PART 12

2K 136 7
                                    

Pagi menjelang, suara kiacuan dari hewan kecil yang bersembunyi di ranting-ranting pepohonan yang rimbun. Tupai-tupai yang berlarian dari dahan satu pohon ke lainnya, berlarian riang tanpa risau jatuh. Ataupun para kawanan rusa dan hewan lainnya yang mencari makan dan minum ditepi telaga di tengah hutan.

Mungkin gunung ini telah punya si lelaki tinggi itu, tapi gunung ini juga hak untuk hewan-hewan itu.

Silauan cahaya sang mentari yang mengintip malu dari celah gorden yang berayun-ayun mengikuti angin. Bongkahan mata indahnya mengerjap-ngerjap saat cahaya itu memaksakan masuk ke dalam matanya. Menggeliat lalu bangkit, "Hoaaaaaah!" Tangannya di rentangkan melepaskan rasa penat.

"Padahal aku sudah tidur semalaman? Tapi kok masih pegal ya?" Gumamnya. Haesoo melihat keadaan sekitar, kamar ini sangat asing. "Oh? Kamar siapa ini?" Tanya si wanita cantik itu bingung.

Tak lama, dari arah balkon keluarlah sesosok lelaki tampan nan tiggi tengah menyeruput wine mahalnya di dalam gelas berkaki. Lelaki itu hanya berbalut jubah mandi berwarna ungu kemerah-merahan yang sedikit menampilkan dada berototnya.

"Soo? Sudah bangun?" Lelaki itu mendekatinya.

Haesoo mengangguk, "Heem. Tapi kok aku pegal-pegal ya? Padahal kan aku sudah tidur semalaman." Tututnya polos.

Chanyeol terdiam, tapi pikiran kotornya tak pernah berhenti saat melihat punggung polos Haesoo dengan kaki jenjangnya seakan menggodanya. Ah, orang bilang kalau morning sex itu sehat kan? Baiklah, ia coba.

"Oh? Begitu ya? Mau aku pijat?" Tawarnya dengan seringai tajam.

Haesoo nampak berpikir panjang, terima tidak ya? Tidak apa bila ia memintanya begini? Tapi bukankah dia yang menawarkannya sendiri? Ya sudah lah, "Boleh." Angguknya lugu.

Seringainya semakin tajam. "Oh! Bagaimana kalau sambil mandi? Aku juga bisa membersihkan punggungmu." Tawarnya lagi.

Ah, dia benar-benar gila!

Haesoo terkejut, "Apa? Tidak aku malu!" Wajahnya bersemu tapi ia tutupi dengan kedua tangan mungilnya. Chanyeol selalu bisa membuatnya menjadi kepiting rebus begini.

Chanyeol kini tersenyum--bukan menyeringai, ia menarik tangan Haesoo lembut. "Tak perlu malu begitu," Ujarnya. Saat mata mereka bersibobrok, Chanyeol melanjutkan kata-katanya. "Aku sudah melihat semuanya."

Greb!

"KYA!" Tanpa babibu, Chanyeol langsung menggendong Haesoo ala bridal style.

Tamat lah sudah riwayatnya.

*

Ini semua karena Chanyeol! Dia memintanya untuk membereskan kopernya sebelum pergi. Padahalkan dia bisa melakukannya sendiri! Dia pasti sengaja melakukannya, agar Haesoo juga terlambat bertemu teman-temannya.

Haesoo tengah mondar-mandir memasukan baju-baju ganti Chanyeol ke dalam koper sembari mengomel pada lelaki besar itu. Sementara Chanyeol yang sudab selesai sedaritadi hanya bisa melihatnya sesekali ia menghela napas, gadis itu tidak lelahnya berbicara padahal ia juga sibuk memakai pakaiannya.

"... coba kau tadi tidak melakukannya, pasti kau tidak telat begini! Tidak puas ya kau menyetuhku seharian?!"

Chanyeol yang sedari tadi bersandar di pintu kamarnya beranjak mandekati Haesoo dan memeluk pinggangnya erat lalu meletakan dagunya di bahu sempitnya. "Nah! Benarkan! Kau ini! Bagaimana aku bisa bergerak! Bajumu belum selesai kukemas semua! Kau ini selalu saja menyebalkan!" Gerutunya kesal.

POSSESSIVE I : Mine [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang