Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

13. Pernyataan Cintanya

4.8K 229 0
                                        

Seperti biasa, Viona sedang bekerja melayani pengunjung yang selalu ramai di restoran dan bolak-balik mencatat dan membawa pesanan. Sudah waktunya ia selesai bekerja. Ia memang meminta untuk bekerja dari pagi saja sampai siang jika kuliahnya siang dan dari siang sampai jam empat sore saja jika ada kuliah pagi, tak pernah sampai malam karena kondisinya yang sedang hamil dan tak ingin anaknya kelelahan yang akan berdampak pada tumbuh kembangnya. Ehsan sebagai bosnya mengerti keadaan Viona dan tidak menyulitkannya. Viona begitu berterima kasih pada pemuda itu yang sudah banyak membantunya.

"Udah beres, Vi?" tanya Debora yang sedang membawa pesanan pelanggan di nampan besar. Viona yang akan berjalan menuju ruang ganti mengangguk.

"Iya, Deb. Aku mau langsung tidur. Tubuhku udah lelah banget. Kasihan juga anakku." ucapnya sambil mengelus perut buncitnya. Debora mengangguk.

"Yaudah. Langsung istirahatin aja begitu pulang. Aku ke sana dulu, ya!" pamitnya sambil berlalu menuju tempat pelanggan. Viona mengangguk. Ia berjalan menuju ruang ganti dan berpapasan dengan Ehsan yang baru keluar dari ruangannya.

"Eh, Vi. Apa kamu sudah selesai bekerja?" tanya pemuda itu begitu melihat Viona. Viona mengangguk.

"Iya, San. Aku mau langsung pulang." Ehsan terlihat berpikir sejenak.

"Tunggu!" cegahnya saat melihat Viona akan berlalu dari hadapannya. Viona menolehkan wajahnya pada Ehsan yang kini menatapnya.

"Hmm..., apa kamu punya waktu sebentar?" Viona terdiam sejenak, lalu ia mengangguk.

"Iya. Ada apa, San?" Ehsan menghela nafas sejenak.

"Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat. Apa kamu mau?" tanyanya. Viona terlihat berpikir. Ia mempertimbangkan antara menjawab iya atau tidak. Ia menatap Ehsan. Tak enak juga menolak. Lagian, pemuda ini tak akan ada niat jahat padanya. Ia cukup tahu siapa Ehsan. Akhirnya, karena tak enak ia mengangguk juga. Ehsan tersenyum.

"Aku ganti baju dulu ya bentar?!" pintanya. Ehsan hanya mengangguk.

"Oke. Aku tunggu di parkiran." Viona mengangguk dan berlalu untuk mengganti pakaian kerjanya. Hatinya bertanya-tanya. Akan membawanya ke mana pemuda itu? Apa ada hal penting yang ingin Ehsan tunjukkan padanya?

***

Setelah mengemudi memutari kota, mobil Ehsan berhenti di sebuah area hijau dan sejuk untuk tempat wisata refreshing keluarga atau bersama pasangan menghabiskan akhir pekan. Viona merasa terbuai dengan pemandangan sejuk dan menenangkan di sini. Mereka turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam area. Banyak keluarga dan pasangan muda-mudi yang sedang asyik menikmati quality time mereka setelah seharian berkutat dengan berbagai macam aktivitas pekerjaan. Ia mengikuti Ehsan mengelilingi taman hijau yang sangat luas itu. Pikiran Viona terasa tenang sesaat.

"Rasanya capekku hilang gitu aja." gumamnya sambil menatap senang sekelilingnya. Ehsan menolehkan wajahnya dan tersenyum.

"Iya. Kita juga butuh pengalihan dari pekerjaan yang begitu menguras tenaga dan pikiran. Tempat ini kita rasa cocok." Viona mengangguk setuju.

"Apa kamu sudah makan siang?" tanya Ehsan. Viona menolehkan wajahnya dan mengggeleng.

"Belum."

"Kita makan siang dulu. Ayo kita ke sana!" ajaknya pada Viona. Gadis itu mengangguk dan berjalan menuju sebuah kafe yang tak jauh dari sana. Mereka memilih tempat duduk yang kosong di sana. Ehsan memesan makanan untuk mereka dan Viona duduk tenang di kursinya sambil asyik ber-chat ria dengan kakak cantiknya di Indonesia. Ia begitu merindukan mereka. Ia belum bertemu mereka lagi semenjak ia menetap di Malaysia. Tak lama, Ehsan datang dan duduk di hadapannya.

Red In The SilenceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang