Akhirnya aku mendengarnya lagi

171 1 2
                                        

Semester demi semester pun terlewati. Praktek kerja lapangan sana sini sudah kulewati. Sekarang ini, tibalah aku di penghujung semester yaitu semester 8. Aku sudah mengikuti ujian skripsi dan yang lainnya. Aku hanya tinggal menunggu jadwal wisudaku, yang jatuh di bulan oktober.

"Fiuhh, ga terasa ya Fel kita udah mau lulus2an aja nih"kata Maureen yang duduk disebelahku
"Iya Rin, gue kok gugup gini yaa."
"2 bulan lagi kali fel"
"Iya sih."
"Eh iya, Nevan gimana?"
"Gatau gue, 2 bulan ini dia ga ada kabar."

Nevan memang sudah wisuda tahun ini, dan hanya berjarak 3 bulan berbeda dariku. Nevan telah diwisuda di bulan Juli yang lalu.

"Nevan udah di wisuda 2 kali, sedangkan kita nunggu 2 bulan lagi buat wisuda yang pertama. Ah gue pengen cepat2 lanjut S2 nih"
"Ih sabar kali Fel, Nevan kan ngambil S2 makanya cuma setahun. Dia pinter sih, karna itu bisa setahun selesai."
"Hmm iya sih"
"Hmm tapi, klo lo ntar ke Australia. Sama aja dong, Nevan bakalan sm kek di posisi lo sekarang. Sekarang elo nya di indo, 4 bulan lagi elonya yg diluar, Nevan di Indo. Hahhaa"
"Gue belum tau juga sih, Nevan mau ngajuin kerja dimana. Udah 2 bulan ini, dia juga ga ada ngabarin gue apa2 setelah dia wisuda"
"Hmm sabar aja lo"

*Di rumah..

Kringg...kringgg

"Halo, siapa ini?"
"Hmm siapa ya?"
"Nevan kan?"
"Ih Feli, cepat amat sih taunya"
"Yaiyala"
"Udah kangen yaa, 2 bulan aku ga ada nelpon sm sekali"
"Ih perasaan dirinduin"
"Hahha, maaf ya Fel aku 2 bulan ini aku lagi sibuk ngurusin perusahaan yang bakalan jadi perusahaan aku"
"Maksudnya gimana?"
"Iya, selama kuliah disini kan aku kerja di suatu perusahaan besar disini.. Dan aku lumayan ngerti la bagaimana cara kerjanya. Dari situ aku kepikiran untuk membangun perusahaan sendiri dan aku akan berkerjasama dengan beberapa orang2 yang berpengaruh."
"Hebattt. Baguss deh Van, aku dukung."
"Iyaa, karna itu aku susah untuk nghubungin kamu kemarin2. Dan aku bakalan bangun perusahaan di Australia"
"Kok disana?"
"Aku pengen dekat dengan kamu aja, karna aku udah punya banyak kenalan dari sana"
"Hmm bagus deh, aku seneng klo gitu"
"Yaudah, aku cuma bisa ngabarin kamu itu dulu. Ntar aku hubungi lagi ya."
"Oke byee Van"

"Hmm, Nevan kok ga nanyain kapan gue wisuda yaa. Kok Nevan ga nanya gitu tentang ujian atau sidang gue kemarin"tanyaku dalam hati

Selama ini, aku dan Nevan sudah semakin dekat. Jujur, aku memang menyanyangi Nevan. Tapi aku tak bisa menyayanginya penuh seperti aku menyayangi Andra.

KepergianmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang