Aku mencintaimu, tapi biarlah ini menjadi urusanku dan hatiku.
~Angga
***
Setelah terpilih menjadi ketua osis, Angga mulai menjalankan program kerjanya yang pertama. Kemarin ia dan seluruh anggota osis lain sudah mengkonfirmasikan soal program ini pada guru.
Dan program pertama adalah perkemahan. Kemah di adakan untuk seluruh siswa siswi kelas sepuluh di international high school, dan semua wajib ikut tanpa terkecuali.
Angga dan Langit berjalan berdampingan menuju ruang osis, di dalam ruangan itu sudah banyak yang datang. Angga juga menyuruh anggota dari organisasi lain untuk turut menghadiri, karena anggota osis saja tidak cukup untuk mengurusi perkemahan itu sendirian.
Organisasi PMR? Tentu saja Anggita Adelia Rinjani yang turut menjadi perwakilan. Ya, karena setelah pergantian pengurus osis, semua organisasi yang ada di sekolah ini juga turut melakukan pergantian pengurus. Dan nama Anggita Adelia naik jabatan menjadi ketua PMR international high school.
Kebayang gimana jadinya?
Bisa kapan aja keluar masuk UKS bahkan saat jam pelajaran, pemegang kunci almari obat dan juga pintu UKS, bahkan menjadi pengatur dari semua yang tidak bisa diatur tanda kutip 'ngatur-ngatur.
So? Sekarang seorang Anggita Adelia menjadi Ratu dari segala Ratu UKS. Bahkan senior pun tidak bisa membantah apabila Anggita sudah berkata 'pergi dari UKS
Hahahaaaa... (Tawa jahat)
"Oke, selamat sore semuanya.. Bisa kita mulai rapat nya?"
Aku yang sedang berkelana di negeri Ratu kembali pada dunia nyata, aku tergagap lalu kembali menetralkan wajah. Sekilas Angga menatapku tapi tidak bertahan lama karena setelahnya dia kembali dengan bahasan kemah tanpa memandangku lagi.
Pembahasan mulai bergulir dan sampai pada pembahasan mengenai obat, aku menegakkan tubuhku. Memperhatikan dengan serius apa yang akan Angga perintahkan kepadaku.
"Soal obat, ketua PMR yang baru siapa? Hadirkan orangnya disini?"
Semua diam, aku menatap Angga tak percaya. Sungguh, sebegitu bencinya dia padaku sampai aku naik jabatan menjadi ketua PMR saja dia tidak tahu.
Karena tidak ada yang menjawab, Langit membuka suara. "Anggita ketua PMR barunya"
Angga terhenyak, menatapku lalu memalingkan wajah. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa, minta maaf sampai spam chat sudah ku lakukan, datang ke rumah Angga juga sudah tapi semua cara itu tidak mempan sama sekali.
Malah membuat hatiku seakan ditujam pisau kala yang aku dapat hanya balasan cuek dari Angga. Perih bahkan ngilu mengingat Angga tidak ingin berbicara denganku entah itu langsung ataupun via telepon.
"Besok semua obat harus komplit, dan semua perwakalian PMR wajib cekatan setiap situasi"
Aku mengangguk, ingin bertanya tapi logika ku menolak. Di sisi lain ada separuh dari diriku yang meminta untuk mengatakan sesuatu, beberapa menit bergelut dengan logika akhrinya aku memutuskan.
"Sorry gue mau nanya..." kataku sambil angkat tangan.
"Ya?" jawab Angga singkat.
"Kira-kira butuh alat medis berat nggak? Kaya infus atau segala sejenisnya?"
Angga melirik kearah Langit sekilas, dan kembali menatapku lagi. "Soal itu nanti bisa dibicarain lagi, kita bakalan konfirmasi sama guru yang mengurusi bidang kesehatan. Mungkin bisa dibicarain lewat personal contact, lo bisa hubungin Langit buat tanya-tanya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Elang [PROSES PENERBITAN]
Fiksi RemajaCerita ini sudah tamat diharapkan vote dan komen, jangan lupa follow author, thank u 🌻 [International High School Sky Blue Series] Mencintai Elang Samudera itu seperti kupasan kulit jeruk, asam dan pahit tertuang ke dalam mangkuk. Sekalinya kau jat...
![Elang [PROSES PENERBITAN]](https://img.wattpad.com/cover/117624466-64-k44431.jpg)