"Dari semua harapan harapan indah,aku hanya ingin hidupku lebih berharga"-
_____
Kini eunseo dan sehun sedang dalam perjalan menuju rumah sehun dikawasan kota seoul,cukup jauh jarak antara rumah sakit dan rumah milik sehun.
Tak terasa porsche hitam milik sehun sudah terpakir dihalaman rumahnya yang luas. Eunseo yang melihatnya tentunya tidak terpana,karena rumah miliknyapun tak kalah besar dari rumah milik sehun,hanya saja ia merasa bahwa rumahnya terlalu sepi untuk ditinggali.
Sehun dan eunseo turun dari mobil,sejenak eunseo hanya terdiam disamping mobil dan melamun.
"Eunseo-ya,ayo" tiba tiba sehun menarik pelan pergelangan tangan eunseo,eunseo hanya mengikuti langkah sehun dan terus menatap tangannya yang tengah dipegang oleh sehun.
Diruang tamu,terlihat seorang pria yang lebih muda dari sehun tengah duduk sembari memainkan ponselnya,hingga ia pun sadar akan kedatangan sehun.
"Kau benar benar membawanya kemari?" Ucap jaehyun sang adik dengan nada tak percaya.
"Kau tak suka? Aku hanya ingin menolongnya" eunseo hanya menunduk dan tak berani mengangkat wajahnya.
"Ayo seo" sehun mengajak eunseo menaiki tangga "DIA AKAN SANGAT MENGANGGU" teriak jaehyun dari bawah,membuat langkah keduanya terhenti.
Eunseo memang ragu dengan keputusan yang sehun buat,ia tahu bahwa nantinya ia pasti akan sangat menganggu,dan itu justru membuat eunseo semakin tak nyaman.
"Tak apa,jangan dengarkan dia,aku ini kakaknya" sehun berusaha membuat eunseo nyaman.
Sehun mengantarkan eunseo pada sebuah kamar,kamar cukup luas dengan cat tembok berwarna putih,terlihat sangat klasik.
"Ini kamarmu,didepan kamarmu itu kamarku,sedangkan disampingmu itu kamar adikku,jaehyun" jelas sehun sambil menunjuk nunjuk setiap kamar.
"Tak apa,bereskan dulu barang barangmu dan istirahatlah" sehun tersenyum sembari mengacak rambut eunseo pelan,sedangkan eunseo hanya tersenyum membalasnya.
"Anggaplah rumah sendiri,jika butuh bantuan kau bisa minta tolong padaku" Ujar sehun sebelum sosoknya menghilang dari kamar eunseo.
Eunseo segera memasukkan beberapa baju dari kopernya ke lemari,lalu merebahkan tubuhnya dikasur,manik matanya menatap lurus ke langit langit kamar,menerawang jauh kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi padanya.
🍁🍁🍁
Sehun baru saja memanggil eunseo turun ke bawah untuk makan malam,kini eunseo,sehun,dan juga jaehyun berada dalam satu meja makan.
Suasananya sangat canggung,terlihat raut jaehyun yang seperti tak suka dengan situasi saat ini,begitupun eunseo yang gusar dan tidak nyaman dengan duduknya.
"Kenapa eunseo-ya?" Tanya sehun tiba tiba ketika melihat gelagat eunseo yang sedikit aneh. Eunseo hanya menggeleng dan tersenyum getir.
"Obatmu sudah kau minum?" Sehun langsung beranjak pergi dari meja makan ketika eunseo menjawabnya dengan gelengan.
Jaehyun yang melihat kejadian barusan menghembuskan nafasnya kasar dan menatap tajam ke arah eunseo yang masih menunduk.
"Hei,kau ini sadar tidak sudah merepotkan hyungku,hah? Dia sudah disibukkan dengan pekerjaannya,dia pasti lelah,dan kau malah menambah bebannya,aish tak tahu diri" Jaehyun melemparkan sendoknya ke atas meja sehingga menimbulkan suara yang keras dan membuat eunseo terkejut.
"Lihat? Kemanapun kau pergi,semua orang takkan menerimamu"
"Apa yang kau harapkan? Pergi dari neraka ini dan ke surgalah bersamaku"
"Mereka tak benar benar peduli padamu,percaya aku"
"Akhiri saja bila kau sudah tak sanggup"
"Orang orang tak suka kau berada disekelilingnya,jadi untuk apa kau masih disini?"
Eunseo menutup telinganya kencang dan menyandarkan kepalanya dimeja,ia menangis mencoba melawan suara suara jahat itu,ia muak dengan para iblis yang selalu mengganggunya. Tubuhnya gemetar hebat.
Sehun yang melihatnya lantas berlari mendekati eunseo dan segera memeluknya erat,membenamkan kepala eunseo pada dada bidang miliknya.
"Eunseo-ya,tak apa,aku disini" kata sehun berusaha menenangkan eunseo yang masih gemetaran "apa yang jaehyun katakan padamu?" Eunseo hanya menggeleng menanggapinya.
"Kau istirahatlah,biar kuantar" eunseo mengangguk dan mengikuti langkah sehun menuju kamarnya.
Sesampainya dikamar, eunseo langsung dituntun oleh sehun untuk rebahan dikasur,dan sehun memberikan obat kepada eunseo.
"Tidurlah yang nyenyak,jika ada apa apa panggil saja aku,kamarku didepan kamarmu" Sehun menarikkan selimut untuk eunseo sampai dadanya dan tersenyum,yang juga dibalas oleh senyuman manis milik eunseo.
Sosok sehun menghilang dari balik pintu kamar eunseo,eunseo masih saja memikirkan perkataan jaehyun barusan,jaehyun benar,dimanapun eunseo berada,ia hanyalah beban yang merepotkan.
Seharusnya ia lebih tahu diri dibanding siapapun. Ia tak boleh merepotkan lebih banyak orang lagi,ia harus cepat sembuh dan hidup mandiri.
*tbc.....
______
Hallo,semoga ceritanya ngga ngebosenin ya,
Keep vomment guise ❤💞

KAMU SEDANG MEMBACA
One thing
Teen Fiction"bahkan semua orang memintaku untuk menghilang,dan kau yakin akan menerima orang aneh sepertiku ?" - - Start : 270518