Theo who are you?

2.2K 97 1
                                        

Langit malam sudah semakin gelap, Salsa sedang duduk di meja belajarnya ia membaca ulang beberapa materi yang tadi sempat ia pelajari di sekolah. Saat ia sedang asik membaca pikirnya melayang pada sosok misterius yang menghampirinya di gerbang sekolah tadi sore, Theo ia masih ingat namanya karna pria itu mengatakan dengan jelas bahwa namanaya adalah Theo. Namun yang menjadi pertanyaan besar dalam benaknya adalah siapa Theo itu kenapa sepertinya Theo begitu mengenalnya tapi jika memang ia benar benar tidak mengenal Theo sebelumnya kenpa Salsa merasa bahwa sosok Theo tak asing baginya.

Renata sang ibu memang tak pernah membaicarakan sedikitpun tentang teman teman Salsa di masa sebelum ia kecelakaan, tapi jika Theo memang pernah ada dalam kehidupanya ibunya pasti tahu siapa Theo itu.

"Kenapa gue jadi keinget sama dia ya?" gumamnya sambil menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal.

"Tapi kalo diliat liat dia ganteng juga sih, eh tapi dia kan aneh kalo ternyata dia orang jahat gimana?" kini ia bertanya pada dirinya sendiri.

Saat Salsa tengah sibuk dengan pikiranya sendiri tentang pria itu, suara seseorang mengetuk pintu berhasil membuyarkan pikirannya.

TOKKK TOKK TOKK...

"Salsa buka pintunya nak." suara sang mama terdengar jelas di balik pintu.

Salsa pun langsung beranjak dari meja belajarnya untuk membuka pintu.

"iya mah ada apa?" tanyanya sambil membuka pintu.

"Kita makan malem dulu yuk, papah kamu udah nungguin tuh." ajak mamanya dengan lembut.

"Oh iya mamah duluan aja, Salsa mau beresin buku dulu ya."

"Oh ya udah kalo gitu, cepetan ya."

Sang ibu pun segera pergi ke ruang makan sedangkan Salsa kembali ke mja belajarnya untuk merapikan beberapa buku yang sempat ia baca tadi.

******

Sesampainya di meja makan Salsa langsung duduk tepat di depan papanya, tak lupa ia menyapa sang papa yang sudah makan duluan karna sudah sangat lapar seusai pulang bekerja.

"Malam pah."

"Malam juga anak papa yang cantik."

"Gimana tadi sekolahnya baik baik aja kan?" tanya sang ayah.

"Baik kok pah."

"Gak ada yang jahatin kamu kan?"

"Hmmm gak ada sih tapi masih ada aja orang yang anggep Salsa aneh." jawabnya lesu.

"Ya udah kamu yang sabar ya tapi kalo mereka jahatin kamu, kamu bilang ya sama papa."

"Iya pah pasti."jawabnya sambil mengangguk.

Tiba tiba sang mama ikut nimbrung di meja makan sambil membawa teko berisi air putih yang ia letakan di atas meja makan.

"Udah udah jangan bgobrol terus nanti sayurnya keburu dingin." ucapnya sambil duduk.

Hari itu Renata memang memasak sayur lodeh dan ayam goreng kesukaan sang suami tercinta untuk lauk makan malam kali ini.

"Iya mah." jawab Salsa dan sang papa dengan kompak.

Sekarang suasana meja makan menjadi hening sang papa masih sangat serius dengan makanan di pringnya sedangkan sang mama tengah asik melahap ayam goreng buatanya sendiri. Saat itu Salsa tiba tiba punya inisiatif untuk menanyakan pada mamanya tentang Theo pria misteruis yang tadi sore ditemuinya di deoan gerbang sekolah, jika Theo benar teman lamanya sang mama pasti tahu bukan.

"Hmmm mah Salsa boleh tanya sesuatu gak?" ucapnya sedikit ragu.

"Boleh tanya apa sayang."

"Mamah kenal sama Theo?"

My Boyfriend is a GhostCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang