Anneth, Joa dan Charisa kini memiliki perasaan yang bercampur aduk. Pasalnya ketiga gadis itu berhasil lolos ke babak selanjutnya, namun teman satu kamarnya Nashwa gagal untuk melangkah ke babak selanjutnya seperti mereka.
"Seneng bisa lolos ke babak selanjutnya, tapi sedih karena ga ada Nashwa,"ucap Charisa dengan wajah murungnya
Charisa memang sangat dekat dengan Nashwa, jadi wajar saja jika ia bersedih seperti sekarang ini.
"Iya, kita jadi kurang satu personil."balas Joa ikut murung
Anneth menghela nafasnya, sebenarnya ia sama sedihnya dengan kedua temannya itu tapi ia tidak boleh terlihat sedih, karena jika dia sedih maka siapa yang akan menghibur dua gadis dihadapannya ini?
"Ucha, Joa ga usah sedih-sedih, kalian harus inget yang lolos ke babak selanjutpnya baru 12 orang, kita masih kurang 2 peserta lagi buat melengkapi formasi Artinya masih ada wildcard dimana akan ada 2 peserta yang bangkit kembali, kita berdoa semoga salah satunya adalah Nashwa, oke?"
"Iya Aamiin Neth."ucap Charisa.
"Ya udah yu daripada sedih-sedih mending kita ke kamar istirahat."ajak Anneth
Mereka bertiga kemudian bergegas ke kamar, namun di perjalanan Joa melupakan sesuatu dan harus kembali ke tempat tadi, Joa menyuruh kedua temannya untuk tidak menunggunya dan akhirnya Anneth dan Charisa kembali ke kamar hanya berdua.
Tapi tak lama setelah Anneth dan Charisa sampai di kamar tiba-tiba saja ada suara teriakan dan larian dari luar menuju kamar mereka
"Anneth!! Ucha!!"teriaknya
Teriakan tersebut berasal dari Joa, gadis itu berlari menuju kamarnya dengan terburu-buru
"Kenapa deh Joa?"tanya Charisa
Joa berusaha mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum menyampaikan suatu hal pada kedua temannya
"Raisya!"
"Raisya kenapa?"tanya Anneth
"Raisya juga ga lolos ke babak selanjutnya!"ucap Joa
"Hah?"
Anneth dan Charisa sama terkejutnya mendengar hal itu, bagaimana tidak terkejut gadis kecil yang akrab dipanggil mulek itu memiliki suara yang bagus dan layak untuk melangkah ke babak selanjutnya.
"Ih kok bisa?"
"Ih kalau ga ada dia, nanti siapa yang bakal ngelawak pas latihan?"tanya Charisa
"Ih ga nyangka banget,"balas Anneth
"Sekarang mending berdoa yang terbaik deh buat Nashwa sama Raisya"lanjut Anneth
Kedua temannya mengangguk setuju, mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain berdoa, di sini mereka pun hanya peserta tidak punya hak untuk membangkitkan kedua temannya agar bisa masuk ke babak selanjutnya.
Saat sedang sibuk memikirkan kedua temannya itu, tiba-tiba saja pintu kamar mereka ada yang mengetuk dari luar.
"Haduhh siapa sih, ganggu aja"ucap Charisa
"Buka gih Jo"suruh Charisa pada Joa.
"Ga mau males Anneth aja."suruh Joa
"Ehhhh dasar anak dua kalau udah di kasur pasti mager, padahal kalian yang deket pintu malah nyuruh aku."omel ku pada Joa dan Charisa.
"Udah buka aja pintu nyaa."kata Joa.
Anneth menuruti permintaan kedua temannya, ia kemudian pergi untuk membukakan pintu walau terpaksa. Tapi ketika ia melihat siapa dibalik pintu itu, gadis itu seketika tidak merasa terpaksa lagi, karena yang datang adalah Deven dan Friden.
KAMU SEDANG MEMBACA
My First Love (TAMAT)
Fanfiction(Cerita ini tidak sesuai fakta, ada beberapa bagian yang sama dengan kehidupan nyata Anneth dan Deven namun tidak sama persis.) Ini adalah kisah cinta dua orang remaja yang saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Ajang pencarian bakat membuat ked...
