"Luka itu tak lagi nampak,ia tenggelam bersama luka-luka baru yang berlomba untuk bersembunyi didalam sana,bernaung ditempat ternyamannya."-______
Selang setelah kejadian semalam,sekarang eunseo lebih banyak diam dan melamun. Sehun sudah berkali kali menanyakan keadaan eunseo,tapi gadis itu selalu berkata bahwa ia baik baik saja. Padahal sehun tahu,penampilannya tidak membuktikan demikian. Ia tahu bahwa eunseo sedang memikirkan sesuatu,orang seperti eunseo cenderung terlalu keras ketika memikirkan sesuatu,sehingga membuat otaknya hanya terfokus pada satu hal saja. Dan itu membuatnya melupakan keadaan sekelilingnya,sama seperti ia melupakan jaehyun dan sehun yang berada satu meja makan dengannya.
Dan jaehyun tidak yakin apakah ia harus membawa eunseo ke sekolah dengan keadaan seperti ini atau tidak.
"Eunseo-ya,kau yakin akan berangkat ke sekolah?" Sehun menepuk bahu eunseo pelan,sejenak eunseo menatap sehun kemudian mengangguk mengiyakan. Sehun menatap jaehyun seolah meyakinkan jaehyun untuk tetap membawa eunseo bersamanya.
Jaehyun mengajak eunseo untuk segera memasuki mobilnya,dan eunseo menurut begitu saja tanpa mengatakan barang sepatah kata-pun.
Mobil jaehyun melaju dengan tenang menuju sekolahnya,kali ini entah kenapa jaehyun tidak tega jika harus menurunkan eunseo di perempatan lagi. Jadi ia bertekad untuk menurunkan eunseo bersamanya diparkiran sekolah."Eunseo-ya,sudah sampai" ucap jaehyun hati hati,dan eunseo langsung turun dari mobil jaehyun tanpa mempedulikan jaehyun yang masih sangat kebingungan.
Melihat eunseo,sudah seperti mayat hidup bagi jaehyun,langkahnya yang tak bertenaga serta wajah yang tak tampak ekspresi sedikitpun,membuat jaehyun mau tak mau harus menemani langkah eunseo.
"EUNSEO-YA" seseorang berlari dari belakang jaehyun,dan langsung merangkul bahu eunseo. Sedetik kemudian,pandangan gadis itu tertuju pada jaehyun yang masih berjalan dibelakangnya. Sinbi menatap jaehyun penuh tanya.
"Kau mengenalnya kan?" Tanya sinbi tiba-tiba dengan raut wajah yang menyelidik,membuat jaehyun gelagapan mencari jawaban yang tepat.
"Ayo,sinbiya" kini eunseo mengeluarkan suaranya setelah lama berdiam tak bergeming.
Sinbi langsung membawa eunseo ke kelas bersamanya meninggalkan jaehyun yang masih berdiri ditempatnya. Jaehyun terkejut karena saat bersama sinbi,eunseo mau angkat bicara,sedangkan saat bersamanya dan hyungnya ia sama sekali tak berkutik.
Membuat jaehyun berfikir apakah ia melakukan sebuah kesalahan atau apa."Sekarang kau sudah berani menurunkannya bersamamu?" Suara itu berhasil membuyarkan lamunan jaehyun. Dan jaehyun mendapati taehyung yang sudah berjalan disampingnya.
"Entahlah" jawab jaehyun singkat dan melangkah lebih cepat meninggalkan taehyung yang tengah tersenyum sendiri seperti orang gila.
Taehyung tahu betul dengan apa yang terjadi pada jaehyun,karena jaehyun kerap bercerita mengenai dirinya dan eunseo padanya.
🍁🍁🍁
"Pikirkan baik baik,ini akan sangat berdampak pada profesimu" tegas dokter kim menasehati sehun.
"Aku tahu ini sudah sangat melanggar,tapi aku bingung" tukas sehun sembari memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Aku sudah ingatkan,kau hanya perlu memikirkannya saja. dan lagi,ia hanya pasienmu,sama seperti pasien disini kebanyakan. Kau saja yang memperlakannya sok- spesial" cercah dokter kim yang membuat sehun sedikit tertusuk oleh perkataanya barusan. "Ah,aku pergi dulu,ada yang menungguku." Imbuhnya lagi,kemudian pergi begitu saja meninggalkan kantin.
Sehun tidak tahu apakah yang ia lakukan sudah benar atau justru sangat fatal. Awalnya ia hanya berfikir untuk menolong eunseo layaknya pasien biasa,tapi entah apa yang membuatnya bertindak sejauh ini. Ia masih tak paham dengan jalan pikirannya sendiri. Sebenarnya,apa yang dikatakan dokter kim tadi memang benar. Tapi sehun berkeinginan untuk menyangkal kebenaran itu.
"Dokter sehun, boleh aku duduk disini?" Tiba- tiba seulgi sudah berdiri didepannya dan hendak mengambil kursi,kemudian sehun mengangguk tanpa bersuara.
"Sepertinya kau sedang banyak fikiran" celetuk seulgi sembari memerhatikan raut sehun yang sudah jelas menampilkan semuanya,termasuk kekacauan yang tampak jelas disana. Sehun sangat buruk soal menyembunyikan sesuatu.
"Kau benar,aku sedang memikirkan sesuatu,ini membuatku begitu pusing" sehun mengusap wajahnya gusar.
"Bagaimana keadaan gadis itu? Apa dia baik baik saja?" Tanya seulgi hati-hati.
"Kau tahu,tidak mudah untuk orang sepertinya untuk tetap baik baik saja"
"Aku yakin kau bisa mengatasinya"
Ucapan seulgi itu berhasil membuat harapan dan semangat baru bagi sehun. Seulgi benar,ia seharusnya bisa mengatasi semuanya. Ia yakin ia bisa membantu mewujudkan harapan pasiennya.Sehun hanya perlu berusaha lebih keras dan lebih baik lagi dari sebelumnya. Benar,sehun hanya perlu melakukan semua yang bisa ia lakukan selagi masih diberi kesempatan.
*tbc.....
_______
Apdet lagi heuheu mumpung mood😂 kecepatan ga ya wkwk

KAMU SEDANG MEMBACA
One thing
Teen Fiction"bahkan semua orang memintaku untuk menghilang,dan kau yakin akan menerima orang aneh sepertiku ?" - - Start : 270518