Night Changes-
One Direction
***
"Ih gila! Itu pacarnya si Refyal bukan sih?"
"Mana? Beda tau."
"Gue tanda."
"Alah sok tau lo."
"Iya, itu! Iris matanya sama."
"Iyasih, agak mirip."
Kerumunan orang di depan mading menilai gambaran seorang anak perempuan yang sedang tersenyum. Sebagian dari mereka menerka bahwa itu adalah Nolla.
"Tapi siapa yang gambar? Gak mungkin kan Kak Refyal."
"Mungkin aja, dia kan rada sombong gitu," kata salah seorang cowok yang ikut bergosip, dan ucapan tersebut langsung di ralat para cewek.
"Apa jangan-jangan adeknya si Refyal lagi?"
"Si Anka maksud lo?"
"Yaiyalah, adeknya si Refyal kan Anka. Gak mungkin elo kan!"
Semua orang terdiam, memikirkan wajah Anka yang memang pantas dicurigai.
"Gue rasa sih iya. Dia kan suka sama si Nolla dari kecil. Apa ini gambaran dia waktu dulu?"
"Jadi siapa yang nempelin disini? Gak mungkin si Anka sendiri kan."
"Bisa jadi dia sendiri yang nempel. Mana tau dia mau bersaing secara terbuka sama abangnya," usul salah satu dari mereka, yang lainnya mengangguk setuju.
"Tapi apa bener si Anka masih suka sama Nolla?"
"Ya masih lah, gue sering kok ngeliatin si Anka."
Semua orang terus menggosip, hingga berita tersebut terus menyebar dan menyebar. Sementara Ayna yang sudah tau kalau rencananya akan berhasil kembali bersorak gembira.
"Kak Refyal .... Gue dateng."
Di tengah perjalanannya menuju kelas, Ayna berpapasan langsung dengan Refyal. Ayna merasa sangat bahagia, tetapi hanya seperkian detik. Refyal berlalu tanpa menyapanya, jangankan menyapa, menatapnya saja tidak.
Ia kira Refyal sudah tanda dengan dirinya. Tetapi dugaannya salah, Refyal bahkan mengabaikan dirinya. Memang siapa dirinya? Teman saja bukan. Berharap di perhatiin? Mati saja.
Ayna menunduk lemas. Lalu mendongakkan kepalanya ketika suara seseorang memanggilnya.
Dengan gerakan cepat Anka mengapit kedua tangan Ayna, ia membalikkan tubuhnya menjadi di depan Ayna.
"Lo!" suara Anka terputus dengan nafas yang tersenggal. Ia menatap Ayna dengan tajam.
Ayna mengerutkan dahinya. "Apa?"
Anka mengatupkan bibirnya ketika melihat respon Ayna yang terlalu biasa. Dengan emosi yang berusaha ia tahan, Anka mendorong tubuh Ayna ke dinding lalu menyudutkannya.
"Sakit, setan!" adu Ayna tak terima.
"Lo tau apa yang lo perbuat?" tanya Anka mengabaikan ringisan Ayna.
"Enggak," jawab Ayna enteng.
"Enggak lo bilang?!" bentak Anka sambil menatap Ayna nyalang.
"Apa? Emang gue berbuat apa sama lo?" teriak Ayna ikut emosi, ia baru saja diabaikan oleh Refyal, suasana hatinya tidak baik sekarang.
Anka menggertakkan giginya semakin emosi. Dengan cepat ia mendaratkan bibirnya ke bibir Ayna.
Ayna yang terkejut langsung memberontak, tetapi tangan Anka terpaut kuat di pinggang dan lehernya. Ayna terkunci.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Enemy Ayna
Fiksyen Remaja[COMPLETED] "Kalau gue cinta karena obsesi, lo mau apa?" ^^ Aynaya Reskia, cewek sinting yang hanya dilanda rasa jatuh cinta pada seniornya. Segala cara telah ia lakukan agar seniornya itu mau memandangnya walau hanya sedetik. Naas, tak ada hal lai...
