Menghindar lebih baik

210 5 0
                                        

Desiran angin sepoi telah menghiasi pagiku kali ini. Hari ini adalah hari yang free bagiku, karna barusan saja temanku memberitahu bahwa, Dosen2 yang mengajar di hari ini tidak masuk. Jadi, hari ini kuputuskan untuk bersantai.

Drttt..drrtt
Tiba-tiba handphoneku bergetar, ternyata ada WA yang masuk.

"Fel, kamu ada acara ga ntr malem?"tanya seseorang melalui pesan, yang tak lain ialah Kak Nevan

"Hmm..belum tau sih kak"

Jujur saja, sebenarnya aku sudah mulai enggan untuk bertemu Kak Nevan, semenjak dia terus terlihat seperti mendekatiku. Tapi aku segan untuk menolak ajakannya, akhirnya aku mengatakan seperti itu.

"Gue cuma mau tanya, kamu bisa ga nemenin gue ntar. Gue mau beli peralatan buat meeting2 organisasi kita, hmmmm.."
"Duhh gimana ya Kak, aku juga bingung"
"Oh gitu, yauda gpp Fel klo kamu punya acara, gue ntar sendiri aja"
"duh maaf banget ya kak"

Sebenarnya hari ini aku tidak punya acara apapun. Hanya saja aku mulai was-was terhadap sikap Kak Nevan yang seolah-olah berusaha untuk mendekatiku.

Ya, sifatku memang begitu. Kalau aku tdk suka, aku tdk akan merespon lebih. Aku tak mau memberi harapan dan melukai perasaan siapapun. Aku tak lagi suka dengan yang namanya suka-sukaan lagi, dikejar, dekett, ditembak, sayang trus putus lagi. Aku sudah muak dengan fase2 itu.

"Yaa, sepertinya hari ini aku hanya akan bermalas2an di rumah"

KepergianmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang