Cek typo, ini typonya mungkin lebih dari 200.
Klik bintang uwu....
6 bulan kemudian.
Hujan, aku membenci hujan, hujan adalah dimana aku selalu tersakiti, seperti saat ini setelah wisuda kelas XII aku harus menunggu diparkiran sekolah, bodohnya aku tidak memilih ikut dengan Mama saja untuk pulang, beginilah nasibku menunggu selama satu jam dengan ditemani oleh hujan. Ya tau sendirikan siapa yang aku tunggu, yaps tebakanmu benar Rain pacarku sejak berada di kelas XII. Ia meninggalkanku dengan alasan mencari buku gambarnya yang tertinggal entah dimana, apakah buku gambar nya bersembunyi hingga aku harus menunggu sejam lebih, tadinya aku ingin ikut tapi ia melarangku.
Selama enam bulan ini aku selalu diantar jemput olehnya, dan aku akan menunggu nya selama setengah jam lebih setiap harinya dan kali ini yang paling lama. Kadang keraguan memasuki otak berpodium rendahku, aku ingin kembali ke waktu dimana ia mengakuiku tepatnya enam bulan yang lalu di depan kafe Aroma ingin kurekam kata katanya waktu itu agar bisa menguatkanku untuk hubungan ini. Aku juga bingung selama setahun pacaran ini kami hanya sekali melakukan skinship, tepatnya enam bulan yang lalu, setiap kali aku ingin meraih tanganya ia selalu melepaskan tautan tanganku, bahkan setahun kami pacaran ia tak pernah mengajakku kerumahnya, apakah hubungan ini hanya main main olehnya ,tanpa kusadari air mataku sudah merembes keluar, oh Tuhan betapa lamanya ia, aku bersumpah akan membakar buku gambar sialannya itu ketika ia datang,aku marah ya aku marah, ia belum pernah melihat kemarahanku, kita lihat saja. Ia sudah keluar dari gedung sekolah dengan santainya memegang buku gambar sialanya itu, sejenak ia bergeming melihat hujan yang deras, sepertinya ia berpikir untuk melangkah maju menerobos hujan, baik kita lihat. Aku menerobos hujan menuju ke arah nya, sayup sayup aku mendengar ia bertriak untuk berhenti.
Sampai di hadapanya aku langsung merampas buku gambar sialan itu lalu aku menginjak injak dengan sepatuku yan basah.
"Apa yang kamu lakuin hah?" bentaknya padaku sambil mencoba menghentikan aksiku menginjak injak buku gambarnya, Aku tetap menginjak buku gambarnya dengan kalap hingga tak berbentuk. Tak ada yang bisa menghentikan aksi gilaku saat ini.
"Han apa yang kamu lakukan hmm, nanti kaki kamu terkilir" katanya, aku berhenti dan benar saja kakiku sudah sakit karna menginjak buku gambarnya dengan keras. Nyeri, bukan dikakiku tapi dihatiku. Ia menatap nanar buku gambarnya.
"Kamu jahat, kamu mengabaikanku, kamu gak peduliin aku kita putus" kataku akhirnya dengan diselingi isak tangis ia mengalihkan pandangan dari buku gambarnya ke arahku.
"Siapa yang bilang? teman satu kelas kamu?"tanya nya menduga duga.
"Cara kamu yang kasih tau aku Rai, kita putus aja ya, aku gak kuat pacaran lebih lama sama kamu, aku kaya pacaran sama dinding Rai, seolah aku gak ada dihidup kamu seolah aku ini mainan kamu Rai, kita putus aja ya?" aku melihat wajahnya mengeras, tatapanya menajam menghunus tatapan mataku yang tadinya menantang. Aku menelan ludah susah payah.
"Gak semudah itu sayang, setelah kamu masuk kedalam hidupku dan mebuat hariku berwarna aku gak akan lepasih kamu dengan mudah dan aku udah berusaha jadi pacar yang baik dengan mengantar jemputmu kamu gak lihat usaha aku buat pertahanin kamu hmm??" rain berbicara dengan datar namun membuatku merinding, apakah ini Rainku atau orang yang mirip dengan Rain, apa katanya tadi, sayang, siapapun tolong bangunkan aku sekarang woi.
"Kamu gak nunjukin perlakuan kamu kalau perasaan aku berbalas Rain" nadaku bergetar.
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya kalo aku... Aku..." kalimatnya terpotong.
"Apa susahnya sih Rai buat bilang bahwa kamu Cinta sama aku, biar aku gak ragu dengan hubungan ini Rai" balasku, aku sangat ingin mendengar kata itu dari mulutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain And Ginephobia (end)
Short StoryRain dan penyakit langkanya. Start 28 november 2018-20 Februari 2019.....
