposesifanmu itu membunuhku" Cast: -Park Chanyeol -Haesoo Kim (OC) -Byun Baekhyun -Oh Sehun -Kris Wu -Kim Jong In -others cast . . . Di cerita yang satu ini kalian akan merasakan perjuangan Chanyeo...