Semuanya berawal dari sebuah kecelakaan yang dialami salsa, kecelakaan yang menghilangkan seluruh ingatanya. Bahkan ia sama sekali tidak bisa mengingat orang tuanya, dan semua kenangan masa kecilnya. Tidak hanya itu kecelakaan yang menimpanyapun mem...
Halo sebelum ngebahas ekstra part aku mau promo dulu nih, Tadaaaaa.....
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
covernya kayak gini.... kalo yang minat bisa langsung di cari aja ya oke.. atau bisa juga langsung di liat di profilku dai bagian karya hehehe...
Tak baca maka tak suka, jadi baca dulu dong biar suka, iya gak? iya kan? iya dong? hehehe....
*** Udah Ah aku gak mau banyak omong, pokok ya ekstra part ini menceritakan Aan sama Uni yang lagi honey moon...
Selamat membaca!!!
***
Pagi itu mereka tiba di Bali, Uni terlihat sangat antusias saat turun dari pesawat dan menginjakan kakinya di tanah berjuluk pulau dewata itu. Sangat kontras dengan suaminya yang malah berjalan malas malasan sambil sesekali menguap. Apalagi Aan yang kerepotan menenteng sebuah tas dan dua koper besar, membuatnya sangat merasa lemas. Sedangkan Uni berjalan begitu cepat, karna ia hanya membawa sebuah hand bag berwarna toska di tangan kananya.
Setelah memesan sebuah taksi bandara, mereka langsung menunju sebuah hotel untuk menginap. Hingga tibalah mereka di sebuah kamar hotel, berbintang lima. Dengan sebuah ranjang king size dan balkon yang langsung menghadap ke pantai.
"Sayang ayok dong kamu lambat banget sih."ucap Uni saat memasuki kamar dan Aan yang berjalan di belakangnya sambil menyeret dua buah koper besar.
Aan mendelik sebal."Aku kan bawa koper kamu."
"Maaf ya, sini sini aku bantuin."balas Uni lalu memgambil salah satu koper yang ada di tangan suaminya itu.
Aan berjalan lalu menaruh kopernya di samping ranjang dan setelah itu ia langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Rasanya punggung Aan seakan mau patah.
Sedangkan Uni duduk di tepi ranjang lalu menyandarkan kopernya di sampingya."Kita jalan jalan yuk abis ini."ajaknya.
Aan yang sedang merebahkan tubuhnya langsung menggeleng kuat."Enggak ah aku mau tiduran aja, cape."
Uni memutar bola matanya lalu memukul paha suaminya yang masih rebahan itu."Ih masa jauh jauh ke sini cuma rebahan di dalam kamar, tau gitu mending gak usah honey moon."
"Ya kan bisa besok."jawab Aan malas.
"Aku maunya hari ini."rengek Uni, lalu ia bangkit dari duduknya. Menatap sebal pada Aan."Ih An ayok."rengeknya lagi sambil menarik narik tangan Aan.
Aan malah memejamkan matanya."Hmmm."
"Ayokkkkkk."ucap Uni setengah berteriak sambil menarik tangan Aan lebih kencang.