05.00
Aku terbangun dari tidur panjang malam kemarin.
"Feli masih tidur dengan pulas. Hmm, biarkan saja dulu."
Sembari menunggu Feli terbangun, aku membersihkan diri dan bergegas mandi.
05.30
Aku telah selesai mandi, tapi Feli belum juga bangun. Aku pun pergi sebentar, untuk melihat keadaan di luar hotel dan menyaksikan keindahan Paris pagi ini.
"Wow, indah sekali."kagumku
Paris terlihat indah dengan timbunan salju yang menghiasi. Ya, walaupun saat ini Paris sedang bersalju, tapi keindahannya semakin mempesona setiap mata yang melihat.
Aku berjalan-jalan melihat sekeliling jalan, dan jalanan masih tampak sepi dan hanya beberapa orang yang kutemui. Sebelumnya, aku memang pernah ke Paris. Namun, Paris semakin indah terlihat. Dan siapapun pasti mengaguminya.
06.15
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.15, dan aku harus segera kembali ke hotel untuk melihat Feli.
*Di kamar hotel
Terlihat Feli mulai terbangun dan berusaha menggerakan tubuhnya.
"Fell, udah bangun?"
"Hah?Loh kok kamu di kamar aku?"
"Ini kamar aku, kemarin malam kamu kedinginan dan ketiduran disini. Semalam jendela kamar kamu rusak dan petugas room service baru bisa memperbaiki hari ini."
"Hah? Jadi semalaman aku tidur sm kamu? Kok kamu ga bangunin aku?"
Aku berusaha menutupi semua yg terjadi semalam, agar Feli tidak tau.
"Ya ga mungkinla. Kamu udah pulas banget tidurnya, aku kasihan sm kamu. Tapi tenang kok, aku semalaman tidur di sofa"kataku berbohong
"Oh syukurlah klo begitu."
"Yauda Fel, udah mau jam 7 ni. Kamu mandi sana, ntar lagi kita bakalan sarapan"
"Oke deh Van, oh iya ini hari terakhir kita di Paris, aku ga sabar banget mau ngeliat Eiffel malam ini"
"Yaa, mee too. Kamu pasti bakalan suka banget deh ntar"
"Yes, exactly. I hope it"sambil keluar dari kamarku
08.00
Aku segera mengetuk kamar Feli, dan bersiap2 untuk menikmati sarapan pagi ini.
"Fell..."
"Eh, iya Van."sambil membuka pintu
"Ayo"
Setelah sarapan pagi, kami memutuskan untuk berjalan2 berdua tanpa tour guide. Karna hari ini adalah hari terakhir kami di Paris dan jadwal liburan kami hanya pergi melihat Menara Eiffel malam ini.
*Di taman
"Kamu seneng ga?"tanyaku
"Seneng banget. Makasih yaa Van, kamu udah bawa aku kesini"
"Ini kan karna kepintaran kamu, bukan karna aku kali Fel"
"Iya, tapi kan kamu yang ikutin aku di lomba itu."
"Hmm, gimana Paris ?"
"Sejauh ini semua terlihat indah"
"Jauh lebih indah kamu Fel"
Tanpa sadar aku mengatakan hal itu.
Feli pun terdiam dan terlihat mengabaikan kata2ku barusan.
"Van, aku mau nyobain street food dong"
"Yaudah ayo kita cari"
Di dalam hatiku, sebenarnya aku ingin sekali mengungkapkan seluruh perasaanku pada Feli. Tapi kelihatannya, Feli kurang nyaman dengan pernyataanku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengabaikan perasaanku.
Dan setelah kami berjalan2 melihat kota Paris. Akhirnya, kami memutuskan untuk kembali ke hotel, karna waktu sudah menunjukkan pukul 18.00. Karna pukul 08.00 kami harus sudah tiba di Menara Eiffel.
19.00
*Di kamar hotel
(Feli)
Aku telah siap membersihkan diri dan mempercantik diriku. Saatnya aku siap untuk melihat keindahan Paris yang sesungguhnya.
"Eiffel, I'm cominggg"kataku dalam hati
Pukul 20.00
Akhirnya aku dan Nevan dibawa oleh pihak hotel untuk pergi melihat Menara Eiffel.
Sesampainnya di Menara Eiffel...
Mulutku tak bisa berkata-kata lagi, keindahan di depanku sudah menutup mulutku dan mataku memancarkan sinar, seolah2 mewakili kata2 ketakjuban yang tak bisa kusampaikan dengan kata2 lagi.
"Gimana?"tanya Nevan
"It's so perfect, amazing."
"Hahah, indah banget yaa"kata Nevan sambil mendorong kecil tubuhku
"Iyaa Vannn, indah banget. Aku mau foto dong"
Aku dan Nevan pun mengabadikan banyak momen disini.
"Fel.."
"Iya Van?"
Terlihat kali ini Nevan sangat serius ingin menyampaikan sesuatu. Buru2 ku tepis dengan aku berpura2 mengantuk sekali.
"Hmm.. Fel"
"Hoamm, kenapa Van ? Aku ngantuk banget tiba2"
"Kamu mau balik? Wajar sih kamu ngantuk, karna ini udah jam 11"
"Hoamm, gatau. Aku tiba2 ngantuk banget gini."
"Yauda kita balik aja"
"Hmm gapapa kan Van?"
"Engga kok Fel"
Sebenarnya aku hanya takut Nevan kembali berusaha mengutarakan perasaannya padaku. Jujur saja, aku mulai merasa nyaman dengan kehadiran Nevan, tapi aku belum bisa untuk mengantikan sosok Andra dengan Nevan. Aku tau Nevan telah banyak berusaha untukku selama ini, dan aku tidak tau bagaimana harus menjauhi Nevan. Aku takut Nevan terluka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kepergianmu
RomansFelicia Marinka seorang gadis periang yang berubah menjadi sosok yang kuat dan realistis. "kenapa Ndra ?" "Emangnya salah? Apa harus kamu selalu denganku?" "Apa salahku Ndra, kenapa kamu tiba-tiba begini?" "Aku sudah tidak mau denganmu lagi, tolong...
