"Soo! Soo! Lihat aku punya ini! Bagus tidak?" Tanya Kai sembari menunjukan benda unik yang dimilikinya.
"Woaaaahhh... Itu sangat cantik!" Sahut Haesoo tak kalah.
Saat ini Haesoo sedang dikelilingi anggota Phoenix inti di sebuah meja bundar di tengah taman dekat kebuh bunga. Mereka berusaha menghibur Haesoo dengan segala kekonyolan dan guyonan aneh mereka. Haesoo selalu tertawa dengan tingkah dan kelakuan mereka.
Chanyeol memandang mereka dari teras rumah yang cukup jauh tapi mereka tak menyadarinya. Sesekali ia tersenyum saat Haesoo tertawa keras. Beberapa pelayan yang berlalu lalang ikut tersenyum saat melihat tuannya tersenyum. Akhir-akhir ini dia memang selalu tersenyum, dan satu-satunya alasan ia begitu adalah.....
Haesoo.
"Yak! Kai bodoh! Aku jadi basah!" Seru Kyungsoo kesal saat Kai dengan bodohnya menumpahkan es sirup hingga mengotori pakaiannya.
Kai menatap miris sesuatu dibawah sana, "Ah! Adik ku jadi kedinginan!" Semua tertawa dan Chen tertawanya yang paling keras.
Chanyeol mencibir, "Bodoh." Kekehnya.
Ada seseorang yang memperhatikannya. Matanya begitu tajam melihat seukiran senyum di wajahnya, dia benci itu. Tak seharusnya manusia sekejam dan sehina dia tersenyum begitu, dia seharusnya hanya merasakan kemalangan sepanjang hidupnya.
Lihat saja, akan dia balas semua perbuatan menyakitkan yang pernah lelaki keji itu lakukan padanya, dan akan ia balas dengan yang lebih perih.
Rencana besar yang selama ini ia rancang serapih dan sehalus mungkin pasti akan berhasil. Ini adalah tonggak keberhasilannya menghancurkan lelaki biadap itu.
Dan ia akan membuat kehancuran dalam hidupnya sedikit demi sedikit.
Tunggu saja.
Lelaki itu mendekati tuan besarnya dengan wajah malas, "Phoenix," Panggilnya sembari merubah ekspresinya menjadi seulas senyuman--seperti biasanya. Ia berdiri di samping tuannya.
Chanyeol hanya meliriknya dari ujung ekor matanya dan membalasnya dengan gumaman. Sementara lelaki itu tersenyum pahit, "Aku membawa laporan dari Taeyong seperti yang kau minta. Aku juga sudah meminta Mark serta Seungwoo untuk memindai data yang kau perlukan. Semua akan selesai besok," Tuturnya sembari memberikan sebuah map coklat kepadanya.
Chanyeol menerimanya, "Hanya ini? Bukan kah aku juga meminta laporan dari Camp Selatan? Kenapa kau itu bodoh sekali?" Cibirnya. "Ikut aku ke ruanganku. Panggil juga patnermu yang menjalani tugas ini. Bagaimana kalian bisa setidak becus ini?"
Kemudian sang pemimpin besar tersebut berlalu begitu saja meninggalkan si ajudan yang masih mematung. Namun sedetik kemudian ia terkekeh sinis, selalu begini, selalu ia diperlakukan demikian. Tidak bisakah dia menganggap dirinya itu manusia?
Mereka bahkan bersahabat begitu lama, tapi tak pernah sekalipun Chanyeol menghargainya. Ia tau jikalau dirinya hanya seorang anak dari seorang pembantu dari keluarga Chanyeol, tapi setidaknya anggaplah dirinya teman. Ia terus menatap dan berbicara seakan dia itu hanya anak dari seorang pembantu, tidak lebih.
Ditambah lagi dengan sikap semena-mena ayah Chanyeol kepada orang tuanya. Dendamnya untuk menghancurkannya kian bulat. Hanya menunggu saat yang tepat saja.
*
"Kemarin aku bertemu gadis seksi di bar daerah gangnam. Dia cantik, tapi entah kenapa aku tak tertarik. Wajahnya sangat terlihat bekas operasi," Remeh Chen.
"Yak! Memang begitu dan kurasa hampir seluruh perempuan di bar itu melakukan vermak di seluruh tubuhnya. Sangat-sangat tidak alami," Imbuh Kai yang nampak sangat ahli dalam hal ini. "Payudara dan bokong mereka saja bentuknya aneh,"

KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESSIVE I : Mine [COMPLETED]
Fanfiction[Series Phix-Lõv : I] ___________________ "Karena keposesifanmu itu membunuhku" Cast: -Park Chanyeol -Haesoo Kim (OC) -Byun Baekhyun -Oh Sehun -Kris Wu -Kim Jong In -others cast . . . Di cerita yang satu ini kalian akan merasakan perjuangan Chanyeo...