Chapter 32

5.2K 406 16
                                        

Sasori Story Part 3 (Flashback)

Setelah itu akhirnya dia bangkit dari keterpurukan, kembali bersekolah dan meyelesaikan pendidikannya kemudian meminta padaku untuk masuk ke Universitas, dia mau kuliah dengan alasan "Aku ingin memulai hidup baru".

Karena alasan yang masuk akal akupun memasukkannya disalah satu universitas besar di Sapporo. Kegiatannya di kampus membuat dia kembali seperti dulu, penuh ekspresi, tersenyum gembira dan bahagia dan karena hal itu, aku tidak pernah curiga padanya. Hanya satu saja yang aneh setelah sekian lama anak kami meninggal tidak pernah satu kalipun dia pergi melihat makamnya, tetapi pernah sekali aku mendapatinya duduk termenung sendiri melihat langit malam sambil bergumam "Sora" dengan nada sedih. Dari sejak itu hingga saat ini aku tidak pernah bertanya apalagi menyuruhnya untuk mengunjungi anak kami.

~~<>~~

Karena aku terlalu percaya padanya, akupun tidak menyadari ternyata selama ini dia menguntit kalian, dia mengumpulkan semua kabar tentang kalian, dia tahu kapan kau melahirkan anakmu yang pertama bahkan dia pernah kembali kumat depresinya yang belakangan kutahu dia bisa seperti itu karena mendengar kau baru saja melahirkan anakmu yang kedua.

Dia berusaha bisa dekat dengan kalian, sampai dia berusaha agar bisa masuk bekerja di perusahaan yang sama dengan Sasuke, aku mengetahui ini saat aku tidak sengaja bertemu Therapist yang selama ini menanganinya. Therapist itu menanyakan kabar Shion yang aku jawab dia semakin baik lalu kemudian Therapist itu berkata "Tuan harus selalu menjaga nyonya, seseorang yang mengalami Acquisitiveness akan cenderung melakukan hal yang tidak masuk akal jika tidak diawasi tuan" aku yang baru saja mendengar nama penyakit Shion hanya bisa diam, karena selama ini yang aku tahu Shion hanya mengalami depresi berat tidak lebih "Apa maksudnya dengan itu?" tanyaku bingung. Melihatku yang kebingungan sang Therapist pun menjelaskan "Tuan, Nyonya sedang mengalami suatu jenis penyakit jiwa yang disebut Acquisitiveness yang berarti penderita ingin melakukan kekerasan atau kegigihan untuk memiliki sesuatu yang tidak bisa dia miliki seperti suatu ketamakan atau keserakahan, jika nyonya ingin sesuatu sebaiknya tuan tanyakan dengan baik, karena aku curiga nyonya seperti merencanakan sesuatu yang berbahaya"

Mendengar apa yang dikatakan Therapist itu aku jadi teringat kau. Aku segera pulang dan mencari sesuatu dikamar dan ya... kutemukan segala tentang kalian, data-data kalian, alamat rumah, hingga jadwal tes Shion untuk masuk kerja. Tapi itu semua sudah terlambat, saat aku tahu semua ternyata Shion sudah diterima bekerja disana dan sudah berada di Tokyo selama 2 bulan yang dia beralasan padaku ingin tinggal bersama orang tuanya untuk sementara waktu. Tanpa pikir panjang aku langsung ke Tokyo untuk segera bertemu kalian. Tetapi lagi-lagi aku terlambat, sesampainya aku di Tokyo kau sudah mengalami kecelakaan yang membuatmu hilang ingatan.

Sasori Story End (Flashback End)

~~<>~~

Sakura masih terdiam setelah mendengar cerita Sasori dia hanya berpikir ternyata yang dialami Sasori jauh dari yang dia bayangkan, apalagi Sasori harus kehilangan anaknya, jika itu terjadi padanya bisa saja dia juga akan mengalami hal sama jika terlalu lelah atau terlalu larut dalam kesedihan. Larut dalam kediaman akhirnya Sasori kembali bersuara.

"Berhati-hatilah dengan Shion, Sakura. Dia berencana mengambil Sasuke dan anak-anakmu darimu, dia berimajinasi kalau Anak-anakmu seharusnya adalah anaknya dan Sasuke adalah suaminya. Dia akan melakukan apapun untuk itu. Aku kemari selain untuk meminta maaf, juga untuk bercerita agar kau tahu bagaimana menderitanya kami akibat karma dan tentu saja untuk memperingatkanmu"

"Apa kau tidak cemburu dia menganggap Sasuke suaminya?" tanya Sakura

"Sejujurnya aku merasa sakit, tapi aku tahu dia melakukan itu karena dia masih belum sembuh dan hanya terbawa khayalan saja, aku akan berusaha agar dia sembuh dan kembali membangun keluarga yang bahagia lagi dengannya" jawab Sasori

"Apa dia masih bisa hamil?"

"Ya.... Dokter mengatakan dia masih bisa hamil, hanya saja sejak kematian Sora, dia selalu menolakku"

"Kalau begitu berusahalah....." kata Sakura menyemangati

Sasori hanya mengangguk, tidak lama kemudian Sasuke muncul dari lorong, kemudian Sakura berlari mendekat dan memeluknya kemudian berbisik "Aku takut setengah mati tadi"

"Aku tahu dan aku minta maaf, tapi jangan takut karena sejak tadi aku mengawasimu dilorong itu" bisik Sasuke sebagai balasan

Sasori berdehem agar pasangan suami istri yang sedang pelukan itu segera tersadar, Sakura melepaskan pelukannya setelah itu Sasuke mulai membereskan belanjaan Sakura untuk bersiap kembali ke Hotel, tidak usah tunggu pasangan Hyuga karena mereka sudah ada di Hotel sejak tadi.

"Kami pamit dulu" kata Sasuke pada Sasori

"Hm... Dan jaga istrimu baik-baik dari istriku" jawab Sasori

"Tentu saja, aku bahkan akan menjaganya darimu" kata Sasuke kembali

Sasori hanya tersenyum dan berkata "Maaf, tapi aku sudah memilih Shion sejak dulu, maka dari itu sekali lagi aku minta maaf Sakura"

Sakura hanya diam sambil tersenyum kemudian mulai beranjak pergi, tetapi baru tiga langkah Sakura tiba-tiba berhenti dan memanggil Sasori

"Sasori (Sasori menoleh) aku memaafkanmu dan aku juga ingin berterimah kasih padamu" kata Sakura

"Berterima kasih untuk apa?" tanya Sasori

"Berterima kasih karena sudah menghianati dan meninggalkanku (Sasori hanya mengernyit heran), jika kau tidak melakukan itu aku tidak mungkin akan mendapatkan suami sebaik dirinya dan anak-anak yang lucu-lucu. Sekali lagi terima kasih Sasori" kata Sakura sambil membungkuk

Sasori dan Sasuke hanya tersenyum melihat tingkah Sakura, kemudian mereka mulai pergi meninggalkan tempat itu.

~~<>~~

Isitlah : Acquisitiveness

Didapat dari: https://aepnurulhidayat.wordpress.com/2015/04/13/istilah-istilah-medis-penyakit-jiwa-lengkap_aep-nurul-hidayah_rkm-126201/


Salam,

-Uchiha_Sama-

LOST IN THE FUTURETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang