(7)keputusan

32.9K 1.3K 1
                                        

Senakal nakalnya diriku jika dengan orang tuaku pasti akan luluh

Happy reading
..
.
..
.
..
.
..
.
..

Author pov

Sekarang zahra sedang berada dikamar dan sedang tidur dikasur kesayangannya sambil memeluk guling hello kittynya. Dia sedang marah pada mama dan papanya soal rencana perjodohan yang baru saja ia ketahui


"Zahra, sayang buka pintunya nak" ucap lina-mama zahra

"Gak, zahra gak mau buka pintunya. Sebelum mama sama papa batalin rencana perjodohan zahra" ucap zahra

"Kamu jangan kayak anak kecil dong sayang" ucap lina

"Zahra gak kayak anak kecil ma, zahra cuma gak mau dijodohin" ucap zahra

"Dek, ayolah keluar. Kita omongin baik baik" ucap nanda-abang zahra

"Gak mau loh" ucap zahra kesal

"Yaudah yaudah, kita omongin baik baik ya. Sekarang kamu keluar dulu, mama khawatir kalo kamu dikamar. Takutnya kamu bunuh diri lagi, hehehe" ucap lina cengegesan

"Tapi, mama harus janji sama zahra"ucap zahra

"janji apa sayang" tanya lina

"Mama harus janji, kalo zahra nanti udah keluar mama gak maksa zahra buat nerima perjodohan itu" ucap zahra

"Iya iya, sekarang keluar dulu" jawab lina

*~*~*

Sekarang zahra sedang duduk bersama kedua orang tua dan abangnya, dan mereka sedang saling tatap tatapan. Tidak ada yang mau membuka percakapan sampai zahra yang angkat bicara dan memecah keheningan

"Mah, pah intinya zahra gak mau dijodohin titik" ucap zahra kesal

"Tapi nak, ini demi kebaikan kamu"ucap mama lembut

"kebaikan apa ma, perjodohan ini malah membuat zahra sengsara, bukannya membawa kebaikan nantinya" ucap zahra

"Enggk nak, ini yang terbaik untuk kamu" ucap papa

"Apa alasan mama sama papa menjodohkan zahra" tanya zahra

"Kami gak mau kamu salah pilih kayak dulu nak" ucap mama

"Tapi kan ma.."ucap zahra, dan yaps dulu zahra pernah salah pilih pasangan hingga mengakibatkan dia hampir kehilangan kehormatannya, untung saja nanda datang disaat yang tepat. Jadi hal itu belum sempat terjadi

"Mama mohon sama kamu nak, terima perjodohan ini. Mama mau kamu hidup sama laki laki yang jelas dan terhormat. Bukan seperti mantan kamu itu"ucap mama lembut dan sambil meneteskan air matanya

"Tapi mah, zahra ragu"ucap zahra

"Nak dengerin papa ya, laki laki yang kami pilihkan buat kamu ini adalah laki laki terhormat, agamanya bagus dan juga mapan" ucap papa

"Tapi zahra gak cinta sama dia pah, gimana rumah tangga kami akan bertahan lama jika tidak ada cinta" ucap zahra

"Cinta akan datang setelah kalian menikah" ucap mama

"Iya bener tuh dek" timpal nanda

"Tapi.."ucap zahra ragu

"Kamu pikirin aja dulu, besok pagi kamu kasih jawabannya"ucap mama

"Iya nak, kamu pikirin dulu, dan jangan sampai kamu memilih pilihan yang salah ya"ucap papa

"Iya mah, pah" ucap zahra

My Cold Doctor [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang