Cek typo gais.
Setahun kemudian
Sudah setahun lebih aku berada dikota jakarta ini. Semua berjalan dengan lancar, aku? Aku tetap seperti biasa menjadi kacung kantor dan kacung pak boss. Kapan penderitaan ini berakhir?
Hubunganku dengan Chandra tak lebih dari teman chat. Awalnya aku mengira ia adalah jodohku. Ngomong ngomong soal Chandra katanya ia akan dipindahkan di pusat, atau lebih tepatnya di jakarta, setelah menerima kabar itu aku dan dia tak berhubungan lagi.
Aku memfokuskan tatapan pada layar komputer, aura tidak enak sudah tidak ada lagi dikubikelku, mereka berdamai? Tidak.
"Oi Han jam istirahat, kamu gak ngasih pak boss makan?" kata Mbak Sandei.
"Ah ia Mbak" aku menatap layar ponselku, tumben tidak ada pesan disana. Apa mungkin ia keluar kantor?
"Kayanya pak boss lagi diluar Mbak kita makan bareng ya" kataku mengejarnya.
"Udah kamu pastiin? Nanti dia nyariin kamu lagi gak ada teman makan" kata Mbak Sandei.
Kami menuju kantin kantor, kami langsung menuju salah satu meja kosong setelah memesan makanan.
"Hai" kata seseorang, aku menoleh kearah Mas Thomas yang tersenyum lebar, apa gerangan?
Ia langsung duduk di kursi kosong.
"Ada apa mas Thom, kok kayanya cerah amat?" tak heran Mas Thomas ada disini setahuku hubungan Mas Thomas dan Mbak Sandei memang sudah dekat, Mas Thomas akan makan bersama Mbak Sandei. Pernah juga mereka digosipin pacaran, tapi tidak ada bukti.
"Saya akan pindah tugas kecabang" katanya, aku melihat Mbak Sandei terkejut sama terkejutnya denganku.
"Kemana?" tanya Mbak Sandei.
"Ke Medan" kata Mas Thomas dengan senang kulihat Mbak Sandei ikut senang, kenapa mereka?
"Wah"
"Saya akan pergi ke Medan satu bulan lagi, setelah tugas saya sudah beres semua"
"Wah hebat, di Medan jadi apa mas? " tanyaku penasaran.
"Jadi kepala kantor cabang, sekalian saya mau bangun rumah tangga disana" katanya bangga.
"Emang udah dapat calon?" tanyaku bingung, kulihat ia tersenyum aneh pada Mbak Sandei.
"Udah, Namanya Sandeian Napitu" uhuk aku langsung terbatuk. Aku menatap mereka bergantian lalu menunjuk mereka.
"Kalian...kalian... Kalian?" aku tak sanggup berkata kata
"Iya, kami backstreet setahun yang lalu " kata Mas Thomas masih tersenyum lebar. Mbak Sandei menatapku tidak enak. Apakah cream pembesar payudara itu mujarab?
Aku tak bisa berkata kata, aku hanya mampu memeluk Mbak Sandeian.
"Selamat ya Mbak aku kira Mbak bakal jadi perawan tua" aku langsung dihadiahi jitakan pelan dari Mbak Sandei.
"Enak aja kalo ngomong, kamu juga cepat cari jodoh jangan terlalu fokus sama pak boss nanti jadi perawan tua" kata Mbak Sandei menasehatiku.
"Iya iya" jawabku seadanya.
"Jadi kapan rencana pernikahanya?" tanyaku pada mereka, mereka hanya adu pandang.
"Lebih cepat lebih baik" jawab Mas Thomas dihadiahi cubitan oleh Mbak Sandei. Aku tertawa melihat mereka, sungguh aku kira Mbak itu ada hubungan dengan si Cogan, ternyata.
"Oh ya kalau Mas Thomas pindah kerja yang jadi sekretaris pak boss siapa dong? Udah dapat pengganti?" tanyaku teringat jabatan Mas Thomas sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain And Ginephobia (end)
ContoRain dan penyakit langkanya. Start 28 november 2018-20 Februari 2019.....
