cek typo
Minggu berganti minggu, Aku berada di kost bersama mbak Sandei, tebak ngapain? Kami lagi nonton drama korea yang ada di Flasdisk aku, dapat dari Fira tentunya. Mbak Sandei tak terlalu minat sama drama korea tapi aku paksa, mana enak nonton drama romantis sendiri jomblo pula ituh.
Mbak Sandei lama lama kena virus korea juga. Kadang kadang ia berceletuk sendiri.
"Ih kok muka cowoknya ganteng banget? Kinclong gitu yak?"
"ceweknya kok mirip semua?"
"Wah bibir cowoknya tebel banget ya?"
"Itu dada ceweknya guedek banget kaya semangka gitu kaya punya si Pita" katanya aku langsung menatapnya.
Pita adalah cewek kantor yang terkenal dengan body goalsnya. Jika bertanya nama Pita di kantor semua bakal tahu jawabnya. Ia juga terkenal menggunakan baju yang tidak dikancing dua atau tiga buah. Aku tahunya dari Mbak Ulva dan Mbak Sandei.
"Kok kamu lihat aku kaya gitu? Kan bener dadanya kaya dada Pita, dia kan hobby pamer aset cantiknya, beda sama kita apa yang mau dipamerin?" kata mbak Sandei, aku terkekeh memang dadaku dan dada Mbak Sandeian sebelas dua belas.
"Ia sih, Mbak Pita pamer karna punya, lah kita? apa yang mau dipamerin? dada aja sekecil jeruk"
"Bukan jeruk han, anggur" katanya,aku kembali terkekeh kemudian kami mengalihkan pandangan kembali ke laptob.
"Oi Mbak, kalau mau cuti beberapa hari ada aturannya gak sih?"
"Kamu mau cuti?" Mbak Sandei mempouse video.
"Ia, lima bulan lagi, ada acara pernikahan teman Mbak"
"Hmmmm, kalau acara pernikahan sih kayanya sulit, apa lagi tanggung jawab kamu lumayan penting, alasan kamu nenek kamu sakit aja umurnya gak panjang lagi"
"Lah nenek aku dua duanya udah meninggal Mbak masa aku nyebut nyebut nama mereka sih,bisa kena kutuk aku Mbak" Aku membayangkan aku berbohong pada pak boss.
"Kalau acara pernikahan itu sulit dikasih izin Han, makanya alasan kamu harus yang penting buanget"
"Hmmm"
"Kalo kamu cuti berarti aku sendiri dong di bagian keuangan?" kata mbak Sandei tiba tiba.
"Loh Mbak Ulva kan ada" kataku apa ia melupakan Mbak Ulva?
"Mbak Ulva mau resign bulan ini, karna perut dia udah besar banget, gampang kelelahan dia" ia juga, perut Mbak Ulva sudah sangat besar karna hamil tujuh bulannya, kadang aku bingung kenapa pak Jimmi biarin Mbak Ulva berkerja, alasnya simpel katanya karna Mbak Ulva keras kepala.
"Kan bakal digantikan sama yang lain Mbak"
"Ia tapi kalau kamu cuti pasti tugas kamu selama cuti bakal di kasih ke kami, iya kalo pengganti Mbak Ulva enak,kalo penggantinya Sejenis Pita gak deh" kata Mbak Sandei berekspresi malas.
"Bagaimana kalau kita sama sama cuti aja mbak" tiba tiba aku punya ide.
"Kamu mau buat perusahaan bangkrut? Emang dimana pernikahanya?" tanya Mbak Sandei.
"Di Medan" jawabku singkat.
"Kalo ke Medan aku gak bisa,mau dikasih libur satu bulan pun aku tak bisa"
"Loh kok gitu mbak, disana kan kampung mbak, gimana pun disana ada nenek Mbak" aku bingung dengan jalan pikir si Mbak ini.
"Bukan, aku gak mau pulang kemedan sebelum aku dapat suami, atau si anak bude menikah aku gak bakal pulang"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rain And Ginephobia (end)
Short StoryRain dan penyakit langkanya. Start 28 november 2018-20 Februari 2019.....
