23

73 9 8
                                        

Hari liburan sudah berlalu, seperti biasa setiap hari disibukan dengan tugas kuliah, apalagi sekarang ini mulai ada praktek- praktek bermunculan.

Kini aku sudah berada dikantin setelah menyelesaikan tugas ku, dan tak lama Miko dan Butet pun datang.

"Hai Luna!" sapa mereka bersamaan.

"Muka kau musam sekali Luna," ujar Butet karna sekarang aku sudah jarang memerhatikan penampilan ku lagi, sebab setiap malam aku harus menyelesaikan beberapa tugas dan membuat bahan presentasi untuk ke esokan paginya.

"Pasti lo lagi bete ya?" tanya Miko.

"Rasanya cape banget, setiap hari tugas mulu ga selesai-selesai," keluh ku pada mereka.

"Sabarlah Luna, apalagi kau masih beberapa tahun lagi untuk menjadi seorang dokter" ujar Butet membuat pikiran ku semakin pusing.

"Jalan yuk, menghilangkan penat!" ajak Miko yang sekarang kami menuju ke arah mobilnya.

Karna Miko satu- satunya cowo diantara kami jadi ia harus bersedia agar mobilnya yang kita pakai.
"Pokonya kalian harus ganti bensin mobil gue!" ujarnya sambil melajukan mobilnya itu.

"Males kali aku" ujar Butet tidak terima.

"Kan lo yang ngajak kita jalan!" culas ku pada Miko.

"Iya betul kali kau Lun"

Tak usah tanya kita kemana kita akan pergi, yang pasti Miko tau tempat yang cocok untuk kami.

"Danau?" ujarku dan butet serentak.

Apa yang akan kita lakukan? Hanya melihat ikan disini?

"Iya danau, sekarang kita naik perahu" ujar Miko yang kini sudah naik ke atas perahu.

Aku dan Butet pun menuruti ajakan Miko, menyelusuri danau sambil melihat senja. Aku jadi ingat saat- saat kevin mengajak ku ke tengah laut melihat matahari terbenam. Sudah lama rasanya aku tidak mengabari Kevin karna sudah beberapa minggu aku sibuk dengan tugas kuliah sehingga tidak ada waktu untuk mengabarinya sedikit pun. Lagi pula jika aku menelfon nya, ia malah terganggu karna ia juga sedang sibuk dengan pekerjaannya.

"Luna kau melamun?" Butet bertanya padaku.

"E-engak ko" ujarku berbohong padahal aku sedang memikirkan Kevin.

"Jangan bilang lo lagi mikirin Kevin ya?" tanya Miko meledek ku.

Aku menyengir kuda,dan mereka malah menertawai ku. "Mending lo telfon Kevin sekarang!" perintah Miko padaku.

"Ga ah gengsi, nanti ajah" culas ku

"Lun, kalo kau Rindu bilang saja karna kata Dilan Rindu itu berat" ujar Butet menyenggol bahu ku.
Si Butet, sosoan bawa nama Dilan. Pernah nonton aja enggak.

Aku hanya diam, apa aku harus mengucapkan kata itu lebih dulu. Tapi gengsi untuk mengatakannya, masa ia Aluna sang badgirl yang biasanya dikejar pria malah mengucapkan hal itu yang bisa menurunkan harga dirinya.

***

Setelah lama kami di Danau, hujan deras menerpa kami bertiga. Luna memutuskan untuk meneduh di suatu saung yang ada didekat danau. Sementara Miko dan Butet malah bersenang- senang dibawah hujan.
"Luna, ayolah gabung dengan kami berdua" ajak Butet yang masih menikmati hujan yang membasahi tubuhnya.

Aku hanya diam, aku belum pernah main hujan- hujanan sebelumnya. Karna dulu kecil mamah pernah bilang katanya kalo main hujan- hujanan bisa sakit. Jadi sampai sekarang aku tak pernah main hujan- hujanan.

"Lun, jangan bilang lo ga pernah main hujan- hujanan ya?" tanya Miko.

Aku mengangguk, meng-IYA-kan itu.
" Gue ga mau, nanti bisa sakit, lo berdua mau tanggung jawab?" tanya ku.

"Tenang ajah Lun, kalo lo sakit entar gue kirim dokter kerumah lo! Gue punya kenalan dokter ko" ujarnya menarik tangan ku bergabung dengannya.

Aku pun mencoba untuk pertama kalinya menari dibawah gerintiknya hujan, "Bener ya kalo gua sakit lo akan ngirimin dokter ke rumah gue!" ujar ku pada Miko.

"Iya nanti gue suruh dokter hewan kerumah lo" tukasnya yang sekarang malah lari.

"Dokter Hewan? lo kira gua apaan?" teriak ku mengejar Miko dan Butet.

Ya. Sekarang kami bertiga kejar- kejaran dibawah rintikan hujan, tanpa memperdulikan jika saat ini semua pakaian kami telah basah kuyup.

Mungkin ini yang dinamakan Sahabat walau kadang mereka menyebalkan, tapi merekalah salah seorang yang menginginkan kita tersenyum bahagia.

Kini hujan mengajarkan ku, bahwa kita harus mencari sahabat yang sanggup menempuh hujan bersama kita, bukan hanya yang mau menumpang payung kita, dan tatkala hujan hilang dia pun menghilang.


Gimana sama part ini?
Semoga kalian suka.

ALUNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang