EPILOG

1.2K 101 8
                                    

Saat ini adalah saat-saat yang dinanti-nanti. Hari dimana prosesi pernikahan akan dilangsungkan. Semua orang bersiap-siap dan berlarian kesana-kemari dengan kesibukannya masing-masing.

"Bunganya," Seseorang memberikan sebuket bunga kepada sang stylish untuk diberikan pada Haesoo. "Nah, sudah." Para perancang busana terpukau dengan hasil rancangannya, gaun itu sangat cocok dan pas di tubuh mungil Haesoo.

Haesoo duduk di sebuah kursi dan menunggu dengan perasaan dingin. Entah kenapa, rasanya ia begitu mendebarkan baginya. Ini pernikahannya, hari yang ditunggu-tunggu selama ini akhirnya terlaksana.

Beberapa menit lagi acara akan dimulai, "Soo, sudah siap? Semua sudah menunggumu diluar." Kayona datang dengan senyum manisnya, "Cantiknya, aku sempat berpikir siapa ini, ternyata kau." Pujinya.

Haesoo menundukkan wajahnya malu, "Ish, jangan begitu lah."

Kayona tertawa. "Ayo, orang-orang sudah menunggu." Ia menuntun mempelai wanita itu dengan gaun penjangnya.

Diam-diam Kayona memperhatikan gadis yang tertutup dalam tudung itu. Jika dulu ia tidak lari, pasti ia akan menjadi wanita paling bahagia saat ini dengan orang yang ia cintai. Tapi, tidak ada yang bisa ia lakukan. Semua sudah berlalu.

Mereka sampai di depan tangga menuju altar, beberapa saat setelahnya, tibalah gilirannya. "Mempelai wanita dipersilahkan memasuki tempat ibadah."

Tirai putih yang menjadi pembatas antara ia dengan khalayak terbuka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tirai putih yang menjadi pembatas antara ia dengan khalayak terbuka. Semua orang terkagum-kagum dengan kecantikan dan keindahan seorang Haesoo. Beberapa mengabadikan dirinya saat berjalan dengan gaun putihnya menuju altar.

Chanyeol menunggunya dengan senyum. Ia terlihat begitu tampan dengan outfit serba putih.

Seorang lelaki tua yang digandeng oleh Haesoo adalah paman gadis itu, lebih tepatnya adik dari tuan Kim. Serta beberapa braimaid kecil yang mengiringi Haesoo menuju tempat pengucapan janji sucinya.

Haesoo sampai di depan altar yang dimana Chanyeol telah menunggunya dengan sabar. Paman gadis itu memberikan tangan halus nan lembutnya pada sang calon suami. Chanyeol menerimanya dengan senang hati dan senyuman.

"Aku titip Haesoo, ya." Kata lelaki tua itu. "Jaga dia, jangan sampai ia datang padaku dengan airmata."

Chanyeol menangguk, "Akan aku bawa dia padamu dengan senyuman."

Setelahnya acara berlanjut hingga pembacaan janji suci. Pendeta tua itu menuntun keduanya untuk mengucapkan janji sehidup sematinya dihadapan Tuhan dan umatnya. Haesoo nampak menitikkan airmata haru dan bahagia. Sedangkan Chanyeol bertugas menghapuskannya.

Karena mulai dari hari ini dan seterusnya, menghapus airmatamu akan menjadi tugasku dan membuatmu bahagia adalah kewajibanku.

Keduanya membuang napas lega dan saling melempar senyum. Acara selanjutnya adalah tukar cincin. Seorang pelayan wanita
membawa sebuah nampan dengan kotak berisi cincin di dalamnya.

POSSESSIVE I : Mine [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang