"Saat kau tersenyum,duniaku berubah,semuanya terasa jauh lebih indah"-
______
Bulan bersinar dengan terang diatas sana,menggantikan cahaya matahari yang telah telgerlincir karena masanya. Serta kemerlap bintang yang bertabur juga ikut meramaikan indahnya langit jauh di atas sana.
Puluhan lampu menyala dengan warna yang berbeda menambah kesan indah pada suasana ramai malam ini di sebuah taman hiburan di seoul saat malam hari.
Berbagai wahana yang tinggi menjulang dengan berhias kerlap kerlip lampu yang menyala serta hiruk pikuk pengunjung yang ikut meramaikan suasana.
Eunseo hanya bisa memandangnya bingung,dan cemas. Eunseo tak pernah terbiasa dengan suasana ramai seperti ini,bahkan bisa dibilang sangat ramai. Sebelumnya,eunseo tak pernah tahu jika ada tempat seindah ini di seoul,bahkan dikota kelahirannya sendiri-pun,di Incheon,ia tak yakin apakah ada tempat yang sama seperti tempat yang sedang ia injak sekarang ini.
Eunseo cemas,tubuhnya gemetar,ia takut akan keramaian. pasalnya,disepanjang hidupnya,hampir seluruhnya ditemani oleh rasa sepi,yang lama kelamaan membuatnya terbiasa dengan sesuatu yang kerap ia namakan kesepian. Eunseo sangat jauh dengan kebiasaan hidup yang ramai atau bahkan mewah,sekalipun ia memang berasal dari keluarga yang bisa dibilang sangat berada.
Sebuah tangan besar menggenggam tangannya secara tiba tiba,sehun menatapnya khawatir "kau tak apa?"
"Aku....takut" ucap eunseo cemas dengan wajah yang tertunduk.
Tangan kanan sehun mengangkat dagu eunseo,membuat kedua pasang mata itu bertemu dan menatap.
"Kau lihat? Oppa disini,akan menemanimu,kau tak perlu takut,eunseo-ya" sehun mengusap pipi eunseo lembut, membuat eunseo mau tak mau harus mempercayai seseorang yang berada didepannya,otot pipi eunseo terangkat sehingga menampilkan senyum manis dari bibirnya,membuat siapa saja yang melihatnya ikut tersenyum,begitu juga sehun.
"Ayo" ajak sehun yang sudah menggengam tangan eunseo erat,seolah tak ingin lepas barang sedikit-pun dari gadis itu.
Eunseo mengikuti langkah sehun disampingnya,dan menggengam tangan sehun dengan sangat erat,eunseo tak berani mengedarkan pandangannya pada keadaan disekelilingnya,ia hanya menunduk sembari berjalan mengikuti langkah sehun yang entah akan membawa langkah kakinya kemana.
Sehun menghentikan langkahnya ketika ia dan eunseo melewati sebuah toko aksesoris dimana terdapat banyak barang barang menggemaskan didalamnya. Sehun mengajak eunseo masuk kesana,dengan santainya,eunseo tetap mengikuti sehun.
"Ini bagus" sehun mengambil sebuah bando berwarna putih dengan kawat tipis diatasnya yang menyambungkan bando dengan hiasan berbentuk lingkaran dengan warna senada. Mirip seperti bando ala-ala bidadari. Sehun memakaikannya dikepala eunseo lalu tersenyum "ini cocok untukmu"
"Benarkah?" Eunseo menatap sehun tak percaya,dan sehun mengangguk menjawabnya. Eunseo terlihat senang dengan apa yang sehun katakan barusan. Terlihat sedikit perubahan pada ekspresi eunseo,terlihat sedikit lebih fresh dibandingkan saat berangkat tadi.
"Kalau begitu,ini pasti sangat cocok untukmu" eunseo memasangkan sebuah bando hitam dengan kedua tanduk kecil berwarna merah dengan paksa pada kepala sehun.
"Aku? Haruskah aku juga Memakainya? " sehun mengedarkan pandangannya ke sekeliling toko dan menatap eunseo tak yakin.
"Ya,kau harus,sampai pulang,tidak boleh dilepas" kata eunseo pasti dan tersenyum. Sedangkan sehun,mau tidak mau ia harus menyimpan rasa malunya barang sebentar saja saat bersama gadis ini. Benar,sebentar saja,tak akan lama,tapi tetap saja,ia akan merasa malu,dan ia wajib mengesampingkan perasaan itu demi membuat gadis dihadapannya tersenyum.
Setelah selesai dengan toko aksesoris tersebut,sehun dan eunseo lantas keluar dan memutuskan untuk mencoba beberapa wahana yang ada,tentu saja dengan sehun yang membujuk eunseo terlebih dahulu agar eunseo mau menemaninya.
Awalnya eunseo memang menolak,tapi ia berfikir ini adalah moment yang langka baginya,kapan lagi ada seseorang yang mengajaknya ke taman hiburan seperti ini. Besok besok belum tentu eunseo akan dapat kembali kesini bukan?
Eunseo dan sehun mendudukan bokongnya pada kursi panjang yang berada dekat dengan wahana yang baru saja mereka naiki,bianglala. wahana yang berukuran sangat tinggi itu membuat eunseo sangat ketakutan dan menjerit kencang. Eunseo tak pernah merasakan sensasi menegangkan seperti itu. Ia memang menikmatinya,tapi tetap saja ia ketakutan dan tak ingin lagi jika dipaksa untuk kembali menaikinya,entah oleh siapapun itu.
"Apa kau merasa pusing?" Eunseo menggeleng menjawab pertanyaan sehun tersebut.
"Mau lanjut melihat lihat?" Sehun sudah berdiri didepan eunseo dan mengulurkan tangannya,eunseo menerima uluran tangan itu dan mengangguk sembari tersenyum.
Sehun membawa eunseo melangkah mengelilingi taman hiburan tersebut,mulai dari mampir ke stand makanan,sampai ke stand game-pun telah mereka jajal. Sampai sampai sehun mendapatkan sebuah boneka teddy berukuran cukup besar berwarna cream yang merupakan gift dari sebuah permainan yang sudah ia menangkan. Lalu sehun memberikan boneka tersebut pada eunseo.
"Ini... untukku?" Tanya eunseo sembari menerima boneka itu dari tangan sehun. Sehun mengangguk dengan senyuman yang tampak diwajahnya.
"Terimakasih,oppa!" Eunseo memeluk boneka itu antusias. Tampak lucu dimata sehun, ditambah dengan bando yang menghiasi bagian atas kepalanya,menambah kesan manis bagi gadis dihadapannya.
Tetaplah seperti itu
Senyum manismu,jangan lupakan kalau kau memilikinya
Aku menyukainya,sangat
Kumohon,Setidaknya untukku,kau bahagia dihadapanku.
-batin sehun.
*tbc.....
_______
*tbc........
______
KAMU SEDANG MEMBACA
One thing
Novela Juvenil"bahkan semua orang memintaku untuk menghilang,dan kau yakin akan menerima orang aneh sepertiku ?" - - Start : 270518
