Semuanya berawal dari sebuah kecelakaan yang dialami salsa, kecelakaan yang menghilangkan seluruh ingatanya. Bahkan ia sama sekali tidak bisa mengingat orang tuanya, dan semua kenangan masa kecilnya. Tidak hanya itu kecelakaan yang menimpanyapun mem...
Meski kamu kini hanyalah semu Meski luka kini masih terasa Meski harap kini telah musna Meski kita tak lagi bersama Namun.... Ketahuilah, bahwa aku di sini masih percaya kamu selalu ada. Meski tak bisa lagi ku lihat wajahmu Meski tak bisa lagi ku dengar tawamu Meski tak bisa lagi ku sentuh ragamu Namun.... Cintamu akan selalu ada, di sini di bagian terdalam dari lubuk hatiku.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Pagi ini Salsa terbangun dan kembali berusaha menata hudupnya, bersaha menerima semua yang telah Tuhan gariskan. Salsa baru saja selesai membereskan kamarnya, ia keluar menuju taman belakang mencari alat kebersihan.
Salsa mulai menyapu setiap sudut kamarnya, jika biasanya kamar ini akan dibersihkan oleh seorang asisten rumah tangga yang akan pulang setelah pekerjaanya selesai. Namun sejak semua kejadian itu menimpanya Salsa lebih suka melakukan semuanya sendiri.
Ia ingin kembali memulai hidupnya belajar mandiri dan menjadi orang yang lebih baik seperti apa yang Teo inginkan. Salsa sedang menyapu bagian bawah tempat tidurnya namun ada sesuatu yang mengganjal di sana. Salsa mengeluarkan benda itu dari kolong ranjangnya menggunakan sapu.
Salsa terkejut ketika melihat benda itu. Sebuah benda lucu yang telah lama tak ia lihat. Bahkan Salsa pernah berpikir bahwa benda itu sudah hilang entah kemana. Namun ternyata benda tersebut masih berada di dalam kamarnya sendiri.
"Unicorn."gumamnya
Tak ada yang berbeda dari boneka lucu berwarna pink itu, hanya saja sekarang boneka itu sedikit kotor oleh debu. Sontak Salsa mengusap lebut boneka Unicorn itu membersihkanya dari debu yang menempel. Entah sudah berapa lama boneka itu berada di bawah ranjang Salsa, mungkin sejak ia melemparnya saat itu.
Saat di mana pertama kali ia kembali ke rumahnya, saat dimana ia merasa sakit hati dan berburuk sangka pada Teo. Kalau mengingat hal itu, Salda jadi merasa bodh, dan ingin menertawakan dirinya sendiri.
Gadis berambut hitam itu kembali memeluk boneka yang telah lama tak ia lihat. Bangkit lalu meletakan boneka itu di atas bantal. Salsa tersenyum mengingat bagaimana senyuman manis Teo kala ia memberikan boneka itu padanya. Malam dimana Teo menerobos masuk ke kamarnya melewati pintu balkon.
Jika saja waktu bisa diputar, jika saja masa itu bisa kembali, Salsa ingin menghabiskan lebih banyak lagi waktunya bersama pria itu. Salsa kembali tersenyum mengusap lembut kepala boneka yang selalu tersenyum manis padanya.
"Pinky, mulai sekarang kamu di sini ya temenin aku."ujarnya.
Salsa lalu berjalan ke arah lemarinya mengambil sebuah kotak berukuran sedang, dan kembali duduk di sofa. Setelah itu ia mengambil beberapa barang dari laci nakasnya. Salsa membuka kotak berwarna biru itu, memasukan beberapa barang yang ia ambil ke dalam sana.