Beberapa minggu kemudian akhirnya kesehatan Sakura pulih sepenuhnya, polisi datang ke RS untuk menanyai Sakura beberapa pertanyaan tentang kejahatan yang "katanya" dilakukan oleh Sasori. Tapi sebelum polisi datang untuk meminta keterangan dari Sakura, jauh sebelum itu Sasuke sudah menceritakan semuanya pada Sakura tanpa terlewat sedikit pun dan itu membuat Sakura mengerti tentang tujuan polisi mencarinya. Tadinya Sakura terkejut, bahkan sedikit merasa cemburu mengetahui sebegitu cintanya Sasori pada Shion, namun rasa cemburu Sakura yang sedikit itu luntur karena cerita dari teman-temannya bahwa Sasuke sangat banyak berkorban dan juga lelah atas apa yang menimpa dirinya, diapun makin mencintai suaminya itu.
Setelah keterangan Sakura didapat oleh pihak kepolisian, sebulan kemudian Sasori menjalani sidang dan divonis 2 tahun penjara tanpa potongan masa tahanan, tanpa potongan masa tahanan itu diminta sendiri oleh Sasori, dia tetap ingin menjalani hukuman itu tanpa ada potongan ataupun remisi sekalipun. Shion yang juga dinyatakan berstatus tersangka oleh pengadilan mendapat hukuman sebagai tahanan kota, dia harus menjalani hukumannya harus tetap tinggal di Sapporo juga selama 2 tahun, kembali menjalani terapi kejiwaan dan melanjutkan jalannya perusahaan yang tadinya dipegang oleh suaminya, tetapi setiap sebulan sekali dia diperbolehkan untuk menjenguk Sasori, hanya dari Sapporo ke Tokyo tidak boleh mengunjungi tempat lain. Dan untuk mengatasi kerinduan mereka Sasori maupun Shion diperbolehkan untuk saling berkirim surat untuk saling memberi kabar ataupun menceritakan apa saja yang telah terjadi pada hari-hari yang mereka lalui.
~~<>~~
Tenten melahirkan 4 bulan setelah insiden yang menimpa Sakura dan terang saja anak kedua pasangan Hyuga itu terlahir berjenis kelamin perempuan tepat seperti apa yang sang ayah idamkan, putri kecil itu diberi nama Tamaki yang berarti kilauan gelang yang bermahkotakan permata, Hyuga Tamaki nama yang cantik untuk anak yang cantik, seperti itu kira-kira.
Rumah Sakit Bersalin Tokyo
"Wah.... anakmu cantik sekali kakak ipar.... aku gemas sekali" ucap Hinata
"Hihihi.... Terima Kasih" jawab Tenten
"Dia mirip sekali dengan dirimu Tenten.... matanya hitam, rambutnya juga banyak" tambah Sakura
"Tentu saja dia mirip dengan Tenten, dia kan ibunya" timbal Neji yang membuat Sakura sedikit keki dan membuat semua yang berada diruangan itu tertawa
"Ngomong-ngomong Sakura, sudah memasuki bulan berapa usia kandunganmu itu?" tanya Tenten sambil menunjuk perut Sakura yang sudah membuncit
"Sudah hampir memasuki bulan ke 5 Tenten" jawab Sakura
"Wah... Jadi sebentar lagi ya.... Tapi apa kau tidak cemas? Mengingat putramu itu masih kecil untuk mempunyai seorang adik?" Temari akhirnya bersuara
"Hm... Tidak juga, karena jika adiknya nanti lahir tidak lama Shunsuke akan berulang tahun yang ke 4 jadi pasti dia sedikit akan mengerti kalau dia sudah menjadi kakak. Kami berdua akan memberi pengertian dengan cara yang bisa dengan mudah dimengerti olehnya" jawab Sakura lagi
"Makanya Sasuke, kalau kau mau punya anak lagi, pikirkan juga umur anakmu yang lain agar tidak berdekatan seperti ini" nasihat Shikamaru
"Cih... Dari pada kamu hanya punya satu anak" jawab Sasuke sebal
"Benar.... Biar bagaimanapun kau hebat Teme.... tapi saranku 3 anak cukup" tambah Naruto yang membuat semua kembali tertawa
"Oh... Iya... ngomong-ngomong, apa kalian semua bisa hadir diacara reuni Sekolah yang diadakan tahun ini?" Ino tiba-tiba bertanya
"Tentu saja, kami akan datang" jawab Naruto
"Tapi Naruto apa kita bisa membawa anak-anak?" tanya Hinata
KAMU SEDANG MEMBACA
LOST IN THE FUTURE
FanfictionFirst Story "Terakhir kali yang aku ingat, aku melihat dia bermesraan dengan gadis lain digang sempit dekat sekolahku, rasanya sangat sakit, disaat kemudian melihat dia mencium gadis itu dengan sangat dalam. Tanpa sadar akupun berlari kemudian menge...
