Meet in trouble

1.4K 89 8
                                        

 

Cek typo gais.











    Akhirnya aku berada dikost baru, tidak buruk, ada kamar mandi untuk dua kamar yaitu kamarku dan kamar Mbak Sandean. Sudah dibersihkan sebelum aku datang. Sebenarnya kost ini tidak bisa dikatakan sebagai kost, karna ini lebih mirip apartemen kecil dua kamar yang memiliki dapur.

"Ingat kata gue ya" kata fira lagi entah kali keberapa saat keluar dari rumah.

"Ia mak"

"Ingat main kerumah kalo libur kantor"

"Ia mak"

"Emak pulang dulu ya nak, baek baek elu"

"Ia mak"

  Setelah kata perpisahan mereka pulang, tadi aku dan Fira naik mobil, dan papa Fira bawa motor baruku, ah motor baru.

"Tadi itu siapa Han?" tanya mbak Sandei membantuku memberesi barang, aku sudah sangat banyak berhutang dengan wanita ini.

"Sahabat dari SMA mbak, selama aku tinggal di jakarta aku tinggal dirumah dia"

"Loh kamu sama dia satu SMA? Dijakarta?"

"Bukan dulu dia tinggal di Pekanbaru sama neneknya"

"Oh"

   Setelah selesai berberes kami pun langsung ke kamar masing masing. Bagai mana aku membalas kebaikan mbak Sandei? Wanita itu terlalu baik walau nampak garang. Tak lama aku merasa mataku sangat berat dan kegelapan menjenguku.

   Aku terbangun dari tidur nyenyakku, jam berapa sekarang, aku mulai mencari ponselku di nakas.

Jam

Astaga jam 07.00

Gawat.

Aku segera berlari keluar kamar.

   Astaga, mbak Sandeian menatapku saat aku keluar kamar, ia sudah memakai baju kantor lengkap,

"Astaga, Han aku lupa kamu kost disini aku kira itu cuma mimpi" aku juga tak percaya dengan ini.

Aku segera berlari ke kamar mandi, aku madi secepat kilat.
Sayup kudengar

"Han aku pergi dulu ya, ingat kunci pintu" teriak mbak Sandei.

  Semua aku lakukan dengan secepat kilat, belum lagi si pak boss akan datang, astaga.
Setelah selesai semua aku bergegas menuju motor baruku, memakai rok sepan pendek membuatku kesulitan menaiki motor. Tak tinggal diam aku langsung tancap gas.

  Entah keberuntungan atau atau dewi fortuna berada dipihakku Jalanan kota jakarta sedikit lengang.
Aku memakai kesempatan untuk mengegas, sebuah mobil BMW terparkir di samping jalan, tapi aku tak peduli, tiba tiba sipengemudi membuka pintu mobil lebar dan hendak keluar dari mobil, aku terbiasa memakai motor metic megerem menggunakan tangan dan

Gdebrak...

Selanjutnya aku tak tahu  apa yang terjadi....

Aku menabrak pintu mobil sekaligus pengemudinya.....

Aku bangkit dari motor, posisiku  mengangkang diatas motor...

Aku coba bangkit....

Aku merasa pusing....

Aku memegang pintu mobil untuk bangkit.....

Tapi ada yang aneh dari pintu mobil kali ini....

Pintu mobilnya berada disamping kiriku....???

Rain And Ginephobia (end) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang