Dan dengan cepat aku menancap gas dan menuju ke rumah sakit terdekat, dan beruntungnya, rumah sakit terdekat dari rumah keluarga dirgantoro adalah rumah sakit junanda, rumah sakit milik keluargaku
.
.
.
.
.
.
Dengan teregesa gesa aku menggendong zahra keluar dari mobil dan membawanya ke ruang pemeriksaan. Dan setelah zahra di letakkan di tempat tidur pasien semua orang menunggu di ruang tunggu dengan perasaan yang cemas dan panik. Aku sangat cemas padanya, aku takut dia kenapa kenapa, dan entah kebetulan atau entah kenapa dokter yang sedang menjaga di sana adalah sahabatku yaitu angga
"Vin, lo tenang aja ya. Gua periksa zahra dulu. Lo tunggu aja di depan" ucap angga sebelum menutup pintu dan memeriksa zahra
Dan karna sangat cemas, aku hanya bisa bergerak tak jelas, dan sampai aku melihat ibu mertuaku dengan wajah nya yang sembab karna di penuhi air mata khawatirnya
"Mah, mama tenang aja ya. Zahra pasti baik baik aja kok" ucapku menenangkan mama lina, dia sangat cemas dan dia hanya menangis di dekapan anak laki laki nya itu
"Iya sayang, makasih ya" balas mama lina sambil tersenyum
"Mah, memangnya zahra ada keluhan apa?? Kenapa dia bisa tiba tiba pingsan?" tanya ku pada mama lina, aku bertanya hanya karna ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada zahra
"Setahu mama, beberapa hari ini zahra selalu mengeluh kepalanya pusing dan perutnya mual sayang. Mungkin karna dia tidak makan dan tidur secara teratur" jawab mama dengan wajah paniknya dan aku hanya mengangguk angguk atas jawaban mama itu, dan aku rasa tidak ada hal yang perlu di cemaskan. Tapi, aku juga harus mendengar penjelasan dari angga yang sedang memeriksa zahra itu, agar semuanya lebih jelas.
Sudah 30 menit angga memeriksa zahra, tapi tak kunjung selesai juga. jadi sebenarnya ada apa dengan zahra, kenapa angga memeriksanya begitu lama, aku jadi semakin di buat cemas.
Dan sekarang aku hanya berjalan bolak balak tak jelas di depan ruangan itu, semua orang pun khawatir sama dengan kekhawatiranku sekarang mereka hanya mengucapkan surat surat agar zahra bisa baik baik saja
Tak lama dari situ, angga keluar dan menghampiri kami semua, wajahnya masih biasa saja, tidak ada ekspresi khawatir di mukanya, tapi aku masih tidak yakin sebelum angga menjelaskan semuanya
"Gak papa kok, gak ada yang perlu di khawatirin, tapi--" pembicaraan angga terpotong, atau lebih tepatnya dia sengaja menghentikan kata katanya itu. Dia menatapku dengan ekspresi yang tidak bisa ku mengerti, aku berhasil di buat bingung olehnya
"Tapi apa" tanya mama lina dengan khawatirnya
"Em enggak kok gak papa, tapi zahra harus di rawat beberapa hari di sini. Dan jika kalian ingin menjenguk zahra, kalian bisa menjenguknya setelah dia di pindahkan ke ruang rawat inap"
"Dan buat lo davin, lo ikut gua sebentar ya. Ada yang mau gua omongin soal zahra" ucap angga mengagetkanku
"Ohiya ayok" jawabku
"Kalian tunggu aja disini ya, nanti kalo ada apa apa aku kasih tau, sekarang aku mau dengerin apa yang mau di sampikan angga dan sepertinya penting" jawab ku lalu meninggalkan mereka semua dan mengikutin angga ke ruangannya
Dan setelah sampai ke dalam ruangannya, angga duduk dengan tenang di meja kebesarannya, dan aku duduk di kursi tepat depan kursi yang angga duduki
"Ngga, zahra kenapa?? Semuanya baik baik aja kan" tanyaku membuka suara, aku sangat penasaran dengan apa yang ingin angga bicarakan
"Em jadi gini vin, setelah gua periksa zahra, gua nemuin satu fakta. Kalau zahra itu--" ucap angga dengan nada yang sangat membuatku tercekik rasa penasaran, dan lebih parahnya lagi dia memberhentikan suaranya di akhir kalimat dan itu membuatku kesal dengannya
![My Cold Doctor [End]](https://img.wattpad.com/cover/164002828-64-k757706.jpg)