(41) waktu pernikahan

20.2K 609 18
                                        

Disini lah mereka, di tempat yang sama, di posisi yang sama. Tapi berbeda cara menatap, ya cara menatap mereka berbeda dari sebelumnya. Karna, kini dihadapan mereka sedang duduk seorang perempuan yang kini menjadi sumber masalah yang berada di dalam keluarga mereka.

Zella.

Dia lah wanita itu.

"Mah, pah. Ini lah wanita yang akan davin nikahi" ucap davin, dia membuka keheningan di ruangan itu

Dan kini, seluruh tatapan menuju padanya, termasuk mama nya itu. Kelihatannya dia kesal dan marah

"Davin davin, apa kurangnya zahra jika dibandingkan dengan wanita jalang ini" ucap yulia dengan emosi

"Mah, sabar. Kita bisa bicarakan ini baik baik" cegah ramzan

"Apa nya yang baik baik pah, lihat wanita ini. Cih wanita jalang, wanita murahan, Wanita perebut suami orang. Apa pantas dia menikah dengan anak kita pah, mama gak sudi" tolak yulia sambil menghina zella dengan emosi

"Cukup ya tante, saya datang ke sini bukan untuk di hina seperti ini!" bantah zella tak kalah kesal

"Tapi kamu memang pantas dihina, dasar wanita jalang!" hina yulia lagi

"Mah, cukup mah. Kita bicarakan ini baik baik. Dan davin minta, mama duduk dulu" pinta davin pada yulia, sebab mama nya itu sudah berdiri sambil menghina zella dengan emosi, dan dengan tubuh yang masih di penuhi kekesalan, yulia pun kembali terduduk.

"Baiklah, apa davin bisa bicara sekarang?" tanya davin dengan tegas

Semua orang terdiam, tidak ada yang membantah dan menerima. Mereka semua hanya diam dan menatap davin dengan tatapan yang berbeda beda, ada yang marah, sedih dan lainnya

"Oke, sekarang davin mulai pembicaraannya"

"Jadi, berdasarkan keputusan davin dan zahra. Davin akan menikahi zella" lanjut davin

"Tapi mama gak setuju, apa apaan ini. Kamu menikah dengan wanita seperti ini, wanita yang mau memberikannya kepada sembarang orang. Cih wanita jalang" ucap yulia lagi

"Tante! Cukup ya, saya bukan wanita jalang" bantah zella

"Davin! Udah ya, aku gak mau di sini kalo cuma mau dihina kayak gini" ucap zella pada davin, dan zella dia ingin beranjak pergi dan dengan cepat zahra menahan tangannya itu

"Zella,saya mohon. Tunggu sebentar, saya gak mau masalah ini berlarut larut. Saya capek" cegah zahra

"Okey, tapi saya gak mau saya di hina seperti tadi. Atau saya akan benar benar pergi" ucap zella

"Iya zella" jawab zahra

Dan zella pun kembali duduk dan menaruh tas nya yang tadi sudah di bawa itu

"Yaudah, biar zahra aja yang bicara" ucap zahra

"Jadi, keputusan sudah bulat. Pak davin dan zella akan segera menikah. Dan zahra mau pernikahan mereka di laksanakan minggu depan" lanjut zahra, dia berusaha menahan wajah dan air matanya yang sudah ingin keluar ini. Dia berbicara seperti tidak ada masalah apapun dengan pernikahan ini, padahal di dalam hatinya terdalam..dia sangat sedih

"Minggu depan?" protes ramzan

"Iya pah,minggu depan. Zahra gak mau kalo masalah ini menjadi berlarut larut" jawab zahra

"Tapi zahra, apa itu tidak terlalu cepat. Kita bisa laksanakan pernikahannya satu bulan lagi" usul ramzan, dan davin dia hanya diam tak berkata

"Gak pah, satu minggu" jawab zahra kekeh

My Cold Doctor [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang