#seventeen

140 32 2
                                    

"So stop time right here in the moonlight,
Cause I don't ever wanna close my eyes."-

_______

"Orang itu,aku benci melihatnya" gumamku sembari menatap langit langit kamarku yang terlihat kosong.

Aku bangun dari posisi tidurku dan beranjak menuju jendela,ku sibak hordeng yang menghalangi pandanganku,dan ku buka jendela kamarku untuk membiarkan angin malam menerpa diriku yang tak berguna ini.

Tadi itu,Samar samar aku melihatnya,orang itu,orang yang dahulu sangat kupercaya. Tapi sekarang,aku sudah benar benar membencinya. Aku mengenal dengan jelas suaranya,suara lembut namun menyakitkan bila terus terusan terdengar oleh telingaku. Aku benar benar muak dengannya. Bukankah aku bodoh jika aku terus mempercayai orang yang telah mengkhianatiku? Karenanya aku tidak ingin terlihat seperti orang bodoh lagi. Sepertinya sudah cukup aku menderita karena kebodohanku ini. Haruskah aku merasakannya lagi? Bukankah itu terlalu jahat bagiku?

Aku menatap langit malam diatas sana dengan seksama,mencoba menerawang kenangan kenangan menyakitkan yang memang begitu saja muncul saat aku memikirkan orang itu. Langit diatas sana terlihat ramai,ditemani bulan serta bintang bintang indah yang bertebaran. Sedangkan aku,disini aku sendiri.

Bukankah sudah hal yang biasa untukku merasa sendiri? Hari hariku memang selalu diselimuti perasaan itu,rasa kesepian yang selalu melekat pada diriku. Bahkan disaat aku berada ditempat ramai sekalipun.

Bukankah itu lucu? Lalu untuk apa aku pergi ketempat ramai jika aku tetap saja merasa kesepian disana? Apakah akan datang saat dimana aku sudah benar benar jauh dari kata kesepian itu? Jika begitu,aku ingin sekali menunggunya,aku akan bertahan sedikit lebih lama lagi untuknya.

Beruntung malam ini suara suara itu tidak datang lagi,kali ini waktu sedang berpihak kepadaku,mengerti akan diriku yang tengah membutuhkan ketenangan barang sebentar saja.

Dadaku terasa begitu sesak,kenangan yang terlintas itu menyakitiku,sungguh. Rasanya untuk menangis-pun aku enggan melakukannya,terasa seperti sia-sia saja. Menangis takkan menghilangkan rasa sakit itu,aku sangat paham. Karenanya aku sudah sangat bosan untuk menangis,rasanya sudah seperti tak mempan lagi bagiku.

Kau tahu? Hei,akupun sama seperti kalian,

Dulu, aku punya tangan untuk ku genggam.

Dulu,aku punya bahu tempatku bersandar.

Dulu,aku punya alasan untuk tetap tersenyum.

Dulu,aku punya alasan untuk selalu bertahan disegala keadaan.

Tapi Sekarang,aku sudah tak memiliki apapun lagi. Tak ada bahu untukku bersandar,tak ada tangan yang selalu kugenggam dengan erat,tak ada lagi yang akan bahagia melihat senyum yang kukembangkan. Jadi,sebenarnya untuk siapa aku bertahan disini ?
Aku tidak akan bertahan untuk diriku sendiri,karena diriku saja sudah tidak pantas untuk dipertahankan lagi keberadaanya. Aku hanyalah gadis gila yang tak berguna.

Benar kata orang,aku ini gila. Bukankah memang begitu pandangan mereka padaku ? Katakan bahwa aku membenarkan mereka semua karena aku memang tak bisa untuk menyangkalnya.

Dan sekarang,aku sangat bersyukur setidaknya aku dipertemukan dengan pria sebaik sehun oppa,entah apa yang membuatnya ingin membantuku dan membawaku kemari,aku tidak pernah meminta,tapi aku ingin berterimakasih karena dia sudah bersikap begitu baik padaku. Dan saat itu,aku merasa bahwa masih ada orang didunia ini yang ingin mempertahankan gadis sepertiku. Akan lebih baik untuknya jika aku tidak banyak merepotkannya.

Angin malam yang berhembus itu menusuk dinginnya kulitku,aku sampai lupa sudah berapa lama aku berdiri disini. Aku sudah menggunakan waktuku untuk sebuah hal yang sangat tidak berguna,entah sudah yang keberapa kali aku melakukannya.

Jika saja aku adalah orang yang tak tahu malu,maka aku akan bertahan disini sampai saat itu tiba. Tapi bisakah aku menjadi seseorang yang seperti itu? Aku lupa,aku tak perlu lagi memikirkan soal harga diriku bukan? Menjadi diriku yang seperti sekarang ini sama saja seperti mempertaruhkan harga diriku. Bahkan aku sudah dianggap gila oleh kebanyakan orang. Bukankah itu cukup bagus untuk kujadikan sebagai alasan ?

Aku memang lelah,tapi kufikir ini belum saatnya untukku menyerah.  ada begitu banyak hal yang masih membuatku ragu. Kufikir aku masih perlu sedikit waktu.
















Jadi,biarkan aku melakukannya,






























Dari sekarang.








*tbc......

_______

One thingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang