Hari hari telah Anneth lewati di karantina dengan latihan, tanpa henti mereka semua berlatih demi terus bisa melangkah maju hingga hari final nanti. Hari hari itu juga Anneth dan Deven semakin dekat, begitupun dengan Friden dan Joa, mereka selalu berlatih bersama, kemana-mana bersama, bagaikan perangko yang tidak bisa lepas dari surat. Selain itu Anneth, Joa, Charisa dan Nashwa sudah menemukan teman-teman barunya yaitu Putri, Lifia, Raisya dan Naziel atau yang biasa dipanggil Mirai. Jadi akhir-akhir ini mereka tidak selalu berempat, namun selalu bersama ketiga teman perempuannya yang lain. Hari terus mendekati hari elimination yang pertama, dimana akan ada peserta yang terpaksa harus pergi dari karantina.
"Anneth." Panggil Deven.
"Ya kenapa?"
"Gugup ga sih?"tanya Deven sembari menggosok kedua telapak tangannya
"Gugup apanya?"
"Itu, gugup buat besok,"jawab Deven.
"Oh. Iya gugup sih iya, cuman kita gaboleh terus biarin perasaan gugup ada di diri kita, terlebih lagi kamu harus pentingin tim kamu karena kita tampil dibabak pertama ini vocal grup jadi harus mementingkan tim juga kan."jawab Anneth berusaha untuk menenangkan Deven.
"Iya juga ya, semoga aja kita lolos bareng ya Neth terus lanjut ke babak selanjutnya."balas Deven
"Aamiin! Semangat ya!"
Sehari sebelum babak pertama dimulai mereka habiskan dengan latihan bersama tim masing-masing, mereka tidak ada waktu untuk bercanda tawa demi menampilkan penampilan yang baik esok hari.
**
Saat sedang berlatih suara Anneth tiba-tiba saja menjadi serak, mungkin karena faktor sejak sarapan tadi ia belum minum.
"Kak aku mau ngambil minum dulu, bolehkan? Suaraku serak, ini dari tadi belum minum."tanya Anneth pada vocal coach
"Oh iya silahkan,"kata vocal coach.
Saat hendak mengambil minumnya tiba-tiba seseorang menyodorkan air mineral ke depan wajah Anneth.
"Nih"katanya
"Deven?"jawab Anneth, benar orang tersebut adalah Deven, Deven sedari tadi memperhatikan Anneth.
"Ko kamu tau aku mau ngambil minum?"
"Iya, aku tadi perhatiin kamu suaranya agak serak gitu dan aku inget kamu setelah sarapan sampai sekarang belum minum lagi makanya aku ambilin,"kata Deven
"Ciee perhatian." goda Anneth sambil mengambil minuman dari tangan Deven.
"Udah minum dulu ntar latihan lagi."kata Deven
Anneth pun meminumnya dan setelah itu mencoba test suaranya kembali
"Gimana?"tanya Deven.
"Udah normal lagi suara aku."
"Syukurlah, yaudah sana balik lagii buat latihan."kata Deven
"Iyaa, aku latihan lagi ya."
Mereka berdua kembali sibuk masing-masing, mereka terus menerus latihan, terkadang jika mereka lelah mereka hanya mencoba untuk tidur sebentar dan tidak bercanda tawa.
Mereka semua juga tidak lupa berdoa kepada Tuhan masing-masing, mereka berdoa untuk melancarkan semua yang akan mereka lakukan besok, tak lupa mereka juga berdoa agar mereka dan teman-temannya bisa lolos ke babak selanjutnya.
**
Sekembalinya ke kamar, keempat gadis itu sekarang hanya merebahkan diri mereka di atas kasur sembari menatap langit-langit kamar itu. Tidak ada lagi yang memainkan ponselnya, sebab ponsel mereka sudah mereka berikan kepada kru yang menjaga.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love (TAMAT)
Fanfic(Cerita ini tidak sesuai fakta, ada beberapa bagian yang sama dengan kehidupan nyata Anneth dan Deven namun tidak sama persis.) Ini adalah kisah cinta dua orang remaja yang saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Ajang pencarian bakat membuat ked...
