Hey..longtime no see everyone!
Masih ada yang setia baca? Masih anget ini, typo bertebaran.
Happy reading ya..😘
"Bisa Nae? Kuat?" tanya mbak Tika. Gurat khawatir di wajahnya sungguh kentara. Kuanggukkan kepala mantap sembari mengulas senyum tipis.
Janji, tetaplah janji, akan kutunaikan.
Seketika dengung microphone memanggil namaku untuk segera mengisi kosongnya panggung. Aku maju. Dengan detak bertalu keras di dada, aku tetap melangkahkan kaki dengan mantap. Kuedarkan pandangan ke sekeliling mini hall. Sekilas kutangkap bayangan Lorry memberiku semangat dengan kepalan tangan kanannya.
Kutarik nafas perlahan. Well yes, let's do it. For you, I dedicated this. Only you... My beloved cute little girl, Chesta.
"Hi, good evening. My name is bawang merah. Well, you can call me Shallot in your way. Suit yourself. Err...I'd like to tell you my story. It was about my mom, my stepsister, and me. So, here the story goes..."
Semua mata terarah kepadaku. Sesekali mereka tersenyum. Beberapa kali juga kulihat tatapan antusias para penonton penampilan berdurasi 6-7 menit ini. Banyak kuselipkan adegan konyol yang membuat mereka tertawa bahkan terpingkal. Kontras dengan apa yang kurasakan.
Air mataku benar-benar turun saat bawang putih pada ceritaku menangisi nasibnya sekaligus merindukan ayahnya. Bukan karena aku menyelami ceritaku dengan baik. Tapi bayangan Chesta bermain di kepalaku.
Adegan yang harus berganti dari sedih menjadi riang mengharuskanku bersikap profesional. Tekad untuk mempersembahkan yang terbaik malam ini, demi menuntaskan janjiku pada Chesta. Itu saja motivasiku. Hingga layak mendapatkan tepukan bergemuruh di akhir cerita.
"I am Nae, from Indonesia. I dedicated my performance tonight, to a little girl whom..." air mataku jatuh "whom passed away couple days ago." Kutarik nafas berat, sambil mengusap lelehan bening di pipi kanan kiriku. "She loved this story so much, and I promised her to perform the show. Thank you for appreciating this. It's not worth to watch, but thank you for everything."
Hening sesaat. Beberapa orang terlihat mengusap matanya.
Lorry melangkah maju, menyerahkan sebuket bunga lily dan meraih mic yang kupegang.
"I was enjoying that performance. I think everyone here is agree that, If we don't know who you are and what are you. We might think that you are an actress. You acted that well. Am I right?!" Lorry meminta atensi penonton. Lalu dengungan kata "yes" mengudara.
"My deepest condolescence for that little girl. From all of us too.." Lorry lagi- lagi mengajak semua yang hadir saat ini berinteraksi denganku. "I think, she is happy right there. She's received that much love from you as you did an awesome performance. Great job!"
Lorry memelukku. Beberapa teman di backstage juga berhambur ikut serta melingkar. Menyalurkan semangat yang malah membuat air mataku menderas. Bayangan Chesta menari di depan mata. Senyumnya yang membayang mengukuhkan rinduku.
Chesta, sakitmu sudah terangkat. Semua yang mengenalmu pasti menyayangi dan mendoakanmu nak.
~•~•~•~•~•~
Aku menarik nafas panjang. Sebelum memasuki gerbang rumah Hanenda.
Ya. Aku kembali ke tanah air.
Setelah wajib absen ke kantor perwakilan Aminef di Jakarta aku langsung terbang ke Surabaya. Naka tidak bisa menemaniku karna ini hari efektif, dan dia pegawai baru yang belum mendapat jatah cuti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Buku ke- 2
Chick-LitTentang Nae yang terluka Tentang Gatra yang mendua Tentang Ananta yang mengejar cinta Tentang Hanenda yang berduka Masih, tentang sebuah romansa. Cover by Windy Haruno
